PKB Prediksi Pertarungan Sengit Jika Kaesang Maju di Dapil Puan
JAKARTA – Rencana Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep untuk maju sebagai calon anggota legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) pada Pemilu 2024 dari...
JAKARTA – Rencana Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep untuk maju sebagai calon anggota legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) pada Pemilu 2024 dari daerah pemilihan (dapil) yang menjadi basis utama PDI Perjuangan menuai tanggapan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Partai besutan Abdul Muhaimin Iskandar itu menilai, kehadiran putra bungsu Presiden Joko Widodo tersebut akan menghadirkan dinamika elektoral yang signifikan.
Respons Resmi PKB
Ketua DPP PKB Daniel Johan, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (5/10/2023), menyatakan partainya menghormati hak konstitusional setiap warga negara untuk berkompetisi dalam kontestasi pemilu. Ia menekankan, partainya tidak mempermasalahkan langkah politik Kaesang meskipun akan bertarung di wilayah yang selama ini menjadi kandang kuat Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani. Menurut Daniel, pertarungan di dapil tersebut akan berlangsung kompetitif apabila Kaesang benar-benar ditetapkan sebagai calon legislatif di sana.
"Apabila rencana itu terealisasi, saya kira persaingan di dapil Jawa Tengah, khususnya di wilayah yang selama ini dikuasai Mbak Puan, akan berlangsung sangat ketat. Ini akan menjadi salah satu medan pertempuran politik yang menarik di Jawa Tengah," ujar Daniel Johan.
Daniel menambahkan, PKB memandang kompetisi semacam ini sebagai bagian dari kematangan demokrasi elektoral. Ia menggarisbawahi bahwa faktor popularitas, jaringan relawan, dan kapasitas pendanaan kampanye akan menjadi penentu utama raihan suara di dapil dengan jumlah pemilih yang signifikan tersebut. Namun, ia menolak berspekulasi lebih jauh mengenai potensi perolehan suara Kaesang dan menyerahkan sepenuhnya kepada rakyat sebagai pemegang kedaulatan.
Peta Kekuatan Politik di Dapil Puan
Daerah pemilihan yang dimaksud adalah Dapil Jawa Tengah III yang meliputi Kota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Wonogiri, dan Kabupaten Karanganyar. Dapil ini selama dua periode terakhir menjadi basis suara terbesar PDI Perjuangan, dengan Puan Maharani sebagai caleg petahana yang selalu meraup suara tertinggi. Pada Pemilu 2019, Puan memperoleh 404.034 suara sah, menjadikannya sebagai salah satu caleg dengan raihan suara personal tertinggi nasional.
Kehadiran Kaesang yang diusung PSI di wilayah ini dinilai akan menciptakan konfigurasi kontestasi yang berbeda dibanding pemilu sebelumnya. Kota Surakarta, sebagai pusat dari dapil ini, merupakan lokasi di mana Kaesang memiliki akar kultural yang kuat sebagai putra mantan Wali Kota Solo Joko Widodo. Basis pendukung fanatik keluarga Presiden di wilayah itu diperkirakan akan bermigrasi sebagian dari PDI Perjuangan ke PSI, menciptakan pergeseran peta suara yang dapat merugikan partai berlambang banteng moncong putih tersebut.
PKB, yang dalam Pemilu 2019 menempatkan calegnya di dapil yang sama dan berhasil meraih satu kursi, turut mencermati perkembangan ini dengan saksama. Daniel Johan tidak menampik bahwa partainya tengah menghitung ulang strategi pencalegan di wilayah tersebut, termasuk menyiapkan kader yang mampu bersaing dengan figur-figur kuat dari partai lain.
Langkah Politik Kaesang di PSI
Kaesang Pangarep resmi bergabung dengan PSI pada 23 September 2023 dan hanya dua hari kemudian diangkat menjadi Ketua Umum PSI melalui Kopi Darat Nasional (Kopdarnas) di Djakarta Theater, Jakarta. Keputusan ini menuai sorotan luas karena PSI selama ini dikenal sebagai partai yang kerap bersikap kritis terhadap Presiden Jokowi dalam beberapa isu, meskipun belakangan merapat ke koalisi pendukung pemerintahan.
Wacana pencalegan Kaesang mengemuka setelah sejumlah elite PSI menyebutkan bahwa sang ketua umum akan maju sebagai caleg DPR RI dari dapil Jawa Tengah. Meskipun hingga saat ini belum ada pengumuman resmi terkait dapil pasti yang akan dipilih, sinyalemen kuat mengarah ke Dapil Jateng III. Langkah ini dipandang sebagai strategi PSI untuk mendongkrak elektabilitas partai yang pada Pemilu 2019 gagal memenuhi ambang batas parlemen nasional.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, Kaesang yang baru berusia 28 tahun pada Desember 2023 memenuhi syarat usia minimal untuk menjadi caleg DPR RI, yaitu 21 tahun. Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terhadap gugatan uji materi batas usia calon presiden dan wakil presiden juga tidak memengaruhi syarat pencalegan DPR.
Koalisi dan Strategi Partai Menuju 2024
Di tingkat nasional, PKB tergabung dalam Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) bersama Partai Gerindra yang mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden. Sementara itu, PSI di bawah kepemimpinan Kaesang telah menyatakan dukungan terhadap Prabowo. Pertemuan antara Kaesang dan Prabowo di Kertanegara, Jakarta Selatan, pada awal Oktober 2023 mempertegas arah politik PSI. Kondisi ini membuka kemungkinan adanya koordinasi strategis di tingkat akar rumput, meskipun di level pencalegan masing-masing partai akan tetap bersaing memperebutkan suara.
PKB menegaskan, meskipun berada di koalisi yang sama dengan partai yang dipimpin Kaesang, partainya tidak akan mengurangi intensitas kompetisi di dapil manapun. "Kami tetap all out di setiap dapil. Tidak ada istilah memberi jalan hanya karena sama-sama mendukung Pak Prabowo. Rakyat yang akan memilih, bukan kesepakatan elite," tegas Daniel Johan.
Dinamika di Dapil Jateng III diperkirakan akan semakin menghangat seiring dimulainya masa kampanye pada 28 November 2023. PDI Perjuangan sebagai partai dominan di wilayah itu dipastikan tidak akan tinggal diam menghadapi potensi pergeseran suara. Sementara PSI, dengan mesin partai yang relatif kecil namun memiliki figur sentral seorang Kaesang, akan berupaya memaksimalkan modal popularitas dan jaringan relawan pro-Jokowi yang selama ini solid di Soloraya.
Pengamat politik dari Universitas Indonesia, dalam kesempatan terpisah pekan lalu, memperkirakan bahwa kompetisi di dapil tersebut dapat menjadi indikator awal loyalitas pemilih tradisional Jokowi menjelang transisi kekuasaan. Pertarungan Kaesang lawan Puan di kotak suara, jika benar terjadi, bukan sekadar duel dua figur, melainkan pertarungan dua kekuatan politik besar yang akan mewarnai peta legislatif nasional 2024.
Comments (0)