Polisi Temukan Dua Potong Kaki Korban Mutilasi Saepul di Depok

JAKARTA — Polda Metro Jaya mengonfirmasi penemuan dua potong bagian kaki yang diduga kuat milik Saepul, korban pembunuhan dengan modus mutilasi, di aliran Kali Grogol, Kota Depok, Jawa Barat. Temuan...

Polisi Temukan Dua Potong Kaki Korban Mutilasi Saepul di Depok

JAKARTA — Polda Metro Jaya mengonfirmasi penemuan dua potong bagian kaki yang diduga kuat milik Saepul, korban pembunuhan dengan modus mutilasi, di aliran Kali Grogol, Kota Depok, Jawa Barat. Temuan tersebut diperoleh setelah tim gabungan melakukan penyisiran menyeluruh di sepanjang bantaran sungai menindaklanjuti laporan mengenai hilangnya sejumlah anggota tubuh korban. Hingga kini, proses pencocokan antara bagian tubuh yang baru ditemukan dengan temuan-temuan sebelumnya masih terus dilakukan oleh penyidik bersama tim forensik.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menegaskan bahwa kedua potongan kaki tersebut langsung diamankan petugas pada saat penemuan dan kemudian dibawa untuk menjalani serangkaian pemeriksaan ilmiah. Ia menyatakan pihaknya belum dapat menetapkan secara resmi kesesuaian temuan itu dengan korban sebelum seluruh rangkaian analisis laboratorium selesai dikerjakan.

"Benar, kami menemukan dua potong bagian kaki di Kali Grogol, Depok. Untuk saat ini, tim kami masih melakukan pencocokan dengan bagian tubuh lainnya agar dapat dipastikan kesesuaiannya," ujar Budi Hermanto dalam keterangan resminya di Jakarta.

Budi menambahkan, kehati-hatian dalam penetapan identitas menjadi prioritas utama aparat karena berkas perkara dan proses hukum selanjutnya sangat bergantung pada kepastian data korban. Oleh sebab itu, kata dia, masyarakat diminta tidak lebih dahulu berspekulasi mengenai hasil penyelidikan yang belum difinalkan oleh penyidik.

Identifikasi Lewat Pemeriksaan Forensik dan Uji DNA

Berdasarkan prosedur kepolisian, setiap potongan tubuh yang ditemukan di lokasi kejadian wajib melewati tahapan identifikasi ilmiah sebelum ditetapkan sebagai milik korban. Tim dokter forensik akan memeriksa sejumlah ciri fisik, mulai dari struktur tulang, bekas luka, hingga karakteristik kulit, sebagai bahan pembanding awal terhadap data yang telah direkam penyidik sejak kasus mutilasi ini pertama kali ditangani.

Apabila pemeriksaan fisik belum memberikan kepastian, penyidik dapat melanjutkan ke pengujian deoxyribonucleic acid (DNA) dengan membandingkan profil genetik potongan tubuh terhadap sampel keluarga terdekat korban. Metode ini dinilai paling akurat untuk menetapkan identitas, terlebih pada kasus pembunuhan dengan pemotongan anggota tubuh yang menyulitkan pengenalan secara visual.

Hasil akhir pemeriksaan tersebut nantinya akan dituangkan dalam visum et repertum yang menjadi salah satu alat bukti penting dalam penyidikan. Dokumen itu akan menjadi rujungan penyidik dalam menetapkan status korban sekaligus merangkai kronologi perlakuan yang dialami korban sebelum meninggal dunia.

Penyisiran Gabungan di Sepanjang Aliran Kali Grogol

Penemuan dua potong kaki ini merupakan buah dari operasi penyisiran yang melibatkan personel Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Polres Metro Depok, serta unsur pendukung teknis lainnya. Tim disebar di sejumlah titik strategis aliran sungai dengan memperhitungkan arah aliran air, kedalaman sungai, dan kondisi lingkungan di sekitar lokasi penemuan.

Kehadiran unsur air dalam kasus mutilasi dinilai berpotensi mengubah kondisi anggota tubuh yang ditemukan, sehingga penanganannya memerlukan kecermatan tinggi. Setiap temuan harus segera dijaga keasliannya agar tidak terkontaminasi, baik oleh faktor lingkungan maupun campur tangan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab di lokasi.

Penyelidikan Berlanjut, Pelaku Masih Dikejar

Dari sisi hukum, tindakan menghilangkan nyawa seseorang dengan disertai pemotongan anggota tubuh dapat dijerat dengan Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pembunuhan berencana, yang ancaman pidananya mencapai pidana mati atau penjara seumur hidup. Penetapan pasal final tetap menunggu hasil penyidikan menyeluruh, termasuk pengungkapan motif serta peran setiap pelaku yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

Menindaklanjuti perkembangan di lapangan, Polda Metro Jaya dikabarkan akan menggelar Rapat Koordinasi internal guna memetakan langkah penyelidikan berikutnya. Fokus utama penyidik adalah mengungkap motif pembunuhan, mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat, serta memastikan tidak ada ruang bagi para pelaku untuk menghilangkan jejak lain yang berkaitan dengan kasus ini.

Pihak kepolisian juga berharap masyarakat turut aktif menyampaikan informasi yang relevan. Setiap keterangan dari warga sekitar aliran kali maupun rekaman pengawasan di titik-titik lintasan yang dilalui korban diyakini dapat mempercepat tersingkapnya kasus dan mempertegas arah penyelidikan.

Penyidik menegaskan bahwa penyelidikan akan terus berlanjut hingga seluruh bagian tubuh korban berhasil ditemukan dan para pelaku tertangkap tangan. Kemajuan penanganan kasus dijanjikan akan disampaikan secara berkala kepada publik melalui konferensi pers resmi Polda Metro Jaya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User