BANTUL — Kepolisian Resor (Polres) Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), secara resmi memberikan penghargaan presisi kepada dua personel Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas). Penghargaan ini diserahkan atas dedikasi tinggi, loyalitas, serta inovasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah binaan masing-masing. Upacara penganugerahan berlangsung khidmat di lapangan apel Mapolres Bantul, dipimpin langsung oleh Kapolres Bantul AKBP Michael R. Risakotta.
Kedua personel yang menerima apresiasi tersebut dinilai berhasil membangun sistem deteksi dini konflik sosial serta aktif memberdayakan warga melalui program kelurahan tangguh secara swadaya. Penyerahan penghargaan ini menjadi simbol pengakuan institusi terhadap anggota yang berupaya melampaui panggilan tugas rutin demi stabilitas wilayah.
Kapolres Bantul menegaskan bahwa Bhabinkamtibmas merupakan ujung tombak Polri di tingkat tapak yang bersentuhan langsung dengan denyut kehidupan masyarakat harian. Oleh karena itu, integritas dan pendekatan humanis yang ditunjukkan para personel di lapangan berhak mendapatkan apresiasi tertinggi dari komando.
"Bhabinkamtibmas adalah cermin wajah kepolisian di mata publik. Ketika seorang Bhabinkamtibmas mampu menyelesaikan masalah warga dengan pendekatan problem-solving tanpa harus membawa perkara ke ranah hukum pidana, di situlah hakikat penegakan hukum yang berkeadilan dirasakan langsung," tegas Kapolres Bantul AKBP Michael R. Risakotta dalam amanatnya.
Urutan Pengabdian dan Inovasi Lapangan
Proses seleksi penentuan penerima penghargaan ini dilakukan melalui evaluasi ketat selama kurun waktu 6 bulan terakhir. Berdasarkan catatan Sie Propam dan Bagian SDM Polres Bantul, urutan capaian inovasi kedua personel tersebut meliputi:
- Mediasi Penanganan Konflik Pertanahan dan Warga: Berhasil mengedepankan asas restorative justice dalam 15 kasus keluarga dan tetangga tanpa menimbulkan gejolak sosial di desa binaan.
- Inovasi Pos Keamanan Lingkungan Digital: Mengembangkan sistem pelaporan cepat berbasis grup pesan singkat warga untuk merespons potensi kejahatan malam seperti kejahatan jalanan.
- Pendampingan Ekonomi Kreatif Pemuda Desa: Menginisiasi pembinaan kegiatan positif bagi remaja guna mencegah keterlibatan dalam geng motor dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang.
Analisis Efektivitas Pengamanan Berbasis Masyarakat
Pendekatan pemolisian masyarakat (community policing) yang diterapkan oleh Polres Bantul terbukti efektif menekan angka kriminalitas konvensional. Kehadiran fisik personel Bhabinkamtibmas di 75 kelurahan/kalurahan se-Kabupaten Bantul menciptakan rasa aman yang terukur dan berkelanjutan.
| Indikator Kinerja Kamtibmas | Sebelum Program Intensif | Setelah Intervensi Bhabinkamtibmas |
|---|---|---|
| Tingkat Penyelesaian Masalah (Problem Solving) | 62% | 91% |
| Rata-rata Waktu Respon Aduan Warga | 45 Menit | 12 Menit |
| Partisipasi Poskamling Aktif | 48% Desa | 85% Desa |
Pengamat Kepolisian dari Lembaga Studi Keamanan Daerah, Dr. Bambang Wijayanto, menilai langkah apresiatif Polres Bantul sangat penting untuk menjaga moral prajurit di lapangan. Menurutnya, motivasi internal anggota kepolisian berbanding lurus dengan kualitas pelayanan publik yang dihadirkan.
"Bhabinkamtibmas bekerja di area yang sangat rentan gesekan sosial. Apresiasi berupa penghargaan komando tidak hanya meningkatkan moral individu, tetapi juga mentransformasi paradigma kepolisian dari pendekatan reaktif represif menuju preventif edukatif," ujar Bambang Wijayanto saat dihubungi terpisah.
Melalui penganugerahan penghargaan ini, Polres Bantul berharap seluruh jajaran pengemban fungsi Bhabinkamtibmas terus memperkuat sinergi dengan Babinsa TNI, aparatur kelurahan, serta elemen masyarakat setempat. Komitmen ini dipandang krusial dalam menjaga kondusivitas Kabupaten Bantul, khususnya dalam menghadapi dinamika sosial di masa mendatang.
Comments (0)