Pimpinan Ponpes di Bogor Cabuli Santriwati dengan Modus Pengobatan Bekam

Skandal pencabulan kembali mengguncang dunia pendidikan berbasis agama. Seorang pimpinan pondok pesantren (ponpes) di kawasan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ditetapkan sebagai tersangka se

Jul 07, 2026 - 23:16
0 1
Pimpinan Ponpes di Bogor Cabuli Santriwati dengan Modus Pengobatan Bekam

Skandal pencabulan kembali mengguncang dunia pendidikan berbasis agama. Seorang pimpinan pondok pesantren (ponpes) di kawasan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ditetapkan sebagai tersangka setelah diduga melakukan tindakan asusila terhadap santriwatinya. Pelaku yang berinisial N ini tega menjalankan aksi bejatnya dengan modus yang menyesatkan, yakni menawarkan pengobatan alternatif melalui metode bekam kepada korban.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Apaberita.com dari pihak berwenang, rentetan peristiwa ini bermula pada November 2024. Kala itu, tersangka yang akrab disapa Buya sedang memberikan pengajaran kitab kuning kepada korban di area teras rumahnya. Proses belajar mengajar tersebut berlangsung seperti biasa hingga akhirnya sang santriwati mengeluhkan kakinya mengalami kesemutan. Memanfaatkan kondisi korban yang tengah tidak prima, Buya melancarkan aksinya dengan meminta korban untuk tidak kembali ke asrama.

Modus Terselubung di Balik Praktik Bekam

Dalih pengobatan menjadi senjata utama pelaku untuk melancarkan niat jahatnya. Kepada korban, Buya mengaku memiliki keahlian dalam pengobatan bekam dan meyakinkan bahwa metode tersebut mampu meredakan rasa kesemutan yang dialami santriwati itu. Dengan wewenang dan kharisma yang dimilikinya sebagai pimpinan pondok, korban pun menuruti perkataan gurunya tersebut tanpa rasa curiga. Namun, alih-alih mendapatkan kesembuhan, korban justru mengalami tindakan pencabulan yang dilakukan oleh tersangka di balik praktik pengobatan tradisional itu.

"Pelaku menggunakan modus pengobatan untuk memuluskan tindakannya. Korban yang merasa kesemutan dirayu untuk menjalani terapi bekam, padahal itu hanyalah kamuflase belaka," ungkap sumber penyidik yang diwawancarai Apaberita.com.

Usai kejadian traumatis tersebut, korban yang tidak kuasa menahan beban psikologis akhirnya melaporkan perbuatan tersangka kepada pihak berwajib. Menanggapi laporan tersebut, jajaran kepolisian segera bergerak cepat melakukan penyelidikan. Hasil pemeriksaan dan pengumpulan barang bukti mengarah pada penetapan status tersangka terhadap pimpinan ponpes tersebut.

Saat ini, pihak kepolisian terus mendalami kasus ini. Tidak menutup kemungkinan akan muncul korban-korban lain mengingat posisi tersangka sebagai figur sentral di lingkungan pondok pesantren. Apaberita.com akan terus memantau perkembangan proses hukum terhadap oknum pimpinan pondok pesantren ini serta mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan berani melaporkan segala bentuk tindak kekerasan atau pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan sekitar.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bagus-nugroho

Editor Ekonomi. Editor isu pasar, bisnis, dan moneter.

Comments (0)

User