Polisi Identifikasi Pelaku Teror Bom di SDN Srengseng Sawah

Jakarta – Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan mengonfirmasi telah mengantongi identitas pengirim ancaman teror bom yang menyasar SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan,...

Jul 13, 2026 - 16:25
0 0
Polisi Identifikasi Pelaku Teror Bom di SDN Srengseng Sawah

Jakarta – Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan mengonfirmasi telah mengantongi identitas pengirim ancaman teror bom yang menyasar SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Senin (13/7/2026) pagi. Tim gabungan Reserse Kriminal dan Brimob Polda Metro Jaya kini memburu terduga pelaku yang diduga kuat bertindak secara perseorangan.

Ancaman tersebut ditemukan oleh petugas kebersihan sekolah sekitar pukul 06.45 WIB dalam bentuk amplop cokelat yang diselipkan di bawah gerbang utama. Amplop itu berisi selembar kertas bertuliskan ancaman peledakan bom pada pukul 10.00 WIB. Pihak sekolah segera melapor ke Polsek Jagakarsa yang langsung meneruskan ke Polres Metro Jakarta Selatan. “Tim Gegana dan Penjinak Bom telah melakukan penyisiran menyeluruh sejak pukul 07.30 WIB. Hasilnya nihil, tidak ditemukan satu pun bahan peledak atau benda mencurigakan di seluruh area sekolah,” ujar Kapolsek Jagakarsa, AKBP Hary Sudwijanto, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Identitas Pelaku Terungkap dari Analisis Barang Bukti

Penyidik Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan berhasil mengidentifikasi terduga pengirim ancaman dalam waktu kurang dari 12 jam setelah olah tempat kejadian perkara. Identifikasi dilakukan melalui penggabungan keterangan saksi, analisis rekaman kamera pemantau di sekitar lokasi, dan pemeriksaan laboratorium forensik terhadap amplop serta kertas ancaman. “Kami menemukan sidik jari laten dan sampel DNA pada amplop yang cocok dengan salah satu identitas di basis data kami. Ditambah rekaman seorang pria yang terekam melintas di depan gerbang pada pukul 05.50 WIB dengan gerak-gerik mencurigakan, kami meyakini pelaku adalah warga setempat,” jelas Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Muhammad Reza Pahlevi, dalam konferensi pers di Mapolres.

Polisi belum mengumumkan nama terduga pelaku kepada publik untuk menghindari upaya pelarian diri, namun memastikan bahwa yang bersangkutan berdomisili di radius dua kilometer dari sekolah. Berdasarkan penelusuran, terduga pelaku diketahui pernah tercatat sebagai tenaga honorer di lingkungan Dinas Pendidikan setempat yang kontraknya tidak diperpanjang pada pertengahan 2025. Motif sementara mengarah pada kekecewaan personal, namun penyidik tidak menutup kemungkinan adanya tekanan psikologis yang melatarbelakangi tindakan tersebut.

Pelaku Masih Dalam Pengejaran, Dikenakan Pasal Berlapis

Kombes Pol Endra Zulpan, Kabid Humas Polda Metro Jaya, menyatakan tim operasi telah menyebar di sejumlah titik yang diduga menjadi tempat persembunyian terduga. “Kami sudah mengantongi surat perintah penangkapan. Seluruh jajaran Polsek dan Polres di Jabodetabek telah menerima deskripsi dan foto pelaku. Kita pastikan dalam 1x24 jam ke depan pelaku dapat diamankan,” tegasnya. Atas perbuatannya, terduga pelaku akan dijerat dengan Pasal 9 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, subsider Pasal 336 KUHP tentang ancaman kekerasan, serta Pasal 80 Undang-Undang Perlindungan Anak mengingat target ancaman adalah lembaga pendidikan dasar. Ancaman hukumannya mencapai 20 tahun penjara atau seumur hidup bila terbukti menimbulkan ketakutan massal.

Sementara itu, kegiatan belajar mengajar di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi diliburkan untuk hari yang sama. Sebanyak 312 siswa kelas I hingga VI yang sempat tiba di sekolah sebelum pukul 07.00 WIB dievakuasi ke Balai Warga Jagakarsa dan dikembalikan ke orang tua masing-masing. Dinas Pendidikan DKI Jakarta menerapkan pembelajaran jarak jauh sementara selama tiga hari ke depan sembari menunggu jaminan keamanan dari kepolisian. Tim psikososial dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak juga dikerahkan untuk memberikan pendampingan psikologis kepada para siswa yang merasa cemas akibat kejadian tersebut.

Kepala Sekolah SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Dra. Nenden Ratnasari, menyampaikan apresiasi atas respons cepat kepolisian. “Kami berterima kasih dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwajib. Keselamatan anak didik adalah prioritas utama kami,” ucapnya. Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar sekolah dilaporkan telah kondusif dengan penjagaan ketat dari anggota Bhabinkamtibmas dan Satpol PP. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi menyangkut ancaman ini, sembari terus melaporkan setiap aktivitas mencurigakan ke kantor polisi terdekat.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User