Prabowo: Persatuan Nasional Jadi Kunci Indonesia Bangkit
Jakarta, Apaberita – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kebangkitan Indonesia hanya dapat terwujud apabila seluruh komponen bangsa bersatu padu. Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh...
Jakarta, Apaberita – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kebangkitan Indonesia hanya dapat terwujud apabila seluruh komponen bangsa bersatu padu. Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Negara dalam pidato kenegaraan di hadapan ribuan peserta Rapat Koordinasi Nasional Pembangunan di Istana Merdeka, Sabtu (12/7/2026). Prabowo dengan tegas menekankan bahwa persatuan bukan sekadar jargon politik, melainkan prasyarat mutlak untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi bangsa, termasuk upaya memulihkan optimisme publik di tengah sebagian kalangan yang menilai kondisi Indonesia tengah suram.
Presiden mengajak seluruh pihak, tanpa terkecuali, untuk meninggalkan sikap pesimistis dan mengedepankan kerja nyata. “Kemajuan sebuah bangsa bukan semata ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam atau kecanggihan teknologi yang dimilikinya. Faktor yang paling mendasar adalah kesediaan seluruh elemen bangsa untuk bahu-membahu, mengesampingkan perbedaan dan kepentingan sesaat,” ujar Prabowo dengan intonasi rendah namun penuh ketegasan. Pernyataan itu sekaligus menjadi jawaban atas narasi yang kerap dilontarkan sejumlah pengamat yang memandang perjalanan Indonesia belakangan ini berada di jalur yang kelam.
Menjawab Narasi Suram
Dalam pidatonya, Presiden tidak memungkiri adanya sejumlah indikator ekonomi global yang mempengaruhi kondisi domestik. Namun demikian, ia menolak anggapan bahwa Indonesia sedang berada dalam fase kemunduran. Justru, Prabowo menyitir data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat pertumbuhan ekonomi triwulan pertama 2026 mencapai 5,2 persen, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di angka 4,9 persen. Angka inflasi pun, menurut rilis terbaru BPS, berhasil ditekan ke level 2,7 persen secara tahunan per Juni 2026.
Ia menambahkan bahwa sektor manufaktur dan hilirisasi sumber daya alam terus mencatatkan ekspansi. Realisasi investasi di luar Pulau Jawa pada semester pertama 2026, berdasarkan data Kementerian Investasi, tumbuh 12 persen secara year-on-year, menciptakan lebih dari 800 ribu lapangan kerja baru. “Fakta-fakta ini harus menjadi landasan rasional untuk tidak berlarut-larut dalam pesimisme. Saya tidak menafikan masih ada persoalan, tetapi terlalu berlebihan jika menyimpulkan negeri ini sedang tenggelam,” tegasnya.
Prabowo menunjuk pada program Makan Bergizi Gratis yang telah menjangkau 67 juta anak sekolah di 415 kabupaten/kota. Menurutnya, program tersebut tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi, tetapi juga mengerakkan ekonomi lokal melalui rantai pasok yang melibatkan petani, peternak, dan UMKM. Ini adalah contoh nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat sipil mampu menghasilkan dampak sistemik yang membantah narasi kelam.
Persatuan sebagai Pilar Strategis
Lebih jauh, Kepala Negara menguraikan bahwa persatuan bukan sekadar slogan, melainkan pilar strategis dalam menghadapi disrupsi global. Di tengah ketegangan geopolitik dan perang dagang antarkekuatan besar, Indonesia membutuhkan konsolidasi internal yang kokoh. “Tidak ada negara yang bisa melompat maju jika energi bangsanya habis untuk saling curiga dan berkonflik. Persatuan adalah tameng kita, dan sekaligus mesin penggerak untuk merebut peluang yang tercipta dari fragmentasi global,” papar Prabowo.
Ia menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah, parlemen, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat sipil. Rapat Koordinasi Nasional Pembangunan yang dihadiri seluruh Gubernur, Bupati, dan Wali Kota itu, menurut Presiden, harus menjadi titik awal penguatan kohesi sosial. Seluruh rancana aksi daerah harus diselaraskan dengan visi Indonesia Emas 2045, sehingga tidak ada lagi ego sektoral yang menghambat akselerasi.
Presiden juga memberikan apresiasi khusus kepada Fraksi-fraksi di DPR RI yang telah mengesahkan sejumlah undang-undang strategis dalam waktu yang relatif singkat. Pengesahan RUU tentang Reformasi Birokrasi dan RUU Kemudahan Berusaha pada masa sidang lalu dinilainya sebagai bukti bahwa kekuatan politik di Senayan dapat bekerja sama secara produktif demi kepentingan nasional. “Kerja-kerja legislasi seperti inilah wujud konkret persatuan. Bukan berarti tidak ada perbedaan pendapat, tetapi ketika menyangkut hajat hidup orang banyak, kepentingan bangsa harus dikedepankan,” ujar Prabowo.
Pesan untuk yang Merasa Suram
Secara khusus, Presiden menyampaikan pesan kepada kelompok masyarakat yang masih diliputi pandangan suram terhadap masa depan Indonesia. Ia mengajak mereka untuk melihat realitas pembangunan secara lebih jernih dan proporsional. “Saya paham, ada yang merasa kecewa, ada yang merasa tertinggal. Tetapi jangan biarkan kekecewaan itu mengaburkan ribuan titik kemajuan yang sudah kita capai bersama. Mari keluar dari tempurung pesimistis dan ambil bagian dalam kerja besar ini,” katanya dengan nada merangkul.
Prabowo mencontohkan transformasi digital yang memungkinkan masyarakat di daerah terpencil kini mengakses layanan keuangan dan kesehatan secara daring. Program Desa Digital yang telah menjangkau 12.500 desa, lanjutnya, adalah cermin bahwa pembangunan tak lagi Jawasentris. “Inilah hasil dari kebersamaan kita. Jika kita terus menyebarkan narasi bahwa Indonesia suram, kita sedang menembak kaki sendiri. Kita menutup pintu investasi, menciutkan nyali generasi muda, dan meracuni semangat wirausaha,” urai Presiden.
Di penghujung pidatonya, Prabowo mengeluarkan seruan yang kerap ia gaungkan: “Saya yakin, dengan persatuan yang tulus, Indonesia akan berdiri sama tegak dengan bangsa-bangsa besar dunia. Tidak ada ruang bagi keraguan dan perpecahan. Kita adalah satu: Indonesia.”
Rapat Koordinasi Nasional Pembangunan yang berlangsung selama dua hari itu sendiri diikuti oleh lebih dari 5.000 peserta yang terdiri dari kepala daerah, pimpinan lembaga negara, tokoh agama, tokoh adat, dan perwakilan organisasi kemasyarakatan. Hasil rapat akan dituangkan dalam bentuk Instruksi Presiden yang akan disahkan paling lambat akhir bulan ini.
Baca juga:
Comments (0)