Jalur Gaza kembali diguncang serangan militer Israel pada Rabu (7/10), bertepatan dengan momentum peringatan tiga tahun serangan Hamas 7 Oktober. Otoritas kesehatan Palestina melaporkan sebanyak lima warga tewas dalam rangkaian serangan yang terjadi di sejumlah titik di wilayah pesisir tersebut, mulai dari Kota Gaza hingga Khan Younis di bagian selatan.
Laporan otoritas rumah sakit setempat menyebutkan bahwa korban tersebar di beberapa lokasi berbeda, dengan korban terakhir jatuh pada sore hari akibat serangan yang menghantam sebuah tenda di kamp Al-Buraq. Hingga berita ini diturunkan, pihak militer Israel belum memberikan keterangan resmi menyeluruh terkait seluruh insiden tersebut.
Dua Korban Tewas di Kota Gaza
Rumah Sakit Al-Shifa di Kota Gaza melaporkan dua orang tewas dalam serangan yang berlangsung pada malam sebelumnya. Badan pertahanan sipil Gaza mengidentifikasi salah satu korban sebagai Mohamed Tamous, seorang relawan yang bertugas pada lembaga penyelamatan darurat tersebut.
Militer Israel menyatakan bahwa Tamous merupakan anggota sayap militer Hamas yang menjalankan peran sebagai penembak jitu, seraya menegaskan bahwa pada saat yang sama ia tercatat sebagai personel badan pertahanan sipil. Dalam pernyataan resminya, militer Israel mengklaim kedua sasaran tersebut merupakan "dua teroris Hamas yang keluar dari Rumah Sakit Kamal Adwan di Jalur Gaza utara, salah satunya menanam bahan peledak di area Garis Kuning dengan maksud mencelakai pasukan IDF."
Garis Kuning merupakan garis demarkasi yang memisahkan wilayah kendali Hamas dengan zona operasi militer Israel di Jalur Gaza. Penetapan garis tersebut menjadi bagian dari pengaturan lapangan yang diberlakukan pasca gencatan senjata.
"Dua teroris Hamas yang keluar dari Rumah Sakit Kamal Adwan di Jalur Gaza utara, salah satunya menanam bahan peledak... di area Garis Kuning dengan maksud mencelakai pasukan IDF," demikian pernyataan Militer Israel.
Korban di Khan Younis dan Kamp Al-Buraq
Di Khan Younis, Gaza selatan, Rumah Sakit Nasser melaporkan seorang pria berusia 60 tahun bernama Hisham Ibrahim Abu Mustafa tewas dalam serangan Israel, sementara sejumlah warga lainnya mengalami luka-luka. Institusi kesehatan yang sama juga menerima jenazah Ziad Zaarab, yang dinyatakan tewas akibat serangan udara Israel di selatan Khan Younis. Serangan tersebut turut melukai beberapa orang di lokasi kejadian.
Pada sore hari, serangan yang menyasar sebuah tenda di kamp Al-Buraq menewaskan satu orang tambahan. Pihak rumah sakit mengonfirmasi korban tersebut sebagai korban kelima dalam rangkaian insiden sepanjang hari itu.
Menanggapi insiden terakhir, militer Israel menyampaikan kepada kantor berita AFP bahwa sasaran serangan merupakan "operator militer". Namun demikian, pihak militer belum memberikan komentar langsung mengenai serangan-serangan lainnya yang menimbulkan korban jiwa tersebut.
Kondisi Hidup Warga Masih Memprihatinkan
Pada peringatan tiga tahun perang di Gaza, kondisi kehidupan di wilayah pesisir Palestina itu tetap berada dalam situasi yang memprihatinkan. Keadaan tersebut berlangsung meskipun gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat (AS) telah berlaku sejak Oktober 2025.
Ratusan ribu pengungsi masih bertahan di kota tenda dan hunian darurat yang tersebar di sepanjang garis pantai, atau berdiri di samping tumpukan puing bangunan permukiman yang hancur akibat pemboman. Keterbatasan akses terhadap pangan, air bersih, layanan kesehatan, serta tempat tinggal yang layak masih menjadi persoalan mendasar bagi warga sipil yang bertahan di wilayah tersebut.
"Setelah tiga tahun pengepungan, pembunuhan, dan penghancuran, Israel telah menjadikan Jalur Gaza tempat yang tidak layak huni," kata Mahmoud Abu Hasira, warga Kota Gaza.
Pernyataan tersebut menggambarkan penilaian warga atas dampak kumulatif konflik berkepanjangan terhadap kelayakan hidup di Jalur Gaza. Hingga kini, berbagai lembaga kemanusiaan internasional terus mendesak agar akses bantuan diperluas dan perlindungan terhadap warga sipil ditegakkan sesuai ketentuan hukum humaniter internasional.
Rangkaian serangan pada hari peringatan tiga tahun konflik ini menegaskan bahwa situasi keamanan di Jalur Gaza belum sepenuhnya stabil, meskipun kerangka gencatan senjata telah disepakati. Pihak-pihak terkait diharapkan menindaklanjuti komitmen gencatan senjata secara konsisten guna mencegah bertambahnya korban sipil dan mempercepat pemulihan kondisi kemanusiaan di wilayah tersebut.
Comments (0)