Polisi Amankan Senpi di Sekolah Pondok Pinang Jaksel

JAKARTA, APABERITA — Kepolisian Sektor Kebayoran Lama bersama jajaran Polres Metro Jakarta Selatan mengamankan satu pucuk senjata api jenis revolver beserta sejumlah amunisi aktif dari sebuah sekola...

Polisi Amankan Senpi di Sekolah Pondok Pinang Jaksel

JAKARTA, APABERITA — Kepolisian Sektor Kebayoran Lama bersama jajaran Polres Metro Jakarta Selatan mengamankan satu pucuk senjata api jenis revolver beserta sejumlah amunisi aktif dari sebuah sekolah menengah pertama di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan, pada Selasa (11/6/2025). Temuan tersebut berawal dari laporan petugas kebersihan sekolah yang menemukan benda mencurigakan di dalam tas ransel yang ditinggalkan di area belakang kelas.

Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Agus Prasetyo membenarkan penemuan tersebut. Dalam keterangan resminya, ia menyatakan bahwa pihaknya menerima informasi sekitar pukul 09.30 WIB dari kepala sekolah terkait adanya benda mencurigakan. "Kami langsung menindaklanjuti laporan tersebut dengan menerjunkan tim patroli dan unit Reskrim ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara," ujarnya di lokasi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, senjata api tersebut ditemukan dalam kondisi terbungkus kain hitam di dalam tas berwarna abu-abu. Tas itu tergeletak di dekat toilet belakang gedung sekolah yang jarang dilalui siswa. Selain satu pucuk revolver kaliber 38, polisi juga menemukan enam butir peluru aktif yang masih tersimpan di dalam magazine. Barang bukti tersebut kini telah dibawa ke laboratorium forensik Polda Metro Jaya untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Identifikasi Pemilik Tas dan Rekaman CCTV

Kepolisian saat ini tengah mendalami kepemilikan tas dan senjata tersebut. Tim penyidik telah mengamankan rekaman kamera pengawas atau CCTV dari beberapa sudut sekolah. Berdasarkan pengamatan awal, terlihat seorang pria dewasa yang bukan berstatus guru atau karyawan sekolah memasuki area belakang gedung sekitar pukul 06.45 WIB, beberapa menit sebelum bel masuk.

"Kami belum dapat memastikan apakah pria tersebut adalah orang tua siswa, wali, atau pihak luar yang sengaja menitipkan barang. Saat ini kami sedang memeriksa beberapa saksi, termasuk satpam, petugas kebersihan, dan sejumlah guru yang berada di lokasi pada waktu kejadian," jelas Kompol Agus. Ia menambahkan bahwa pihak sekolah telah menyerahkan daftar nama siswa dan orang tua untuk membantu proses identifikasi.

Kepala Sekolah SMPN 57 Jakarta, Dra. Sri Wahyuni, M.Pd., menyatakan keterkejutannya atas temuan tersebut. Dalam rapat koordinasi darurat dengan pihak kepolisian dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta, ia menegaskan bahwa seluruh kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung normal namun dengan pengawasan ekstra. "Kami berkomitmen untuk menjaga keamanan siswa. Kami juga akan memperketat akses masuk dan keluar lingkungan sekolah serta meningkatkan patroli internal," katanya.

Dinas Pendidikan Minta Evaluasi Sistem Keamanan Sekolah

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta langsung mengeluarkan surat edaran kepada seluruh sekolah di wilayah Jakarta Selatan untuk melakukan audit keamanan menyeluruh. Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Dr. Budi Awaluddin, M.Si., menyatakan bahwa pihaknya akan membentuk tim pengawas khusus yang bertugas memeriksa prosedur keamanan di setiap satuan pendidikan.

"Kami meminta setiap sekolah untuk mengevaluasi sistem keamanan, termasuk prosedur penerimaan tamu, pengawasan area parkir, dan pengelolaan barang temuan. Ini adalah peringatan keras bagi kita semua bahwa keamanan sekolah harus menjadi prioritas utama," tegas Budi dalam konferensi pers di Balai Kota. Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk memperkuat program polisi sahabat anak dan siskamling di lingkungan sekolah.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan DKI Jakarta, terdapat lebih dari 1.200 sekolah menengah pertama di wilayah Jakarta Selatan yang kini diminta untuk melaporkan hasil evaluasi keamanan mereka paling lambat dalam waktu satu minggu. Sekolah yang gagal memenuhi standar keamanan akan dikenakan sanksi administratif, termasuk penundaan penerimaan bantuan operasional sekolah.

Polisi Periksa Latar Belakang dan Dugaan Keterkaitan

Penyidik Polres Metro Jakarta Selatan juga tengah mendalami kemungkinan keterkaitan senjata tersebut dengan jaringan peredaran gelap atau tindak kejahatan lain. Kepala Unit Reskrim Polsek Kebayoran Lama, Iptu Rendra Wijaya, menyatakan bahwa nomor seri senjata tersebut akan dilacak melalui database kepemilikan senjata api nasional.

"Kami akan melakukan pengecekan menyeluruh terhadap nomor seri dan riwayat kepemilikan. Jika terbukti terkait dengan tindak pidana, maka kasus ini akan ditingkatkan ke tingkat penyidikan lanjutan," ujar Iptu Rendra. Ia menambahkan bahwa pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Densus 88 Antiteror untuk memastikan tidak ada unsur radikalisme di balik penemuan tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, polisi masih memburu pria yang terekam CCTV. Masyarakat yang memiliki informasi diminta untuk menghubungi hotline Polres Metro Jakarta Selatan di nomor 110 atau datang langsung ke kantor polisi terdekat. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan bersama dalam menjaga lingkungan pendidikan dari potensi ancaman keamanan.

Pihak kepolisian juga mengimbau kepada orang tua siswa untuk lebih memperhatikan barang bawaan anak-anak mereka dan segera melaporkan jika menemukan hal yang mencurigakan di lingkungan sekolah. Sementara itu, kegiatan ekstrakurikuler dan acara sekolah lainnya untuk sementara waktu akan disesuaikan dengan protokol keamanan yang lebih ketat hingga situasi dinyatakan kondusif.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User