Polri Bongkar Penyelundupan Sabu 325 Kilogram Jaringan Tailan-Aceh, 4 Fakta Utama Terungkap

Jakarta – Tim gabungan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil mengungkap peredaran gelap narkotika jenis sabu seberat 325 kilogram menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Pol

Jul 06, 2026 - 13:32
0 0
Polri Bongkar Penyelundupan Sabu 325 Kilogram Jaringan Tailan-Aceh, 4 Fakta Utama Terungkap

Jakarta – Tim gabungan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil mengungkap peredaran gelap narkotika jenis sabu seberat 325 kilogram menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Polri. Sabu tersebut berasal dari jaringan internasional Tailan yang terhubung dengan pemasok di Aceh. Penangkapan ini menjadi salah satu tangkapan terbesar dalam beberapa bulan terakhir dan menunjukkan keseriusan aparat dalam memutus rantai sindikat narkoba lintas negara.

1. Kolaborasi Dua Tim Elite dan Bea Cukai

Pengungkapan dilakukan oleh Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri dan Satgas NIC Bareskrim yang masing-masing dipimpin Kombes Handik Zusen dan Kevin Leleury. Menariknya, operasi ini tidak berjalan sendiri. Bea Cukai Kanwil Aceh dan Bea Cukai Lhokseumawe ikut serta dalam proses penyergapan dan penggeledahan. Sinergi antarinstansi ini dinilai sebagai kunci suksesnya penindakan, mengingat rute penyelundupan kerap melibatkan pelabuhan kecil dan jalur laut yang rawan.

2. Modus Jalur Laut dan Jaringan Tailan yang Terbongkar

Barang haram tersebut diduga masuk melalui perairan Aceh menggunakan kapal nelayan. Jaringan Tailan, yang diketahui sudah lama menjadi target intelijen kepolisian, diduga menggunakan rute utara Sumatera untuk menghindari patroli di Selat Malaka. Dari hasil interogasi awal, sabu tersebut rencananya akan didistribusikan ke kota-kota besar di Jawa dan Sumatera. Satu tonase besar ini diperkirakan bisa menyelamatkan hingga 1,6 juta jiwa dari jeratan narkoba apabila diedarkan secara penuh.

3. Kronologi Penangkapan dan Barang Bukti

Dirtipidnarkoba Bareskrim, Brigjen Pol Eko Hadi, menyatakan bahwa tim berhasil menyita sabu dalam 325 bungkus setara kilogram. Penangkapan terjadi di dua lokasi berbeda di wilayah Aceh, dan sejumlah tersangka langsung diamankan. Sayangnya, polisi belum merilis detail identitas para pelaku karena masih dalam pengembangan. "Tim gabungan berhasil mengungkap peredaran gelap narkotika jenis sabu sebanyak 325 bungkus," kata Eko Hadi dalam keterangannya, Minggu (28/6/2026). Proses pendalaman akan terus berlanjut untuk menangkap bandar besar dan dalang di balik penyelundupan ini.

4. Momentum HUT Polri dan Komitmen Pemberantasan Narkoba

Pengungkapan kasus ini turut menjadi kado spesial bagi institusi Bhayangkara yang sebentar lagi genap berusia 80 tahun. Keberhasilan ini menegaskan bahwa Polri tidak pernah berhenti mengejar pelaku kejahatan luar biasa, termasuk narkotika berskala besar. Publik berharap pengadilan dapat memberikan vonis maksimal agar efek jera benar-benar terasa, serta koordinasi antarlembaga seperti yang ditunjukkan dalam operasi ini dapat menjadi model permanen.

Apaberita.com mencatat bahwa sepanjang 2025-2026, jalur Aceh menjadi titik masuk favorit sindikat sabu dari Malaysia dan Thailand. Dengan penyitaan 325 kilogram ini, total sabu yang digagalkan oleh Dittipidnarkoba Bareskrim sepanjang Juni 2026 mencapai hampir setengah ton.

Kombes Handik Zusen menambahkan bahwa pihaknya kini tengah menyisir kemungkinan keterlibatan residivis dan jaringan dalam negeri yang sudah lama bermain di Aceh. Polisi juga akan meminta bantuan kepolisian negara tetangga untuk melacak sumber dana dan jalur pengiriman internasionalnya. "Kami tidak akan berhenti di sini. Ini baru permulaan dari serangkaian operasi yang sudah kami rancang," tegasnya.

Jaringan Tailan sendiri bukanlah nama baru. Dalam beberapa laporan intelijen, kelompok ini diduga memiliki sel-sel kecil di wilayah pesisir Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi. Keberhasilan menyita 325 kilogram sabu hari ini diharapkan dapat mengungkap struktur komando mereka secara menyeluruh.

Masyarakat diimbau untuk terus melaporkan aktivitas mencurigakan di sekitar wilayah perairan dan pelabuhan tikus. Peran serta warga sangat penting karena sindikat ini sering menyamar sebagai nelayan atau pedagang ikan biasa. Polri dan Bea Cukai berjanji akan segera mempublikasikan hasil pengembangan kasus ini apabila situasi sudah memungkinkan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
putri-anggraini

Fact Checker. Memverifikasi klaim publik dan informasi viral.

Comments (0)

User