Peti Jenazah Ayatollah Ali Khamenei Dipamerkan Pertama Kali, Ratapan Pelayat Menggema di Teheran

Teheran, Apaberita.com - Suasana duka mendalam menyelimuti Grand Mosalla, Teheran, Rabu (27/3) saat peti jenazah pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, untuk pertama kalinya dipertontonkan

Jul 06, 2026 - 13:06
0 0
Peti Jenazah Ayatollah Ali Khamenei Dipamerkan Pertama Kali, Ratapan Pelayat Menggema di Teheran

Teheran, Apaberita.com - Suasana duka mendalam menyelimuti Grand Mosalla, Teheran, Rabu (27/3) saat peti jenazah pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, untuk pertama kalinya dipertontonkan kepada publik. Ribuan pelayat memadati kompleks musala raksasa itu, menumpahkan kesedihan dengan tangisan dan lantunan doa. Momen haru ini terjadi menjelang upacara pemakaman resmi yang dijadwalkan berlangsung keesokan harinya, menjadi penanda akhir dari masa berkabung nasional yang telah berlangsung sejak pengumuman kematiannya akibat serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu.

Sambutan Emosional dan Slogan Perlawanan

Begitu peti mati yang dibungkus bendera Iran dibawa masuk ke mimbar utama, aula megah itu sontak berubah menjadi lautan isak tangis dan histeria massa. Laporan langsung media kami dari lokasi mencatat bahwa para pelayat, yang sebagian besar berpakaian serba hitam, bergantian meneriakkan slogan-slogan keagamaan seperti “Allahu Akbar” dan “Ya Hossein” sambil mengangkat tangan ke arah langit-langit. Sejumlah peziarah bahkan terlihat merangsek maju, berusaha menyentuh peti kayu sederhana berisi jasad Almarhum, memaksa petugas keamanan untuk membentuk pagar betis. Gambar yang dirilis kantor pemimpin tertinggi Iran memperlihatkan bagaimana sosok-sosok tua dan muda sama-sama larut dalam duka, dengan ekspresi wajah yang tidak kuasa membendung air mata.

Momen penampakan jenazah ini memang sudah sangat dinanti, mengingat kematian Ayatollah Khamenei terjadi dalam situasi yang sangat dramatis. Media kami telah memberitakan secara luas bahwa serangan presisi yang menewaskan pemimpin berusia 85 tahun itu—bersama sejumlah petinggi militer Garda Revolusi—merupakan respons langsung atas eskalasi program nuklir Teheran. Gedung Putih dan Tel Aviv sebelumnya mengklaim operasi tersebut sebagai “pertahanan preventif,” sementara Teheran menudingnya sebagai “tindakan pengecut terorisme negara.”

“Beliau adalah ayah bagi bangsa ini. Kematiannya adalah luka yang tidak akan pernah sembuh. Kami di sini untuk menunjukkan bahwa darah para syuhada hanya akan memperkuat tekad kami,” teriak seorang pria paruh baya di sela-sela kepadatan pelayat, seperti dikutip media kami dari lokasi.

Persiapan Pemakaman Kenegaraan

Grand Mosalla Teheran, yang biasanya digunakan untuk salat Jumat akbar dan pertemuan politik, disulap menjadi ruang persemayaman terakhir yang khusyuk. Rangkaian bunga putih dan hitam membingkai peti jenazah, sementara puluhan personel militer berbaris rapi melakukan penjagaan kehormatan bergilir. Rencananya, upacara pemakaman akan dipimpin oleh penerusnya yang baru ditunjuk melalui Sidang Ahli, dengan prosesi pengantaran jenazah ke Mausoleum Imam Khomeini di selatan kota. Media kami mencatat, sejak kematiannya, poster-poster raksasa Khamenei dengan tulisan “Syahid Jalan Kemerdekaan” telah memenuhi jalan-jalan protokol Teheran, menegaskan bahwa transisi kekuasaan di Republik Islam ini berjalan di tengah gelombang sentimen anti-Barat yang kian memuncak.

Wafatnya Ayatollah Khamenei, yang memegang tampuk kepemimpinan spiritual dan politik Iran sejak 1989, meninggalkan kekosongan besar di kawasan Timur Tengah yang tengah bergejolak. Isak tangis para pelayat hari ini bukan hanya perpisahan seorang warga, melainkan ratapan sebuah bangsa yang kehilangan ikon perlawanan terhadap dominasi global. Semua mata kini tertuju pada bagaimana Teheran akan membalas kematian pemimpinnya itu, di tengah janji balas dendam yang sudah berkumandang dari setiap sudut kota.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tania-sari

Reporter Teknologi. Reporter AI, gadget, startup, dan transformasi digital.

Comments (0)

User