Polisi Identifikasi Lokasi Penemuan Jasad Sutrimo
Kepolisian Resor Bantul memastikan lokasi pasti penemuan jasad Sutrimo, 45 tahun, warga Padukuhan Kaliputih, Desa Sumberagung, Kecamatan Pleret, yang sempat simpang siur sejak dilaporkan hilang pada 9...
Kepolisian Resor Bantul memastikan lokasi pasti penemuan jasad Sutrimo, 45 tahun, warga Padukuhan Kaliputih, Desa Sumberagung, Kecamatan Pleret, yang sempat simpang siur sejak dilaporkan hilang pada 9 Juni 2026. Dalam konferensi pers di Mapolres setempat, Rabu (12/6), Kapolres Bantul Ajun Komisaris Besar Hendro Wibowo menegaskan bahwa jenazah korban ditemukan di sebuah saluran irigasi dangkal yang dikelilingi semak belukar di Dusun Kedung Banteng, Desa Wonolelo, pada pukul 07.15 WIB pagi tadi oleh seorang petani setempat bernama Wagiyono. ”Berdasarkan hasil identifikasi awal dan pengakuan saksi, lokasi tersebut sudah kami sterilkan dan kami nyatakan sebagai tempat kejadian perkara,” ungkap AKBP Hendro di hadapan awak media.
Kronologi dan Tempat Kejadian
Penemuan jasad berawal ketika Wagiyono yang tengah mengecek aliran air di saluran irigasi mencium aroma tak sedap dan menemukan benda mencurigakan yang terbungkus karung putih di antara tanaman liar. Setelah memastikan isinya, saksi segera melapor ke Kepala Dusun dan diteruskan ke Polsek Pleret. Petugas yang tiba di lokasi melakukan pengamanan area dan berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres Bantul. Saluran irigasi tersebut memiliki kedalaman kurang dari satu meter dan hanya dialiri air saat musim tanam. Saat ditemukan, karung berada di sisi timur saluran, tertutup ilalang setinggi pinggang orang dewasa.
Kapolsek Pleret Ajun Komisaris Dwi Maryanto yang pertama tiba di lokasi mengungkapkan bahwa penemuan tersebut langsung dikaitkan dengan laporan orang hilang yang masuk dua hari sebelumnya. ”Keluarga sudah membuat laporan resmi pada 10 Juni setelah Sutrimo tidak kunjung pulang sejak Senin malam. Ciri-ciri yang kami terima sangat cocok, termasuk pakaian yang dikenakan,” jelas AKP Dwi Maryanto. Tim lantas memperluas penyisiran dan menemukan sejumlah barang bukti di sekitar lokasi, termasuk seutas tali rafia dan potongan kardus bertuliskan nama korban yang kini dibawa ke laboratorium forensik.
Kondisi Jasad dan Identifikasi Awal
Berdasarkan pemeriksaan medis sementara oleh dokter forensik Rumah Sakit Bhayangkara Polda Daerah Istimewa Yogyakarta, dr. Ratna Kusuma, korban mengalami sejumlah luka lebam di bagian kepala dan leher. ”Kami temukan luka memar yang diduga akibat benda tumpul. Belum bisa dipastikan penyebab kematian, tapi tanda-tanda kekerasan sangat jelas. Kami masih menunggu hasil autopsi menyeluruh untuk memastikan waktu kematian dan mekanisme pastinya,” ujar dr. Ratna di sela proses identifikasi di kamar jenazah RS Bhayangkara.
Pihak keluarga yang diwakili adik kandung korban, Sri Wahyuni, turut hadir saat proses pencocokan ciri-ciri fisik. Ia memastikan bahwa pakaian yang melekat di jasad, yaitu kemeja batik lengan panjang bercorak cokelat dan celana hitam, merupakan pakaian terakhir yang dikenakan Sutrimo saat meninggalkan rumah pada Senin malam, sekitar pukul 20.00 WIB, dengan alasan hendak menemui rekan bisnis di kawasan Piyungan. ”Kami sudah yakin itu Mas Sutrimo. Tapi kami serahkan sepenuhnya pada proses hukum dan berharap polisi segera menangkap pelaku,” tutur Sri dengan suara bergetar. Polisi juga mengambil sampel DNA dari anggota keluarga untuk memastikan identitas secara ilmiah.
Pernyataan Resmi dan Langkah Lanjutan
Dalam rapat koordinasi tertutup yang digelar langsung setelah konferensi pers, Kapolres AKBP Hendro Wibowo memimpin perumusan langkah penyelidikan dan menetapkan tim gabungan dari Satreskrim Polres Bantul bersama Unit Jatanras Polda DIY. ”Kami membentuk tim khusus berjumlah 15 personel yang akan menindaklanjuti semua petunjuk. Beberapa saksi sudah kami kantongi, dan saat ini kami tengah mendalami keterangan orang terdekat korban serta melakukan pengecekan rekaman kamera pengawas di sekitar rute yang diduga dilalui korban,” tegas AKBP Hendro.
Lebih lanjut, Kapolres menjelaskan bahwa pihaknya belum bisa menyimpulkan motif di balik pembunuhan tersebut karena masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan saksi. Namun, berdasarkan keterangan awal keluarga, korban diketahui tidak memiliki musuh pribadi dan berprofesi sebagai pedagang bahan bangunan yang cukup dikenal di wilayah Pleret dan sekitarnya. Polisi juga menelusuri aktivitas korban selama 24 jam sebelum menghilang, termasuk janji pertemuan bisnis yang disebut-sebut menjadi alasan korban keluar rumah pada malam kejadian. ”Kami meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing spekulasi. Jika ada yang melihat atau mendengar hal mencurigakan di wilayah Kedung Banteng pada rentang 9–12 Juni, segera laporkan ke kami,” tutup AKBP Hendro seraya menyebut rencana autopsi akan dilakukan pada Kamis (13/6) dan hasilnya akan diumumkan kepada publik selambatnya tiga hari kerja setelahnya.
Saat ini jasad Sutrimo masih berada di kamar jenazah RS Bhayangkara untuk proses autopsi lebih lanjut. Sementara itu, lokasi penemuan di Dusun Kedung Banteng masih dipasangi garis polisi dan dijaga ketat oleh anggota Bhabinkamtibmas setempat. Polres Bantul memastikan akan memberikan perkembangan kasus ini secara bertahap dan membuka posko pengaduan di Mapolsek Pleret bagi warga yang merasa memiliki informasi terkait.
Comments (0)