Prabowo Pastikan Bangun Jembatan Anduriang, Anggaran Rp47 Miliar
Presiden Prabowo Subianto memastikan pemerintah pusat membangun kembali Jembatan Anduriang sebagai bagian dari pemulihan Provinsi Sumatra Barat pascabencana alam. Dalam keterangan resminya, Presiden m...
Presiden Prabowo Subianto memastikan pemerintah pusat membangun kembali Jembatan Anduriang sebagai bagian dari pemulihan Provinsi Sumatra Barat pascabencana alam. Dalam keterangan resminya, Presiden menegaskan bahwa anggaran sebesar Rp47 miliar telah dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk merealisasikan proyek pembangunan tersebut.
Kepastian tersebut disampaikan di tengah percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur di Sumatra Barat yang terdampak bencana. Jembatan Anduriang menjadi salah satu prioritas pemerintah karena berfungsi sebagai penghubung utama mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.
Kepastian Pembangunan Jembatan Anduriang
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Andre Rosiade, menyatakan bahwa Presiden Prabowo telah memberikan kepastian penuh terhadap kelanjutan pembangunan Jembatan Anduriang. Menurut politikus asal Sumatra Barat itu, komitmen pemerintah pusat tersebut merupakan wujud keseriusan dalam memulihkan infrastruktur vital pascabencana.
“Presiden Prabowo telah memastikan pembangunan Jembatan Anduriang akan dilanjutkan,” kata Andre Rosiade dalam keterangan resminya.
Andre yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Sumatra Barat menuturkan, keputusan tersebut diambil setelah melalui serangkaian kajian teknis serta Rapat Koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Ia menambahkan, jembatan ini menjadi perhatian serius pemerintah karena berdampak langsung pada kelancaran distribusi barang dan jasa, serta aktivitas pendidikan dan kesehatan masyarakat setempat.
Anggaran Rp47 Miliar dari APBN
Pemerintah menetapkan pagu anggaran sebesar Rp47 miliar untuk pembangunan Jembatan Anduriang. Dana tersebut bersumber dari APBN dan telah disiapkan untuk digelontorkan sesuai tahapan pelaksanaan proyek. Penetapan anggaran ini, menurut Andre, menunjukkan bahwa pemulihan Sumatra Barat ditempatkan sebagai salah satu prioritas nasional.
“Anggaran Rp47 miliar dari APBN telah siap digelontorkan. Ini bukti komitmen pemerintah pusat terhadap pemulihan Sumatra Barat pascabencana,” tegas Andre.
Ia menjelaskan, penggunaan anggaran akan diawasi secara ketat agar tepat sasaran dan sesuai perencanaan teknis. Seluruh tahapan, mulai dari perencanaan, pengadaan, hingga pelaksanaan konstruksi, akan mengikuti mekanisme yang berlaku berdasarkan peraturan perundang-undangan. Pengawasan akan melibatkan instansi terkait di tingkat pusat maupun daerah.
Jadwal Pelaksanaan Februari 2027
Andre Rosiade menyatakan bahwa pengerjaan Jembatan Anduriang dijadwalkan dimulai pada Februari 2027. Jadwal tersebut ditetapkan dalam rapat pembahasan yang melibatkan kementerian terkait bersama pemerintah daerah. Penetapan jadwal ini menjadi acuan bagi seluruh pemangku kepentingan untuk menyiapkan diri, termasuk dalam hal dukungan lahan dan logistik konstruksi.
“Pengerjaannya dijadwalkan pada Februari 2027. Seluruh pihak harus bersiap agar pelaksanaan berjalan lancar dan tepat waktu,” ujar Andre.
Menurut Andre, penjadwalan tersebut mempertimbangkan kesiapan perencanaan teknis, proses pengadaan, serta kondisi lapangan pascabencana. Ia berharap, dengan jadwal yang telah ditetapkan, pembangunan dapat berjalan sesuai target dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat. Pemerintah daerah, lanjutnya, juga telah diminta menyiapkan dukungan agar proyek tidak mengalami hambatan.
Pemulihan Pascabencana Sumatra Barat
Pembangunan Jembatan Anduriang merupakan bagian dari langkah pemulihan yang lebih luas pascabencana di Sumatra Barat. Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah menyusun program rehabilitasi dan rekonstruksi secara terpadu, mencakup perbaikan jalan, jembatan, serta fasilitas publik lain yang terdampak. Koordinasi lintas sektor dilakukan agar penanganan berjalan cepat dan menyeluruh.
Presiden Prabowo, dalam berbagai kesempatan, menegaskan bahwa pemulihan daerah terdampak bencana tidak boleh berjalan lambat. Seluruh kementerian dan lembaga diminta bergerak cepat serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar program pemulihan berjalan efektif dan tepat sasaran. Langkah ini sekaligus menindaklanjuti komitmen negara dalam menghadirkan pelayanan publik yang andal.
Andre Rosiade mengapresiasi langkah pemerintah pusat yang responsif terhadap kebutuhan Sumatra Barat. Ia menilai, kepastian anggaran dan jadwal pelaksanaan menjadi sinyal kuat bahwa negara hadir di tengah masyarakat yang terdampak bencana. Menurutnya, pembangunan Jembatan Anduriang juga akan berdampak positif bagi pemulihan ekonomi daerah.
“Kami mengapresiasi keputusan pemerintah pusat. Kehadiran negara harus benar-benar dirasakan masyarakat, dan pembangunan Jembatan Anduriang adalah salah satu wujudnya,” tutup Andre.
Dengan ditetapkannya anggaran dan jadwal pelaksanaan, pemerintah berharap seluruh proses pembangunan Jembatan Anduriang dapat berjalan sesuai ketentuan. Masyarakat Sumatra Barat pun menantikan selesainya proyek tersebut agar aktivitas ekonomi dan mobilitas warga dapat kembali normal.
Comments (0)