Oct 12, 2026
Politik

Polisi Bekuk Lima Pemuda Hendak Tawuran di Duren Sawit

JAKARTA — Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur mengamankan lima pemuda yang diduga hendak melakukan aksi tawuran di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur. Penangkapan tersebut dilakukan pada dini hari ...

Polisi Bekuk Lima Pemuda Hendak Tawuran di Duren Sawit

JAKARTA — Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur mengamankan lima pemuda yang diduga hendak melakukan aksi tawuran di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur. Penangkapan tersebut dilakukan pada dini hari ketika petugas menerima laporan dari warga mengenai adanya sekelompok pemuda yang berkumpul dengan membawa senjata tajam di jalanan permukiman.

Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly, menyatakan bahwa kelima pemuda tersebut diamankan sebelum aksi tawuran sempat terjadi. "Berdasarkan informasi dari masyarakat, kami langsung bergerak ke lokasi dan mengamankan lima orang yang diduga akan melakukan tawuran," ujar Kombes Pol Nicolas dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu.

"Berdasarkan informasi dari masyarakat, kami langsung bergerak ke lokasi dan mengamankan lima orang yang diduga akan melakukan tawuran," ujar Kombes Pol Nicolas.

Kronologi Penangkapan

Menurut keterangan kepolisian, penangkapan bermula dari laporan warga yang resah melihat sekelompok pemuda berboncengan sepeda motor sambil membawa benda mencurigakan berupa senjata tajam jenis celurit dan pedang pada Selasa malam. Petugas dari Unit Reskrim Polsek Duren Sawit yang menindaklanjuti laporan tersebut segera melakukan penyisiran di lokasi yang dilaporkan.

Setibanya di lokasi, aparat mendapati lima pemuda yang tengah berkumpul di sebuah gang. Saat hendak didekati, para pemuda tersebut berupaya melarikan diri, namun petugas berhasil mengamankan kelimanya beserta barang bukti berupa dua bilah senjata tajam, satu unit sepeda motor, dan sejumlah telepon seluler.

"Kami amankan lima orang beserta barang bukti senjata tajam. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini," tegas Kombes Pol Nicolas.

Barang Bukti Diamankan

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menyita sejumlah barang bukti yang diduga akan digunakan dalam aksi tawuran. Barang bukti tersebut antara lain dua bilah senjata tajam, satu unit sepeda motor, serta beberapa telepon seluler yang diduga digunakan untuk berkomunikasi dengan kelompok lain.

Kelima pemuda yang diamankan berinisial AF (19), MR (18), DS (17), RA (16), dan IK (15). Dua di antaranya masih berstatus pelajar di bawah umur, sehingga penanganan kasusnya akan dilakukan dengan pendekatan khusus sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan tentang sistem peradilan pidana anak.

"Dua di antaranya masih di bawah umur. Untuk itu, kami akan menindaklanjuti dengan pendekatan yang sesuai aturan perundang-undangan," jelas Kapolres.

Langkah Hukum dan Imbauan Kamtibmas

Kepolisian menyatakan bahwa kelima pemuda tersebut kini menjalani pemeriksaan intensif di Polsek Duren Sawit. Mereka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang senjata tajam, dengan ancaman hukuman maksimal sepuluh tahun penjara. Untuk pelaku di bawah umur, penyidik akan berkoordinasi dengan Balai Pemasyarakatan dan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak.

Kapolres juga menegaskan bahwa pihaknya akan meningkatkan patroli di kawasan rawan tawuran, khususnya pada jam-jam rawan menjelang dini hari. Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Jakarta Timur.

"Kami akan terus meningkatkan patroli di titik-titik rawan. Kami juga mengimbau orang tua untuk mengawasi anak-anaknya agar tidak terlibat dalam kegiatan yang melanggar hukum," imbuh Kombes Pol Nicolas.

Kasus ini menjadi perhatian lantaran tawuran antarkelompok pemuda masih kerap terjadi di sejumlah wilayah Jakarta. Kepolisian mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh pemuda, dan lembaga pendidikan, untuk bersama-sama melakukan upaya pencegahan sejak dini. Peran aktif warga melaporkan potensi gangguan keamanan dinilai krusial agar aksi serupa dapat dicegah sebelum menimbulkan korban.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User