Pimpinan MPR RI Ziarah Makam Bung Hatta Jelang HUT ke-81 Kemerdekaan
JAKARTA — Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) berziarah ke makam Wakil Presiden pertama RI, Mohammad Hatta, di Tempat Pemakaman Umum Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Sab...
JAKARTA — Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) berziarah ke makam Wakil Presiden pertama RI, Mohammad Hatta, di Tempat Pemakaman Umum Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Sabtu (8/8/2026). Ziarah digelar menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai bentuk penghormatan atas jasa serta semangat juang para pendiri bangsa.
Ketua MPR RI Ahmad Muzani memimpin langsung rombongan yang beranggotakan jajaran pimpinan serta sejumlah anggota MPR RI. Di pusara sang proklamator, rombongan mengheningkan cipta, memanjatkan doa bersama, kemudian menaburkan bunga sebagai tanda penghormatan tertinggi kepada almarhum.
Muzani menyatakan ziarah ke makam para pendiri bangsa telah menjadi bagian dari rangkaian kegiatan MPR RI setiap menjelang peringatan kemerdekaan. Ia menilai tradisi tersebut penting untuk merawat ingatan kolektif bangsa terhadap perjuangan para founding fathers.
"Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini bukanlah hadiah, melainkan buah dari perjuangan panjang para pendiri bangsa. Dari Bung Hatta kita belajar makna kesederhanaan, integritas, dan kecintaan yang tulus kepada tanah air," kata Muzani seusai memimpin ziarah.
Doa Bersama dan Tabur Bunga di Pusara Proklamator
Prosesi ziarah berlangsung khidmat. Rombongan tiba di kompleks pemakaman dan langsung menuju pusara Bung Hatta yang berada di kawasan TPU Tanah Kusir. Doa bersama dipanjatkan bagi arwah para pendiri bangsa, dilanjutkan dengan tabur bunga di atas pusara. Sejumlah pejabat Sekretariat Jenderal MPR RI turut mendampingi pimpinan dalam kegiatan tersebut.
Bung Hatta wafat di Jakarta pada 14 Maret 1980 dalam usia 77 tahun dan dimakamkan di TPU Tanah Kusir. Hingga kini, makamnya rutin diziarahi pejabat negara, kader berbagai organisasi, serta masyarakat umum, terutama setiap menjelang peringatan detik-detik Proklamasi pada 17 Agustus.
Keteladanan Bung Hatta bagi Bangsa Indonesia
Mohammad Hatta lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat, pada 12 Agustus 1902. Bersama Ir. Soekarno, ia menandatangani naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 dan kemudian ditetapkan sebagai wakil presiden pertama RI. Hatta juga tercatat memimpin delegasi Indonesia dalam Konferensi Meja Bundar di Den Haag, Belanda, pada 1949, yang berbuah pengakuan kedaulatan pada 27 Desember 1949. Atas jasanya membangun gerakan koperasi nasional, ia dijuluki Bapak Koperasi Indonesia.
Muzani menegaskan keteladanan Hatta tidak lekang oleh zaman. Menurutnya, sosok Hatta merepresentasikan pemimpin yang menjunjung tinggi kejujuran, kejernihan berpikir, serta pengabdian tanpa pamrih — karakter yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini.
Ia menambahkan, semangat perjuangan para pendiri bangsa seyogianya tidak berhenti sebagai cerita sejarah, melainkan dihidupkan kembali dalam sikap dan perilaku sehari-hari, mulai dari menjaga persatuan hingga bekerja keras memajukan daerah masing-masing.
Refleksi Menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI
Dalam kesempatan itu, Muzani mengingatkan bahwa peringatan kemerdekaan ke-81 bukan sekadar seremoni tahunan. Ia menyebut momentum tersebut sebagai panggilan bagi seluruh generasi penerus untuk mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata, prestasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
"Peringatan kemerdekaan bukan hanya upacara dan perayaan. Ia adalah panggilan bagi generasi penerus untuk meneladani semangat para pejuang, menjaga persatuan, dan menghadirkan karya terbaik bagi Indonesia," ujarnya.
Ia menegaskan, MPR RI berkomitmen menindaklanjuti pesan-pesan perjuangan para pendiri bangsa melalui berbagai program kelembagaan, di antaranya sosialisasi Empat Pilar MPR RI — Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika — yang terus digaungkan ke seluruh penjuru tanah air.
Ziarah pimpinan MPR RI ke makam Bung Hatta ditutup dengan penyerahan karangan bunga dan foto bersama sebelum rombongan meninggalkan kompleks pemakaman dengan tertib. Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sendiri akan jatuh pada 17 Agustus 2026, yang diharapkan menjadi momentum kebangkitan semangat nasionalisme seluruh rakyat Indonesia.
Comments (0)