Oct 14, 2026
Politik

Polisi Ungkap Catridge Vape Mengandung Etomidate

Jakarta — Penyidik Satuan Reserse Narkoba mengungkap temuan zat etomidate dalam sejumlah barang bukti berupa catridge vape yang disita dari sejumlah lokasi berbeda. Zat tersebut merupakan senyawa hi...

Polisi Ungkap Catridge Vape Mengandung Etomidate

Jakarta — Penyidik Satuan Reserse Narkoba mengungkap temuan zat etomidate dalam sejumlah barang bukti berupa catridge vape yang disita dari sejumlah lokasi berbeda. Zat tersebut merupakan senyawa hipnotik yang lazim digunakan dalam tindakan medis anestesi, namun kini disalahgunakan dalam produk rokok elektrik. Temuan ini menandai babak baru dalam penanganan kasus penyalahgunaan narkotika golongan tertentu di Indonesia.

Kronologi Penemuan Barang Bukti

Berdasarkan keterangan resmi yang disampaikan dalam konferensi pers di Markas Besar Kepolisian, penyidik menyatakan bahwa barang bukti tersebut diperoleh dari hasil penggerebekan di tiga lokasi berbeda. Dalam razia tersebut, petugas mengamankan sejumlah catridge vape dengan berbagai merek dan rasa. Pemeriksaan awal di laboratorium forensik menunjukkan bahwa cairan di dalam catridge mengandung etomidate sebagai komponen utama.

"Hasil uji laboratorium memastikan bahwa cairan dalam barang bukti mengandung etomidate. Zat ini termasuk dalam kategori obat keras yang penggunaannya harus berdasarkan resep dokter," tegas Kepala Bidang Humas Polda dalam keterangan persnya.

Penyidik menambahkan bahwa barang bukti tersebut dikemas dalam kemasan yang menyerupai produk legal, sehingga sulit dibedakan oleh masyarakat awam. Modus ini dinilai sebagai upaya pelaku untuk mengelabui pengawasan otoritas dan memperluas pasar di kalangan anak muda.

Etomidate dan Dampak Kesehatannya

Etomidate merupakan senyawa yang bekerja cepat menekan sistem saraf pusat. Dalam dunia medis, zat ini digunakan secara terbatas untuk induksi anestesi pada tindakan operasi tertentu. Penggunaan tanpa pengawasan medis dapat menyebabkan penurunan kesadaran mendadak, depresi pernapasan, hingga risiko henti jantung.

Berdasarkan keterangan ahli farmakologi, paparan etomidate dalam dosis tidak terkontrol dapat menimbulkan efek sedasi berkepanjangan. Pengguna yang menghirup cairan tersebut berulang kali berpotensi mengalami gangguan kognitif, ketergantungan, serta kerusakan organ bila dikonsumsi dalam jangka panjang.

"Etomidate bukan zat yang boleh diperjualbelikan bebas. Penyalahgunaannya sangat berbahaya karena dapat menekan fungsi vital tubuh dalam hitungan menit," ujar ahli farmakologi dari sebuah institusi kesehatan nasional.

Langkah Hukum dan Penindakan

Penyidik telah menetapkan sejumlah tersangka dalam kasus ini. Mereka dijerat dengan pasal berlapis, termasuk Undang-Undang Narkotika dan Undang-Undang Kesehatan. Ancaman hukuman yang dikenakan meliputi pidana penjara maksimal dua puluh tahun dan denda miliaran rupiah.

Selain penindakan terhadap pelaku, kepolisian menyatakan akan menindaklanjuti kasus ini dengan berkoordinasi bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan serta Kementerian Kesehatan. Rapat koordinasi lintas lembaga akan digelar untuk memetakan jalur distribusi dan menutup celah peredaran zat berbahaya tersebut.

Dalam rapat pleno internal, pimpinan satuan reserse menegaskan bahwa pengawasan terhadap produk vape akan diperketat. Petugas akan melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah gerai dan gudang distribusi di wilayah hukum terkait.

"Kami tidak akan berhenti pada penangkapan pelaku. Kami akan membongkar jaringan yang memasok zat ini hingga ke akar-akarnya," menyatakan Kepala Satuan Reserse Narkoba.

Imbauan kepada Masyarakat

Otoritas kesehatan mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih waspada terhadap produk vape yang dijual tanpa izin resmi. Masyarakat diminta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan indikasi peredaran cairan vape dengan efek tidak wajar, seperti rasa kantuk berlebihan atau kehilangan kesadaran setelah penggunaan.

Kepolisian juga menegaskan akan meningkatkan patroli siber untuk memantau penjualan produk serupa melalui platform daring. Berdasarkan data sementara, peredaran catridge berisi etomidate telah menyentuh sejumlah kota besar dan diduga menyasar pasar remaja dan dewasa muda.

Kasus ini menjadi peringatan bahwa penyalahgunaan zat medis terus berkembang seiring inovasi produk konsumsi. Penegakan hukum, pengawasan peredaran, dan edukasi publik dinilai harus berjalan beriringan agar dampak buruknya dapat dicegah secara menyeluruh.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User