Institut Media Digital Emtek (IMDE) bersama Frans Seda Foundation (FSF) resmi menyelenggarakan kompetisi film vertikal yang menyasar pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Lomba tersebut ditetapkan sebagai wadah pengembangan literasi digital sekaligus ruang ekspresi kreatif generasi muda dalam memanfaatkan teknologi produksi audiovisual berbasis gawai.
Penetapan penyelenggaraan lomba ini menindaklanjuti kebutuhan peningkatan kompetensi pelajar di bidang media digital, seiring tumbuhnya konsumsi konten video pendek berformat vertikal di berbagai platform. IMDE selaku institusi pendidikan tinggi di bidang media digital menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menjembatani kemampuan teknis pelajar dengan pemahaman etika penyiaran dan tanggung jawab konten.
Latar Belakang Penyelenggaraan Kompetisi
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, penyelenggaraan lomba berangkat dari meningkatnya kebutuhan tenaga terampil di industri media digital nasional. Format film vertikal dipilih lantaran relevan dengan perilaku konsumsi audiens masa kini, khususnya kelompok usia muda. IMDE menilai pelajar SMA dan SMK memiliki potensi besar untuk mengisi ruang industri kreatif apabila dibekali keterampilan produksi yang terstruktur.
FSF, sebagai mitra penyelenggara, menyatakan dukungannya terhadap agenda tersebut. Kolaborasi ini dipandang sejalan dengan misi yayasan dalam memajukan pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia, khususnya di kawasan Indonesia timur dan wilayah lain yang membutuhkan pemerataan akses pendidikan media.
"Kami ingin memastikan pelajar tidak hanya menjadi konsumen konten, tetapi juga mampu menjadi produsen yang bertanggung jawab," demikian pernyataan yang disampaikan terkait tujuan penyelenggaraan lomba.
Ketentuan dan Sasaran Peserta
Kompetisi ini terbuka bagi pelajar aktif jenjang SMA dan SMK. Peserta diarahkan menghasilkan karya film pendek berorientasi vertikal yang mengangkat tema-tema relevan, termasuk isu sosial, budaya, pendidikan, dan kehidupan remaja. Dewan penilai akan mengevaluasi karya berdasarkan aspek narasi, kualitas visual, originalitas gagasan, serta kesesuaian pesan dengan kaidah etika komunikasi.
IMDE menegaskan bahwa proses penjurian dilakukan secara bertahap, mulai dari seleksi administrasi, penyaringan karya, hingga penetapan pemenang dalam rapat pleno dewan juri. Penetapan juara akan didasarkan pada keputusan kolektif yang mengedepankan prinsip objektivitas dan transparansi.
Harapan dan Tindak Lanjut
Penyelenggara berharap kompetisi ini mendorong lahirnya talenta muda di bidang perfilman digital. Selain kompetisi, IMDE dan FSF berencana menindaklanjuti kegiatan dengan program pendampingan, pelatihan produksi, serta pengenalan industri media kepada para peserta terpilih.
Kolaborasi kedua lembaga tersebut ditetapkan sebagai langkah strategis dalam memperkuat ekosistem media digital nasional. Melalui kegiatan ini, pelajar diharapkan mampu memahami proses produksi film secara profesional, sekaligus menyadari pentingnya tanggung jawab dalam menyebarkan karya kepada publik.
Comments (0)