Sep 16, 2026
DI Yogyakarta

YOGYAKARTA — BPPTKG Catat Puluhan Guguran Lava Gunung Merapi Sepekan

YOGYAKARTA, Apaberita.com — Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang ter

YOGYAKARTA — BPPTKG Catat Puluhan Guguran Lava Gunung Merapi Sepekan

YOGYAKARTA, Apaberita.com — Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah masih berada pada tingkat yang sangat tinggi. Dalam pemantauan sepekan terakhir, tercatat puluhan kali guguran lava serta ratusan aktivitas kegempaan yang mengguncang tubuh gunung api aktif tersebut.

Melihat kondisi tersebut, otoritas kebencanaan menegaskan bahwa tingkat aktivitas Gunung Merapi masih dipertahankan pada status Level III (Siaga). Warga lereng Merapi dan wisatawan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya guguran lava, Awan Panas Guguran (APG), maupun banjir lahar hujan di sungai-sungai yang berhulu di puncak Merapi.

Kronologi dan Catatan Aktivitas Vulkanik Sepekan

Berdasarkan data observasi berkala yang dirilis oleh BPPTKG, intensitas suplai magma menuju permukaan masih berlangsung secara kontinu. Hal ini memicu pertumbuhan kubah lava yang rentan runtuh sewaktu-waktu.

  1. Aktivitas Guguran Lava: Teramati sebanyak 47 kali guguran lava meluncur ke arah barat daya (sektor Kali Bebeng dan Kali Krasak) dengan jarak luncur maksimum mencapai ribuan meter dari puncak.
  2. Kegempaan Masif: Ratusan gempa tercatat oleh seismograf, meliputi gempa Guguran (RF), gempa Fase Banyak (MP), gempa Vulkanik Dangkal (VD), hingga gempa Tektonik Jauh yang mengindikasikan tekanan magma masih dinamis.
  3. Deformasi Tubuh Gunung: Pengukuran laju deformasi menggunakan Electronic Distance Measurement (EDM) menunjukkan pemendekan jarak yang konsisten, menandakan akumulasi tekanan di dalam tubuh gunung belum mereda.
"Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. Masyarakat kami minta tetap mematuhi rekomendasi jarak aman yang telah ditetapkan guna menghindari risiko awan panas guguran maupun lahar dingin," tulis pernyataan resmi BPPTKG.

Potensi Bahaya dan Wilayah Rentan

BPPTKG mengingatkan potensi bahaya saat ini mencakup guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara, bahaya mengancam aliran Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol sejauh 5 km.

Selain ancaman langsung dari puncak, ancaman sekunder juga patut diwaspadai mengingat intensitas hujan di kawasan lereng masih fluktuatif:

  • Bahaya Lahar Hujan: Endapan material erupsi yang menumpuk di hulu sungai dapat berubah menjadi lahar dingin saat diguyur hujan deras.
  • Gangguan Abu Vulkanik: Apabila terjadi letusan atau runtuhan awan panas berintensitas besar, lontaran abu vulkanik dapat berdampak pada kesehatan pernapasan dan aktivitas penerbangan.

Rekomendasi Mitigasi bagi Warga dan Penambang

BPPTKG meminta pemerintah daerah di Kabupaten Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten untuk senantiasa siap siaga. Para penambang pasir di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi diminta menghentikan aktivitas di dalam zona bahaya yang direkomendasikan. Wisatawan juga dilarang melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya demi keselamatan bersama.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User