PKB Target Marzuki Mustamar Sebagai Bakal Calon Gubernur Jatim
Jakarta — Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) secara resmi menetapkan mantan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar, sebagai figur prioritas untu...
Jakarta — Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) secara resmi menetapkan mantan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar, sebagai figur prioritas untuk diusung dalam kontestasi Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2024. Keputusan tersebut muncul setelah serangkaian rapat konsolidasi internal yang digelar sepanjang pekan ini.
Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar, dalam keterangan tertulis yang dirilis Kamis (11/7/2024) di Kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, menyatakan bahwa nama Marzuki telah melalui proses penjaringan dan pertimbangan matang lintas struktur partai. “Kami melihat figur Kiai Marzuki sebagai representasi kekuatan kultural dan politik di Jawa Timur yang mampu merangkul seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Pertimbangan Strategis DPP
Muhaimin menegaskan, pilihan terhadap tokoh kelahiran Malang tersebut bukan semata didasarkan pada basis massa Nahdlatul Ulama yang besar di provinsi itu. Ia menekankan rekam jejak Marzuki sebagai ulama yang juga paham persoalan pembangunan dan kesejahteraan. “Pengalaman beliau sebagai Ketua PWNU Jatim periode 2018–2023 menunjukkan kapasitas kepemimpinan yang tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga transformatif di bidang pendidikan dan pemberdayaan ekonomi pesantren,” kata Muhaimin.
Ketua Dewan Syuro PKB, KH Maman Imanulhaq, menambahkan bahwa partainya membutuhkan figur dengan integritas tinggi dan tanpa beban politik di masa lalu. “Kami ingin memastikan calon yang diusung benar-benar diterima oleh basis akar rumput. Nama Kiai Marzuki sudah menjadi perbincangan luas di kalangan kiai kampung dan pengurus cabang,” jelasnya.
Respons DPW dan Proses Komunikasi Politik
Ketua Dewan Pengurus Wilayah PKB Jawa Timur, Abdul Halim Iskandar, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi intensif dengan Marzuki Mustamar. Ia menyebut, pertemuan terakhir berlangsung di Pondok Pesantren Sabilurrosyad, Malang, pada Sabtu (6/7/2024) lalu. “Kami sudah bersilaturahmi dan beliau membuka diri untuk mendengarkan aspirasi partai. Namun, soal keputusan final tetap kami serahkan sepenuhnya kepada mekanisme partai dan tentu kepada yang bersangkutan,” ujar Abdul Halim.
Ia juga mengungkapkan bahwa hasil Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) PKB Jatim yang digelar di Surabaya pada 2 Juli 2024 menghasilkan rekomendasi bulat untuk mengajukan Marzuki sebagai bakal calon gubernur. Rekomendasi tersebut kemudian dibawa ke tingkat nasional dan dibahas dalam rapat pleno DPP yang dipimpin langsung oleh Muhaimin Iskandar pada Selasa (9/7/2024).
Dukungan Koalisi dan Kesiapan Mesin Partai
Untuk memuluskan langkah pencalonan, PKB tidak menutup peluang membangun koalisi dengan partai lain. Sekretaris Jenderal DPP PKB, Hasanuddin Wahid, menyatakan bahwa partainya telah melakukan penjajakan awal dengan sejumlah kekuatan politik, termasuk Partai Gerindra dan Partai Demokrat. “Kami optimistis bisa memenuhi syarat minimal pencalonan. PKB sendiri sudah memiliki 20 kursi di DPRD Jatim, sehingga tinggal menambah beberapa mitra koalisi,” ujar Hasanuddin.
Di tingkat akar rumput, mesin partai mulai digerakkan. Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Jatim, Anik Maslachah, menyebut bahwa struktur partai hingga tingkat anak ranting telah diinstruksikan untuk menyosialisasikan figur Marzuki. “Kami targetkan seluruh 38 kabupaten/kota sudah melakukan konsolidasi pemenangan paling lambat akhir Juli ini,” tegasnya.
Rekam Jejak dan Mandat Moral
KH Marzuki Mustamar dikenal luas sebagai ulama moderat yang konsisten menyuarakan Islam rahmatan lil alamin dan spirit kebangsaan. Semasa memimpin PWNU Jatim, ia aktif menginisiasi program pemberdayaan ekonomi kerakyatan melalui koperasi pesantren dan pelatihan vokasi bagi santri. Selain itu, ia juga terlibat dalam penyelesaian sejumlah ketegangan sosial di wilayah Tapal Kuda dan Madura melalui pendekatan dialog budaya.
Pengamat politik dari Universitas Airlangga, Fadli Ramadhanil, menilai pencalonan Marzuki merupakan langkah strategis PKB untuk mengkonsolidasikan suara nahdliyin yang selama ini menjadi ceruk tradisional partai tersebut. “PKB membutuhkan kandidat yang tidak hanya dipandang sebagai politisi, tetapi juga memiliki otoritas moral. Dalam konteks Jatim, Kyai Marzuki memenuhi kriteria itu,” kata Fadli.
Hingga berita ini diturunkan, KH Marzuki Mustamar belum memberikan pernyataan resmi kepada media. Namun, sejumlah sumber di lingkungan pesantren mengindikasikan bahwa ia masih mempertimbangkan keputusan tersebut secara mendalam. “Beliau orangnya hati-hati. Kalau sudah mantap, baru akan memberikan jawaban, insyaallah dalam waktu dekat,” ujar salah satu pengurus pondok yang enggan disebutkan namanya.
Comments (0)