Prabowo Dorong Digitalisasi Koperasi di Puncak HUT ke-79
Jakarta, 12 Juli 2026 – Presiden Prabowo Subianto menghadiri langsung acara puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, pada Minggu. Kehadiran kepala negara be...
Jakarta, 12 Juli 2026 – Presiden Prabowo Subianto menghadiri langsung acara puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, pada Minggu. Kehadiran kepala negara bersama ribuan pegiat koperasi dari seluruh Indonesia menandai komitmen pemerintah untuk mendorong transformasi koperasi menjadi penggerak utama ekonomi kerakyatan. Dalam forum yang mengusung tema “Koperasi Inklusif, Ekonomi Tangguh” itu, Presiden didampingi oleh Menteri Koperasi dan UKM, sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju, serta Gubernur DKI Jakarta.
Sejak pagi, arena utama Istora telah dipadati oleh delegasi koperasi dari 38 provinsi. Rangkaian acara dibuka dengan laporan dari Menteri Koperasi dan UKM yang menyampaikan sejumlah pencapaian target koperasi nasional sepanjang tahun 2025–2026. Dalam laporannya, menteri menegaskan bahwa jumlah koperasi aktif di Indonesia kini telah mencapai 127.340 unit dengan total anggota lebih dari 28,7 juta orang. Kontribusi sektor koperasi terhadap produk domestik bruto nasional tercatat sebesar 5,8 persen, naik 0,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Transformasi Digital Jadi Prioritas
Di hadapan ribuan peserta, Presiden Prabowo menekankan bahwa koperasi tidak boleh tertinggal dalam gelombang digitalisasi. “Koperasi harus menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan yang adaptif terhadap zaman. Saya tidak ingin koperasi sekadar bertahan, tetapi harus memimpin transformasi digital di tingkat akar rumput,” ujar Presiden. Data Kementerian Koperasi dan UKM hingga triwulan pertama 2026 menunjukkan bahwa baru 34 persen koperasi yang telah mengadopsi platform digital untuk operasional maupun pemasaran. Presiden meminta agar angka tersebut dapat digenjot menjadi minimal 60 persen pada tahun 2029 melalui program “Koperasi Digital Nusantara” yang akan diluncurkan dalam waktu dekat.
Presiden juga menyoroti pentingnya integrasi koperasi dengan ekosistem ekonomi digital nasional, termasuk konektivitas dengan perusahaan rintisan dan platform perdagangan elektronik. “Jangan sampai koperasi kita hanya menjadi penonton di negeri sendiri. Mereka harus bisa menjual produk kopi dari petani anggota koperasi langsung ke pasar global lewat satu klik,” tegasnya. Untuk mewujudkannya, pemerintah berencana mengalokasikan insentif perpajakan bagi koperasi yang melakukan investasi teknologi informasi dan pelatihan sumber daya manusia secara berkelanjutan.
Capaian dan Tantangan Koperasi Nasional
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam acara tersebut, sektor koperasi berhasil mencatatkan total volume usaha sebesar Rp287,4 triliun sepanjang tahun 2025. Dari jumlah itu, koperasi simpam pinjam masih mendominasi dengan porsi 42 persen, disusul koperasi produsen dan koperasi konsumen sisanya. Namun, pemerintah mengingatkan masih ada sejumlah tantangan struktural, seperti belum meratanya penerapan tata kelola yang transparan, rendahnya rasio kepatuhan terhadap standar akuntansi koperasi, serta minimnya regenerasi pengurus di level daerah.
Menteri Koperasi dan UKM menjelaskan bahwa kementeriannya tengah menyelesaikan revisi Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Perlindungan, dan Pemberdayaan Koperasi. Aturan baru itu akan mewajibkan audit independen bagi koperasi dengan aset di atas Rp50 miliar serta memperkuat wewenang Otoritas Jasa Keuangan dalam pengawasan koperasi simpan pinjam berskala besar. “Kita ingin membangun kepercayaan publik. Koperasi yang sehat dan akuntabel adalah fondasi ekonomi kerakyatan yang kokoh,” ucap menteri dalam sambutannya.
Penghargaan dan Komitmen Pembiayaan
Pada puncak peringatan Hari Koperasi ke-79, Presiden Prabowo menyerahkan langsung Penghargaan Koperasi Mandiri Sejahtera kepada tujuh koperasi berprestasi dari berbagai kategori, termasuk koperasi pertanian, koperasi wanita, dan koperasi milenial. Salah satunya adalah Koperasi Mandiri Bogor yang berhasil mengekspor produk olahan pangannya ke tiga negara Asia Pasifik dengan nilai kontrak mencapai Rp12,6 miliar pada tahun lalu. Presiden menyebut penghargaan ini sebagai bukti bahwa koperasi Indonesia mampu bersaing di level global jika dikelola secara profesional.
Di kesempatan yang sama, pemerintah melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi mengumumkan peningkatan alokasi pembiayaan tahun 2027 sebesar Rp8,2 triliun, naik 22 persen dari pagu tahun berjalan. Dana tersebut akan disalurkan melalui skema bunga rendah untuk pengembangan usaha koperasi, khususnya di sektor pangan, energi terbarukan, dan pariwisata berbasis komunitas. Sebagai penutup, Presiden mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menempatkan koperasi sebagai arus utama pembangunan ekonomi yang inklusif. “Hari Koperasi bukan sekadar seremoni. Saya ingin kita pulang dari sini dengan satu tekad: koperasi maju, Indonesia berdaulat,” kata Presiden diiringi tepuk tangan ribuan hadirin.
Baca juga:
Comments (0)