Pengungsi Gempa NTT Bertahan di Bawah Tenda Menanti Bantuan

Sejumlah warga korban gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih bertahan di bawah tenda pengungsian yang didirikan di sebuah lapangan terbuka di Kecamatan Mbay hingga Senin, 17...

Pengungsi Gempa NTT Bertahan di Bawah Tenda Menanti Bantuan

Sejumlah warga korban gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih bertahan di bawah tenda pengungsian yang didirikan di sebuah lapangan terbuka di Kecamatan Mbay hingga Senin, 17 Agustus 2026. Mereka menanti kelanjutan penyaluran bantuan logistik dari pemerintah daerah dan provinsi di tengah keterbatasan kebutuhan pokok, air bersih, serta fasilitas kesehatan darurat di lokasi pengungsian.

Pantauan di lapangan menunjukkan puluhan tenda berdiri di hamparan tanah terbuka yang menjadi salah satu titik evakuasi utama di Mbay. Keluarga korban gempa terlihat beristirahat di dalam tenda, sebagian duduk di atas tikar dan matras seadanya. Anak-anak dan warga lanjut usia mendominasi penghuni tenda, sementara sejumlah relawan tampak sibuk mendata kebutuhan warga yang terdampak.

Kondisi Warga di Lokasi Pengungsian

Kondisi di lokasi pengungsian masih serba darurat. Sebagian besar warga kehilangan tempat tinggal setelah gempa merusak rumah mereka, sehingga mereka memilih bertahan di tenda sejak hari pertama pascagempa. Kebutuhan mendesak yang dilaporkan warga antara lain makanan siap saji, air minum bersih, selimut, obat-obatan, serta layanan kesehatan bagi ibu hamil dan anak-anak. Keterbatasan tenda juga menjadi persoalan tersendiri; sejumlah keluarga terpaksa berbagi tempat berteduh dengan keluarga lain dalam satu tenda berukuran standar.

"Kami hanya bisa bertahan di tenda ini sambil menanti bantuan. Persediaan makanan keluarga kami sudah menipis, semoga pemerintah segera menyalurkan kebutuhan pokok secara merata," ujar seorang pengungsi di Mbay kepada pewarta, Senin (17/8/2026).

Penantian Bantuan Logistik

Penantian warga atas bantuan logistik menjadi perhatian utama di sejumlah posko pengungsian. Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari lokasi, penyaluran bantuan sempat berjalan, tetapi belum menjangkau seluruh keluarga secara merata. Warga berharap distribusi makanan, air bersih, dan obat-obatan dipercepat mengingat kondisi cuaca dan akses jalan yang berpotensi memperlambat pengiriman bantuan dari luar daerah.

Pemerintah Kabupaten Nagekeo menegaskan bahwa penyaluran bantuan bagi korban gempa dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan kelompok rentan, yakni anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas. Penyaluran dikoordinasikan melalui posko induk yang berada di bawah kendali Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat bersama sejumlah organisasi kemanusiaan.

Koordinasi Penanganan Pascagempa

Penanganan dampak gempa di Nagekeo ditindaklanjuti melalui Rapat Koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Nagekeo, BPBD, serta unsur TNI dan Polri. Dalam rapat koordinasi tersebut diputuskan percepatan pendataan warga terdampak, pemulihan layanan dasar, dan pembangunan hunian sementara bagi warga yang rumahnya rusak berat. Keputusan tersebut menindaklanjuti laporan dari lapangan mengenai kondisi pengungsian yang kebutuhan dasarnya belum sepenuhnya terpenuhi.

Selain bantuan logistik, pemerintah daerah juga menyiapkan layanan kesehatan darurat dan pendampingan psikososial bagi warga, khususnya anak-anak yang mengalami trauma pascagempa. Tim medis ditempatkan di posko-posko pengungsian untuk melayani pemeriksaan kesehatan secara berkala. Sementara itu, warga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan serta mengikuti arahan petugas dalam hal evakuasi dan keselamatan.

Harapan di Tengah Perayaan Kemerdekaan

Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 menjadi momen berbeda bagi warga pengungsian di Mbay. Di tengah keterbatasan, warga tetap menggelar upacara peringatan sederhana di lapangan pengungsian sebagai wujud semangat kebangsaan. Mereka berharap pemulihan pascagempa berjalan cepat agar dapat segera kembali ke rumah dan menjalani kehidupan secara normal.

Pemerintah daerah berkomitmen mempercepat proses pemulihan dan memastikan bantuan terus mengalir hingga seluruh warga terdampak tertangani. Warga berharap penanganan bencana kali ini berjalan lebih baik dengan distribusi bantuan yang tepat sasaran dan transparan, sehingga tidak ada lagi keluarga yang menanti terlalu lama di bawah tenda.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User