PKB 2026 Berakhir, Gubernur Koster Umumkan Rekor 1,8 Juta Pengunjung

DENPASAR — Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 resmi ditutup oleh Gubernur Bali Wayan Koster di Taman Budaya Art Centre, Denpasar, Sabtu malam (12/9). Penutupan festival seni tahunan terbesa...

Jul 12, 2026 - 10:07
0 0
PKB 2026 Berakhir, Gubernur Koster Umumkan Rekor 1,8 Juta Pengunjung

DENPASAR — Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 resmi ditutup oleh Gubernur Bali Wayan Koster di Taman Budaya Art Centre, Denpasar, Sabtu malam (12/9). Penutupan festival seni tahunan terbesar di Pulau Dewata itu diwarnai pengumuman pencapaian rekor jumlah pengunjung, yakni tembus 1,8 juta orang selama satu bulan penyelenggaraan.

Dalam sambutan penutupannya, Gubernur Koster menyatakan bahwa angka tersebut merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah PKB sejak pertama kali digelar pada 1979. “Capaian ini membuktikan bahwa seni dan budaya Bali tidak hanya bertahan, tetapi terus berkembang dan diminati masyarakat luas, baik domestik maupun mancanegara,” ujar Koster di hadapan ribuan seniman dan tamu undangan.

Lonjakan Signifikan dari Tahun Sebelumnya

Berdasarkan data yang dihimpun panitia, total kunjungan selama 30 hari festival mencapai 1.821.000 orang, melonjak 22 persen dibandingkan PKB 2025 yang mencatat 1,49 juta pengunjung. Rerata kunjungan harian berada di angka 60.700 orang, dengan puncak tertinggi terjadi pada akhir pekan kedua yang menyentuh 115.000 pengunjung dalam satu hari. Kepala Dinas Kebudayaan Bali, I Gede Arya Sugiartha, menjelaskan bahwa peningkatan ini didorong oleh kembalinya wisatawan mancanegara secara penuh pascapandemi serta masifnya promosi melalui platform digital. “Kami memperluas jangkauan informasi hingga ke pasar Eropa dan Amerika, dan hasilnya sangat positif,” katanya.

Dari total pengunjung, sekitar 35 persen merupakan wisatawan asing, terutama dari Australia, Tiongkok, Jepang, dan sejumlah negara Eropa. Sementara itu, wisatawan nusantara tetap mendominasi dengan kontribusi 65 persen. Panitia juga mencatat kehadiran delegasi seni dari 12 negara sahabat yang turut memeriahkan parade dan pameran budaya.

Ragam Kegiatan dan Dampak Ekonomi

PKB 2026 mengusung tema “Jana Kerthi: Pramana Maha Bhakti” yang dimaknai sebagai pengabdian mulia untuk kesadaran manusia. Selama festival berlangsung, lebih dari 350 pertunjukan disajikan, meliputi seni tari, karawitan, wayang, teater, sastra, hingga pameran seni rupa. Sebanyak 212 sekaa (kelompok seni) dari seluruh kabupaten/kota di Bali serta 48 sanggar dari luar Bali terlibat aktif. Selain panggung utama, panitia menyediakan 15 panggung pendukung yang tersebar di area Art Centre dan beberapa titik di Denpasar.

Dari sisi ekonomi, gelaran ini memberikan efek berganda yang signifikan. Kepala Bank Indonesia Perwakilan Bali, Erwin Soeriadimadja, dalam laporan terpisah menyebutkan bahwa perputaran uang selama PKB 2026 diperkirakan mencapai Rp1,2 triliun, naik dari Rp980 miliar pada tahun sebelumnya. Sektor akomodasi, transportasi, kuliner, dan kerajinan menjadi penopang utama pertumbuhan tersebut. Tingkat okupansi hotel di kawasan Denpasar, Badung, dan Gianyar rata-rata berada di atas 80 persen sepanjang bulan Agustus hingga September.

Gubernur Koster menekankan bahwa PKB bukan sekadar peristiwa budaya, melainkan juga instrumen strategis pemulihan ekonomi daerah. “Kita buktikan bahwa budaya adalah hulu dari pariwisata Bali. Selama kita jaga seni dan tradisi, ekonomi akan ikut bergerak. Ini komitmen kami dalam visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali,” tegasnya.

Apresiasi dari Pusat dan Rencana ke Depan

Penutupan PKB turut dihadiri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, yang memberikan apresiasi atas konsistensi Bali menggelar festival kelas dunia. Dalam sambutannya, ia menyebut PKB sebagai model pengembangan destinasi berbasis budaya yang patut direplikasi daerah lain. Pemerintah pusat berencana mendorong lebih banyak event berskala internasional di Bali dengan dukungan dana abadi kebudayaan yang tengah dirancang.

Sementara itu, Wayan Koster mengumumkan bahwa tahun depan PKB akan memasuki edisi ke-49 dengan format yang lebih segar. Salah satu inovasi yang disiapkan adalah integrasi teknologi virtual reality (VR) untuk pameran seni, serta penambahan program residensi seniman muda dari seluruh Indonesia. “Kami akan menjadikan PKB bukan hanya milik Bali, tetapi milik Indonesia dan dunia,” pungkas Koster.

Festival yang pertama kali digagas oleh almarhum Prof. Dr. Ida Bagus Mantra itu terus membuktikan diri sebagai pilar pelestarian budaya dan kekuatan diplomasi lunak daerah. Dengan berakhirnya PKB 2026, perhatian kini tertuju pada kesiapan Bali menggelar hajat serupa tahun depan yang ditargetkan mampu menembus angka dua juta pengunjung.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User