Oct 12, 2026
Politik

Nasdem Belum Tetapkan Cagub Sumut, Edy Rahmayadi dan Bobby Nasution Dipertimbangkan

JAKARTA — Partai Nasdem hingga kini belum menetapkan secara resmi figur yang akan diusung pada Pemilihan Gubernur Sumatra Utara. Dua nama yang tengah menjadi bahan pertimbangan internal partai adala...

Nasdem Belum Tetapkan Cagub Sumut, Edy Rahmayadi dan Bobby Nasution Dipertimbangkan

JAKARTA — Partai Nasdem hingga kini belum menetapkan secara resmi figur yang akan diusung pada Pemilihan Gubernur Sumatra Utara. Dua nama yang tengah menjadi bahan pertimbangan internal partai adalah Gubernur petahana Edy Rahmayadi dan Wali Kota Medan Bobby Nasution. Penjajakan terhadap kedua tokoh tersebut dinyatakan masih berlangsung dalam forum-forum partai sebelum keputusan final diambil oleh Dewan Pimpinan Pusat.

"Keduanya masih kami pertimbangkan, belum ada keputusan akhir. Prosesnya masih berjalan di internal," ujar seorang fungsionaris partai di Jakarta, tanpa menyebut tenggat waktu penetapan.

Menurut keterangan tersebut, mekanisme penjaringan bakal calon kepala daerah di Nasdem ditempuh melalui serangkaian tahapan, mulai dari penjaringan aspirasi di tingkat Dewan Pimpinan Wilayah, pembahasan di Dewan Pimpinan Daerah, hingga rapat pleno yang digelar di tingkat pusat. Setiap nama yang masuk daftar penjaringan wajib melewati uji kelayakan dan kepatutan sebelum direkomendasikan kepada Ketua Umum.

Dua Figur dengan Basis Dukungan Berbeda

Edy Rahmayadi merupakan kepala daerah petahana yang telah memiliki rekam jejak pemerintahan di Sumatra Utara. Mantan Kepala Staf Angkatan Darat itu dinilai mengantongi pengalaman eksekutif serta jaringan birokrasi yang mapan di provinsi berpenduduk lebih dari 14 juta jiwa tersebut. Namun, sejumlah kalangan menilai elektabilitasnya menghadapi tantangan dari dinamika politik tahun berjalan.

Sementara itu, Bobby Nasution adalah Wali Kota Medan yang masih menjabat. Menantu Presiden Joko Widodo itu dipandang merepresentasikan generasi muda dengan basis dukungan perkotaan yang kuat, khususnya di wilayah Medan dan sekitarnya. Pencalonannya berpotensi menarik segmen pemilih muda yang jumlahnya signifikan dalam daftar pemilih tetap Sumatra Utara.

"Keduanya punya kekuatan masing-masing. Edy punya pengalaman, Bobby punya basis massa urban," kata sumber tersebut.

Pertimbangan partai, lanjutnya, tidak semata bertumpu pada tingkat elektabilitas hasil survei, melainkan juga menghitung potensi koalisi dengan partai lain, peta dukungan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, serta kemampuan mendulang suara di daerah pemilihan yang tersebar di 33 kabupaten dan kota.

Rekonsiliasi dengan Partai Lain

Nasdem disebut tengah menjajaki komunikasi politik dengan sejumlah partai untuk membangun koalisi di Sumatra Utara. Komunikasi itu mencakup pembahasan mengenai komposisi calon gubernur dan calon wakil gubernur agar tercipta keseimbangan dukungan antarwilayah.

"Komunikasi dengan partai lain tetap jalan. Kami ingin memastikan dukungan yang solid, bukan hanya di level provinsi tapi juga sampai kabupaten dan kota," ujarnya.

Sejumlah nama lain juga sempat mencuat dalam penjaringan, namun belum memperoleh sinyal dukungan yang cukup kuat. Partai menegaskan bahwa penetapan calon akan mengikuti mekanisme organisasi serta memperhatikan hasil survei yang dilakukan lembaga independen.

Dalam konteks Pemilihan Gubernur Sumatra Utara, posisi Nasdem menjadi penting karena jumlah kursi yang dimiliki di DPRD provinsi menentukan syarat ambang batas pencalonan. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota, partai atau gabungan partai politik harus memperoleh paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPRD atau 25 persen akumulasi suara sah pada pemilihan legislatif sebelumnya untuk dapat mengusung pasangan calon.

Menunggu Keputusan DPP

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Dewan Pimpinan Pusat mengenai jadwal pengumuman rekomendasi. Partai menyatakan seluruh proses sedang dituntaskan secara bertahap dan hasilnya akan disampaikan melalui mekanisme resmi.

Pengamat politik menilai keputusan Nasdem akan menentukan konfigurasi peta pencalonan di Sumatra Utara, terutama jika partai memutuskan berkoalisi dengan kekuatan politik lain. Selain Nasdem, sejumlah partai juga dikabarkan tengah menjajaki pencalonan masing-masing, sehingga kontestasi di provinsi tersebut berpotensi berlangsung kompetitif.

"Yang jelas, kami akan menetapkan kandidat yang paling siap dan paling bisa diterima masyarakat Sumatra Utara," pungkasnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User