Aug 29, 2026
Politik

Polsek Ciampea Bogor Sanksi 12 Pelajar Tawuran dengan Mengaji

Bogor — Sebanyak 12 pelajar di Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dijatuhi sanksi berupa kewajiban mengikuti kegiatan mengaji di Markas Polsek Ciampea setelah tertangkap tangan hendak m...

Polsek Ciampea Bogor Sanksi 12 Pelajar Tawuran dengan Mengaji

Bogor — Sebanyak 12 pelajar di Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dijatuhi sanksi berupa kewajiban mengikuti kegiatan mengaji di Markas Polsek Ciampea setelah tertangkap tangan hendak melancarkan aksi tawuran. Keputusan tersebut diambil jajaran Polsek Ciampea sebagai pengganti penanganan hukum formal, dengan pertimbangan para pelajar masih berstatus anak di bawah umur serta belum sempat melancarkan aksi perkelahian.

Para pelajar itu diamankan aparat kepolisian saat sedang berkumpul dan bersiap melakukan perkelahian antarkelompok di wilayah Ciampea. Berdasarkan pemeriksaan awal, mereka merencanakan tawuran dengan membawa sejumlah benda yang diduga akan digunakan sebagai senjata. Beruntung, aksi tersebut berhasil dicegah sebelum menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiil di tengah masyarakat.

Diamankan Sebelum Aksi Berlangsung

Pengamanan belasan pelajar tersebut bermula dari laporan warga yang resah melihat sekelompok remaja berkumpul di lokasi sepi pada malam hari. Menindaklanjuti laporan itu, petugas patroli Polsek Ciampea segera menuju lokasi dan mengamankan seluruh pelajar beserta barang bukti yang dibawa.

Kapolsek Ciampea menegaskan bahwa para pelajar berhasil digagalkan sebelum perkelahian massal benar-benar terjadi. “Mereka kami amankan lebih dulu sebelum aksi tawuran berlangsung, sehingga tidak ada korban jiwa maupun luka-luka,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat, 28 Agustus 2026.

Setelah dilakukan pemeriksaan, polisi kemudian memanggil orang tua dan pihak sekolah masing-masing pelajar. Proses ini ditempuh agar penanganan kasus tidak berhenti pada sanksi semata, melainkan turut melibatkan keluarga dan institusi pendidikan dalam pembinaan karakter para siswa ke depan.

Mengaji sebagai Bentuk Pembinaan

Alih-alih menempuh jalur hukum pidana, Polsek Ciampea memutuskan menjatuhkan sanksi pembinaan berupa kewajiban mengaji di mapolsek. Para pelajar diwajibkan hadir mengikuti kegiatan keagamaan tersebut secara rutin setiap Senin dan Kamis malam di bawah pengawasan langsung petugas jaga.

Pendekatan ini dinilai lebih tepat sasaran dibandingkan sanksi administratif belaka. Melalui kegiatan mengaji, para pelajar diharapkan memperoleh pembinaan mental dan spiritual yang mampu membentengi diri dari ajakan perkelahian di kemudian hari.

“Kami tidak ingin mereka berhenti hanya karena takut dihukum. Kami ingin mereka berubah karena kesadaran diri, salah satunya melalui pendidikan agama yang rutin,” kata Kapolsek Ciampea menegaskan.

Selama menjalani sanksi, para pelajar juga mendapat pendampingan dari petugas serta tokoh agama setempat. Kegiatan mengaji dirancang berlangsung berkelanjutan, bukan sekadar hukuman sesaat, agar dampak pembinaannya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Sinergi Polisi, Sekolah, dan Orang Tua

Persoalan tawuran pelajar di Kabupaten Bogor sejatinya menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Polsek Ciampea menilai upaya pencegahan tidak dapat dilakukan sendirian, melainkan membutuhkan sinergi antara kepolisian, sekolah, dan orang tua.

Pihak sekolah diminta memperketat pengawasan terhadap siswa, khususnya di luar jam pelajaran. Sementara itu, orang tua diimbau memantau pergaulan anak serta membatasi aktivitas di luar rumah pada malam hari yang rawan digunakan untuk berkumpul.

“Kami berharap sanksi mengaji ini menjadi pembelajaran bagi pelajar lainnya. Kami juga mengimbau sekolah dan orang tua untuk bersama-sama mengawasi anak-anak, karena mencegah lebih baik daripada menindak,” ujar Kapolsek Ciampea.

Setelah menyelesaikan masa pembinaan, para pelajar akan dipulangkan dan kembali menjalani aktivitas sekolah seperti biasa dengan catatan tidak mengulangi perbuatannya. Apabila kedapatan kembali terlibat tawuran, aparat tidak segan mengambil langkah hukum yang lebih tegas sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kegiatan mengaji di Mapolsek Ciampea pun disambut positif oleh sejumlah warga setempat. Mereka menilai pendekatan edukatif ini lebih manusiawi bagi anak-anak yang masih berstatus pelajar dan dinilai mampu menekan angka kenakalan remaja di wilayah Ciampea.

Hingga berita ini diturunkan, seluruh pelajar telah menjalani kegiatan mengaji perdana di bawah pendampingan petugas. Polsek Ciampea memastikan pembinaan akan terus berlanjut dan dilakukan evaluasi secara berkala terhadap perkembangan sikap para pelajar.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User