Prabowo Instruksikan Kampus Garap Riset Industri Perkapalan
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan spesifik kepada seluruh perguruan tinggi di Indonesia untuk menjadik...
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan spesifik kepada seluruh perguruan tinggi di Indonesia untuk menjadikan industri perkapalan sebagai salah satu prioritas riset nasional. Arahan tersebut disampaikan dalam sebuah pertemuan terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu, 9 Juli 2026, dan langsung ditindaklanjuti oleh kementerian yang dipimpinnya. Industri kapal dinilai sebagai sektor strategis yang wajib dikuasai secara mandiri oleh bangsa Indonesia.
"Presiden Prabowo berpesan agar perguruan tinggi tidak hanya berhenti pada riset-riset dasar, melainkan harus mampu menjadi motor pengembangan teknologi di sektor strategis seperti perkapalan. Beliau menginginkan agar ketergantungan terhadap produk impor di sektor ini bisa dipangkas secara bertahap melalui rekayasa yang lahir dari kampus-kampus kita," ujar Brian Yuliarto di hadapan awak media usai mengikuti rapat koordinasi lintas kementerian di Gedung DPR/MPR, Senayan, Kamis (10/7/2026).
Latar Belakang Strategis Industri Kapal Nasional
Indonesia, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17.000 pulau, memiliki kebutuhan yang sangat tinggi terhadap alat transportasi laut. Namun demikian, data dari Kementerian Perindustrian menunjukkan bahwa kapasitas produksi galangan kapal dalam negeri baru mampu memenuhi sekitar 30 persen dari total kebutuhan kapal nasional, baik untuk konektivitas antarpulau, logistik, maupun pertahanan. Kesenjangan ini selama ini dipenuhi melalui impor kapal bekas maupun baru yang nilainya mencapai miliaran dolar Amerika Serikat per tahun.
Arahan Presiden Prabowo dinilai sebagai langkah politik untuk merealisasikan amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran yang menekankan asas kemandirian dan pemberdayaan industri pelayaran nasional. Riset perguruan tinggi diharapkan mampu mengisi celah teknologi yang selama ini menjadi hambatan utama bagi galangan kapal lokal untuk bersaing, terutama dalam hal desain, material baja khusus, sistem propulsi hemat energi, serta teknologi navigasi dan keselamatan pelayaran.
Kampus sebagai Pionir Inovasi Perkapalan
Mendiktisaintek Brian Yuliarto menjelaskan bahwa pihaknya akan segera menyusun payung hukum berupa Peraturan Menteri yang mengharuskan setiap perguruan tinggi negeri dan swasta untuk mengintegrasikan tema-tema riset kemaritiman, khususnya perkapalan, ke dalam program studi teknik dan sains. "Kami akan meluncurkan skema pendanaan khusus melalui Dana Abadi Pendidikan dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang difokuskan untuk penelitian terapan di bidang perkapalan. Tidak hanya itu, kami juga akan menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta kementerian teknis lain agar riset yang dihasilkan tidak berhenti di laboratorium," tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa sejumlah universitas dengan Fakultas Teknik Perkapalan dan Kelautan yang telah mapan, seperti Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Diponegoro, dan Universitas Hasanuddin, akan ditunjuk sebagai pusat unggulan yang membawahi perguruan tinggi lain dalam sebuah konsorsium nasional. Konsorsium ini akan bertanggung jawab langsung terhadap penyusunan peta jalan riset (research roadmap) industri kapal hingga tahun 2045, bertepatan dengan target Indonesia Emas. Salah satu fokus utamanya adalah pengembangan kapal perang dan kapal selam untuk memperkuat alat utama sistem persenjataan (alutsista) Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut.
Kolaborasi Lintas Sektor dan Hilirisasi
Menindaklanjuti arahan Presiden, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi akan duduk satu meja dengan Kementerian Perindustrian, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pertahanan, serta TNI AL dalam sebuah rapat koordinasi tingkat menteri yang dijadwalkan berlangsung pekan depan. Brian Yuliarto menyatakan bahwa sinergi ini penting untuk memastikan bahwa setiap prototipe dan temuan riset dari kampus dapat langsung diuji coba dan diadopsi oleh industri galangan kapal milik negara maupun swasta, seperti PT PAL Indonesia dan PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari.
"Hilirisasi riset adalah kunci. Kami tidak ingin lagi ada riset bagus yang hanya menjadi tumpukan kertas. Seluruh pemangku kepentingan harus memastikan bahwa setiap inovasi yang lahir dari kampus bisa langsung menyentuh lini produksi. Itu adalah perintah tegas Bapak Presiden," tambah Brian. Rencananya, pemerintah juga akan memberikan insentif fiskal bagi perusahaan galangan kapal yang bekerja sama dengan perguruan tinggi dalam program riset dan pengembangan, termasuk skema super tax deduction hingga 300 persen bagi biaya penelitian yang dikeluarkan.
Arahan ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa pemerintahan Prabowo Subianto menempatkan sektor maritim dan industri strategis sebagai pilar utama pembangunan ekonomi nasional. Dengan melibatkan kampus secara masif, pemerintah berharap akan lahir teknologi perkapalan kelas dunia yang lahir dari tangan-tangan putra-putri terbaik bangsa, mengurangi ketergantungan pada asing, serta menciptakan lapangan kerja baru di sektor manufaktur berteknologi tinggi.
Comments (0)