JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan dukungan penuh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap penyelenggaraan Jakarta Running Festival 2026. Dukungan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi yang membahas persiapan perhelatan olahraga berskala internasional itu, sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mengembangkan sektor olahraga sekaligus memperkuat citra Jakarta sebagai kota tuan rumah even bertaraf global.
"Pemprov DKI Jakarta memberikan dukungan penuh untuk penyelenggaraan Jakarta Running Festival 2026. Kami ingin memastikan even ini berjalan sukses, aman, dan memberikan manfaat bagi warga Jakarta," tegas Pramono Anung dalam forum tersebut.
Menurut Gubernur, penyelenggaraan festival lari ini tidak semata menjadi agenda olahraga, melainkan juga instrumen untuk menggerakkan perekonomian daerah melalui sektor pariwisata, usaha mikro, kecil, dan menengah, serta industri kreatif. Ia menilai even berskala internasional mampu menarik kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara sehingga memberikan dampak berganda bagi perekonomian ibu kota.
Komitmen Lintas Perangkat Daerah
Dalam Rapat Koordinasi tersebut, Pramono Anung menegaskan bahwa dukungan Pemprov DKI tidak berhenti pada pernyataan resmi. Seluruh perangkat daerah terkait, mulai dari Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, hingga Satuan Polisi Pamong Praja, diminta bersinergi menyiapkan segala kebutuhan penyelenggaraan.
"Kami telah menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk menindaklanjuti persiapan ini secara terkoordinasi. Mulai dari rekayasa lalu lintas, layanan kesehatan, hingga aspek keamanan, semuanya harus disiapkan secara matang," ujarnya.
Gubernur juga menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memfasilitasi kebutuhan perizinan, penataan kawasan, serta dukungan promosi agar even tersebut dapat terselenggara sesuai standar internasional. Berdasarkan keputusan rapat, koordinasi lintas sektor akan dilakukan secara berkala hingga hari pelaksanaan.
Pendorong Ekonomi dan Pariwisata
Pramono Anung menekankan bahwa Jakarta Running Festival 2026 berpotensi menjadi daya tarik bagi pelaku industri olahraga nasional maupun internasional. Ia menyebut even ini sebagai ajang untuk memperkenalkan wajah Jakarta yang tertata, aman, dan ramah bagi penyelenggaraan kegiatan berskala besar.
"Even seperti ini bukan hanya tentang berlari. Ini tentang bagaimana Jakarta menunjukkan kapasitasnya sebagai kota global yang mampu menyelenggarakan kegiatan internasional dengan baik," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa penyelenggaraan festival tersebut diharapkan mendorong partisipasi masyarakat dalam gaya hidup sehat. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, lanjutnya, akan mendorong keterlibatan komunitas lari, pelaku usaha, serta organisasi kepemudaan agar even ini menjadi gerakan bersama warga ibu kota.
Standar Penyelenggaraan dan Antisipasi
Dalam forum yang sama, Gubernur meminta panitia penyelenggara memenuhi standar keselamatan peserta, termasuk penyediaan pos kesehatan, jalur evakuasi, serta sistem informasi yang transparan. Menurutnya, aspek keselamatan menjadi prioritas utama mengingat jumlah peserta yang diproyeksikan mencapai ribuan orang.
Pramono Anung juga menyatakan bahwa Pemprov DKI akan berkoordinasi dengan kepolisian dan instansi terkait untuk mengatur rekayasa lalu lintas selama even berlangsung. Langkah tersebut diambil agar mobilitas warga tetap terjaga tanpa mengganggu kelancaran kegiatan.
"Keputusan mengenai rekayasa lalu lintas akan ditetapkan melalui rapat koordinasi lanjutan dengan pihak terkait. Prinsipnya, penyelenggaraan even harus berjalan lancar dan tidak merugikan masyarakat," tuturnya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah terbuka terhadap masukan dari berbagai pihak, termasuk komunitas pelari dan pelaku usaha, untuk menyempurnakan penyelenggaraan. Berdasarkan hasil rapat, evaluasi berkala akan dilakukan guna memastikan setiap tahapan persiapan berjalan sesuai jadwal.
Dengan dukungan resmi tersebut, Jakarta Running Festival 2026 ditetapkan sebagai salah satu agenda prioritas daerah di sektor olahraga dan pariwisata. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan komitmennya untuk menjadikan even ini sebagai perhelatan yang berdaya saing, inklusif, serta memberi manfaat nyata bagi warga ibu kota.
Comments (0)