Polda Metro Cari Potongan Tubuh Korban Mutilasi di Kali Licin Depok

Polda Metro Jaya pada hari ini, Senin (10/2/2025), melakukan pencarian intensif terhadap potongan tubuh korban mutilasi di aliran Kali Licin, Kelurahan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat. Operasi pe...

Polda Metro Cari Potongan Tubuh Korban Mutilasi di Kali Licin Depok

Polda Metro Jaya pada hari ini, Senin (10/2/2025), melakukan pencarian intensif terhadap potongan tubuh korban mutilasi di aliran Kali Licin, Kelurahan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat. Operasi pencarian tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Wira Satya Triputra, bersama tim gabungan dari Satuan Brimob, Polres Metro Depok, dan Basarnas. Pencarian dilakukan menyusul ditemukannya sejumlah bagian tubuh manusia dalam kondisi terpotong oleh warga setempat pada Minggu pagi, 9 Februari 2025.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Karyoto, dalam keterangan resminya di lokasi kejadian menegaskan bahwa pihaknya telah membentuk tim khusus untuk mengusut kasus mutilasi tersebut. "Kami telah menindaklanjuti laporan warga dengan melakukan olah tempat kejadian perkara dan membentuk tim gabungan untuk mencari potongan tubuh lainnya di aliran Kali Licin. Berdasarkan informasi awal, korban diduga berjenis kelamin laki-laki dewasa," ujar Irjen Pol. Karyoto di hadapan awak media.

Proses Pencarian dan Temuan Awal

Dalam rapat koordinasi yang digelar di Posko Pencarian, Kombes Pol. Wira Satya Triputra menyatakan bahwa tim penyelam dari Batalyon B Pelopor Brimob telah diterjunkan untuk menyisir dasar kali sepanjang dua kilometer dari titik awal penemuan. "Kami menggunakan peralatan sonar dan kamera bawah air untuk mendeteksi objek yang mencurigakan. Hingga pukul 14.00 WIB, tim menemukan satu kantong plastik hitam berisi potongan lengan kanan korban yang tersangkut di akar pohon bambu," jelasnya.

Penemuan tersebut menambah daftar bagian tubuh yang berhasil diidentifikasi, setelah sebelumnya warga menemukan potongan kepala, kaki kiri, dan sebagian organ dalam di sekitar bantaran kali. Petugas dari Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polda Metro Jaya telah membawa seluruh temuan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk proses autopsi dan identifikasi lebih lanjut.

Penyelidikan dan Keterangan Saksi

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya menambahkan bahwa penyidik telah memeriksa 12 saksi, termasuk warga yang pertama kali menemukan potongan tubuh tersebut. "Berdasarkan keterangan saksi, potongan tubuh pertama kali ditemukan oleh seorang pemulung bernama Samsul (45) pada pukul 06.30 WIB saat sedang mencari barang bekas di sekitar bantaran kali. Kami juga telah meminta rekaman CCTV dari sejumlah rumah dan kantor di sekitar lokasi untuk melacak aktivitas mencurigakan," ujar Kombes Pol. Wira.

Pihak kepolisian belum dapat memastikan motif di balik aksi mutilasi tersebut. Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, ditemukan luka sayatan yang rapi pada setiap potongan tubuh, mengindikasikan pelaku memiliki pengetahuan anatomi atau menggunakan alat pemotong khusus. "Kami tidak menutup kemungkinan pelaku adalah tenaga medis atau orang yang pernah mendapatkan pelatihan bidang bedah. Ini masih dalam penyelidikan," tegasnya.

Koordinasi dengan Pemerintah Daerah

Wali Kota Depok, Mohammad Idris, yang turut hadir di lokasi, menyatakan bahwa Pemerintah Kota Depok akan memberikan dukungan penuh kepada kepolisian dalam proses penyelidikan. "Kami telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan untuk membersihkan area sekitar kali guna memudahkan pencarian. Selain itu, kami juga akan memasang penerangan tambahan di sepanjang jalur kali untuk mencegah aksi kriminal serupa," kata Mohammad Idris dalam keterangan tertulisnya.

Pencarian potongan tubuh korban akan terus dilakukan hingga batas waktu yang tidak ditentukan, mengingat kondisi arus Kali Licin yang cukup deras dan keruh. Tim gabungan juga akan memperluas area pencarian hingga ke muara Kali Ciliwung yang terhubung dengan Kali Licin. "Kami mengerahkan total 85 personel yang terbagi dalam tiga regu, bekerja secara bergantian selama 24 jam. Masyarakat diimbau untuk segera melapor jika menemukan bagian tubuh atau barang bukti lainnya," tutup Kombes Pol. Wira.

Hingga berita ini diturunkan, identitas korban masih belum diketahui. Polisi telah mengumpulkan data DNA dari keluarga yang melaporkan anggota keluarganya hilang dalam beberapa hari terakhir. Masyarakat yang memiliki informasi terkait kasus ini diminta menghubungi hotline Polda Metro Jaya di nomor 110 atau datang langsung ke kantor polisi terdekat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User