Oct 09, 2026
Politik

Pemkab Nagan Raya Percepat Pemulihan Sektor Pertanian Pascabencana

Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, menegaskan komitmen untuk mempercepat pemulihan sektor pertanian bagi warga yang terdampak bencana. Langkah tersebut diwujudkan melalui tiga program uta...

Pemkab Nagan Raya Percepat Pemulihan Sektor Pertanian Pascabencana

Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, menegaskan komitmen untuk mempercepat pemulihan sektor pertanian bagi warga yang terdampak bencana. Langkah tersebut diwujudkan melalui tiga program utama, yakni rehabilitasi jaringan sawah, penyaluran bantuan alat pertanian, serta pengusulan pembangunan kembali Jembatan Gunong Kong yang menjadi urat nadi transportasi antarkecamatan.

Rehabilitasi Sawah dan Infrastruktur Irigasi

Berdasarkan keputusan dalam Rapat Koordinasi pemulihan pascabencana, pemerintah daerah menetapkan prioritas pada perbaikan lahan sawah yang mengalami kerusakan akibat banjir dan material lumpur. Rehabilitasi mencakup pembersihan sedimen, perbaikan saluran irigasi tersier, serta pemulihan struktur tanah agar dapat kembali ditanami pada musim tanam berikutnya.

Jajaran Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Nagan Raya menyatakan bahwa pendataan kerusakan lahan telah dilakukan di sejumlah kecamatan terdampak. Hasil pendataan tersebut menjadi dasar penyusunan rencana anggaran dan penjadwalan pengerjaan. "Rehabilitasi jaringan irigasi menjadi kunci agar petani dapat segera kembali menggarap lahan," ujar seorang pejabat dinas setempat dalam rapat pleno.

Pemerintah daerah menargetkan seluruh lahan yang terverifikasi terdampak dapat difungsikan kembali secara bertahap, dengan mendahulukan kawasan produksi padi utama yang menyangga ketahanan pangan lokal.

Penyaluran Bantuan Alat Pertanian dan Sarana Produksi

Sementara itu, penyaluran bantuan peralatan pertanian dan sarana produksi disahkan sebagai bagian dari program pemulihan ekonomi warga. Bantuan tersebut meliputi traktor tangan, pompa air, benih padi, serta pupuk yang dialokasikan kepada kelompok tani di wilayah paling terdampak.

Menurut keterangan pemerintah kabupaten, distribusi dilakukan melalui mekanisme kelompok tani agar penyaluran berlangsung tertib dan tepat sasaran. Setiap penerima diwajibkan mengikuti pendampingan teknis dari penyuluh pertanian lapangan, sehingga penggunaan alat dan sarana produksi dapat optimal.

"Bantuan ini tidak bersifat sementara, melainkan bagian dari percepatan pemulihan ekonomi warga yang sebagian besar menggantungkan penghidupan pada sektor pertanian," menegaskan pejabat tersebut.

Usulan Pembangunan Jembatan Gunong Kong

Selain intervensi pada sektor pertanian, pemerintah kabupaten menindaklanjuti usulan pembangunan kembali Jembatan Gunong Kong. Jembatan tersebut dinilai vital karena menghubungkan sejumlah desa dengan pusat ekonomi, fasilitas kesehatan, dan pasar kecamatan.

Usulan pembangunan telah diajukan kepada pemerintah provinsi dan kementerian terkait agar dapat masuk dalam program penanganan pascabencana. Dokumen teknis yang disiapkan mencakup hasil kajian kerusakan, desain konstruksi, serta perkiraan kebutuhan anggaran. Pemerintah kabupaten berharap pembangunan dapat direalisasikan pada tahun anggaran berikutnya.

Menurut pemerintah daerah, pemulihan akses jalan dan jembatan merupakan prasyarat bagi kelancaran distribusi hasil pertanian. Tanpa konektivitas yang memadai, upaya rehabilitasi lahan dan bantuan alat pertanian berpotensi kurang berdampak terhadap pendapatan petani.

Koordinasi Lintas Instansi dan Pengawasan Anggaran

Pelaksanaan program pemulihan dilakukan melalui Rapat Koordinasi lintas instansi yang melibatkan dinas pertanian, dinas pekerjaan umum, badan penanggulangan bencana daerah, serta camat dan pemerintah desa. Pembagian peran ditetapkan secara tertulis agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan.

Pemerintah kabupaten juga menyatakan bahwa penggunaan anggaran pemulihan akan diawasi secara berlapis, termasuk oleh inspektorat daerah. Laporan berkala disampaikan kepada Bupati Nagan Raya dan tembusan kepada pemerintah provinsi, sesuai ketentuan yang berlaku.

Fraksi-fraksi di DPRK Nagan Raya meminta agar proses lelang pekerjaan fisik dilakukan secara transparan dan mengutamakan tenaga kerja lokal. Mereka menegaskan bahwa pemulihan pascabencana harus memberi manfaat langsung bagi warga, bukan sekadar serapan anggaran.

Dengan percepatan rehabilitasi sawah, penyaluran alat pertanian, dan pengusulan Jembatan Gunong Kong, pemerintah kabupaten menargetkan pemulihan aktivitas ekonomi warga dapat tercapai dalam waktu sesingkat mungkin. Keberhasilan program ini akan diukur dari kembalinya produktivitas lahan, pulihnya akses transportasi, dan meningkatnya pendapatan petani di wilayah terdampak.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User