Polres Lubuk Linggau Bersihkan Masjid Lewat Program BELIDA

Lubuk Linggau — Personel Kepolisian Resor (Polres) Lubuk Linggau menggelar kerja bakti membersihkan Masjid Nurul Falah di Kelurahan Taba Jemekeh, Kecamatan Lubuk Linggau Timur I, pada Minggu (13/7/2...

Jul 14, 2026 - 17:52
0 0
Polres Lubuk Linggau Bersihkan Masjid Lewat Program BELIDA

Lubuk Linggau — Personel Kepolisian Resor (Polres) Lubuk Linggau menggelar kerja bakti membersihkan Masjid Nurul Falah di Kelurahan Taba Jemekeh, Kecamatan Lubuk Linggau Timur I, pada Minggu (13/7/2026). Kegiatan ini merupakan implementasi dari Program BELIDA (Bersih Lingkungan Desa dan Ibadah) yang digagas oleh Polres setempat sebagai wujud nyata penguatan sinergi antara institusi Polri dengan masyarakat.

Kapolres Lubuk Linggau, AKBP Muhammad Ridwan, yang memimpin langsung aksi sosial itu menegaskan bahwa Program BELIDA tidak sekadar aksi bersih-bersih, melainkan juga upaya sistematis membangun kedekatan emosional antara aparat keamanan dan warga melalui berbagai kegiatan yang menyentuh kepentingan publik. "Kami ingin masyarakat melihat bahwa kehadiran polisi bukan hanya dalam konteks penegakan hukum, tetapi juga sebagai mitra yang peduli terhadap lingkungan dan kehidupan beragama," ujarnya.

Kerja Bakti di Masjid Nurul Falah

Dimulai sejak pukul 07.30 WIB, puluhan personel dari berbagai satuan fungsi—termasuk Satbinmas, Satlantas, dan Sium—turun langsung membersihkan area masjid. Mereka menyapu lantai, mengepel, membersihkan kaca jendela, mengelap dinding keramik, hingga merapikan taman dan halaman parkir masjid. Beberapa personel juga dibantu oleh pengurus masjid dan warga sekitar yang antusias menyambut kehadiran polisi.

Ketua Pengurus Masjid Nurul Falah, H. Syamsul Bahri, menyatakan apresiasinya yang tinggi. "Kami sangat berterima kasih. Ini bukan kali pertama polisi datang membantu, tetapi dengan adanya program BELIDA ini lebih terorganisir. Kebersihan masjid jadi lebih terjaga, dan jamaah pun merasa lebih nyaman," tuturnya. Dalam kesempatan itu, personel Polres Lubuk Linggau juga menyerahkan bantuan berupa alat-alat kebersihan, seperti sapu, kain pel, dan cairan pembersih lantai, untuk digunakan oleh pengurus masjid secara berkelanjutan.

Program BELIDA: Sinergi Polri dan Masyarakat

Program BELIDA diluncurkan secara resmi pada awal Juli 2026 sebagai respons terhadap arahan Kapolda Sumatera Selatan mengenai pentingnya pemolisian masyarakat yang lebih humanis. Akronim BELIDA tidak hanya merujuk pada aktivitas bersih-bersih, tetapi juga mencakup tiga pilar utama: Bersih (kebersihan fasilitas umum dan rumah ibadah), Lingkungan (penghijauan dan pengelolaan sampah), serta Ibadah (mendukung kegiatan keagamaan warga).

Menurut AKBP Muhammad Ridwan, program ini dirancang untuk dilaksanakan secara rutin di seluruh wilayah hukum Polres Lubuk Linggau. Setiap pekan, satu masjid atau rumah ibadah lain di tingkat kelurahan/desa akan menjadi sasaran kerja bakti terjadwal. "Kami sudah koordinasikan dengan para kapolsek, agar program ini menjadi agenda tetap di setiap polsek. Tidak hanya masjid, tempat ibadah umat agama lain juga akan mendapat perhatian yang sama," jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, personel yang terlibat tidak hanya membersihkan fisik bangunan, tetapi juga menyempatkan diri untuk berinteraksi dengan para jamaah, mendengarkan keluhan terkait Kamtibmas, serta memberikan penyuluhan singkat tentang bahaya narkoba dan tertib berlalu lintas. Pola ini diharapkan mampu menciptakan komunikasi dua arah yang efektif antara warga dan kepolisian.

Dampak pada Kepercayaan Publik

Keberadaan Program BELIDA mulai menunjukkan dampak positif terhadap persepsi masyarakat terhadap Polri. Seorang warga RT 03 Kelurahan Taba Jemekeh, Rina Marlina, mengaku bahwa interaksi rutin seperti ini mengurangi jarak antara warga dan polisi. "Biasanya kalau ada polisi datang ke kampung, kami langsung khawatir ada masalah. Sekarang berbeda, mereka datang malah bantu bersihin masjid, jadi lebih akrab," katanya sambil ikut serta membersihkan teras masjid.

Hal senada disampaikan oleh tokoh pemuda setempat, Andi Pratama. Ia menilai program ini perlu dicontoh oleh institusi lain. "Polisi sudah menunjukkan bahwa tugas mereka bukan hanya menangkap orang jahat. Dengan bersih-bersih masjid, mereka juga menjaga moral dan spiritual masyarakat," ujarnya.

Keberlanjutan Program

Polres Lubuk Linggau berkomitmen untuk menjadikan Program BELIDA sebagai agenda tahunan yang terukur pencapaiannya. AKBP Muhammad Ridwan menambahkan bahwa setiap bulan akan dilakukan evaluasi, dengan parameter antara lain jumlah rumah ibadah yang disentuh, tingkat partisipasi warga, serta dampak terhadap penurunan angka kejahatan di wilayah sekitar. Data awal menunjukkan bahwa di kelurahan-kelurahan yang sudah dikunjungi, terjadi penurunan laporan gangguan ketertiban hingga 15 persen dalam dua pekan terakhir.

"Kami akan terus mengembangkan program ini. Ke depan, kami rencanakan untuk melibatkan lebih banyak unsur, seperti TNI, pemerintah kelurahan, dan organisasi masyarakat. Karena kebersihan dan kerukunan adalah tanggung jawab bersama," tegas Kapolres.

Kegiatan di Masjid Nurul Falah diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh imam masjid, sebelum para personel kembali ke tugas rutin mereka. Warga berharap aksi serupa terus berlanjut, sehingga kebersihan dan suasana religius tetap terjaga di tengah dinamika kehidupan perkotaan Lubuk Linggau yang terus berkembang.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User