Pemkab Lumajang Tegaskan Video Viral Erupsi Semeru Hoaks

LUMAJANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur, menegaskan bahwa video letusan Gunung Semeru yang beredar masif di media sosial merupakan hoaks. Unggahan itu diketahui muncul melalui ...

Aug 24, 2026 - 07:43
0 0
Pemkab Lumajang Tegaskan Video Viral Erupsi Semeru Hoaks

LUMAJANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur, menegaskan bahwa video letusan Gunung Semeru yang beredar masif di media sosial merupakan hoaks. Unggahan itu diketahui muncul melalui kanal YouTube @bencanapopuler pada 3 Juli dan dalam waktu singkat menyebar ke berbagai platform. Penegasan ini disampaikan Pemkab Lumajang dalam keterangan resminya sebagai langkah menindaklanjuti keresahan warga yang mempertanyakan kebenaran rekaman tersebut.

Dalam keterangan tertulis tersebut, Pemkab Lumajang menyatakan bahwa video yang viral itu tidak menggambarkan kondisi Gunung Semeru saat ini. Rekaman yang beredar dinilai tidak sesuai dengan fakta di lapangan, sehingga masyarakat diminta untuk tidak mempercayai sekaligus tidak menyebarluaskan unggahan itu. Pemerintah daerah juga memastikan bahwa tidak terjadi erupsi besar sebagaimana tampak dalam video.

“Kami memastikan bahwa video yang beredar luas di masyarakat adalah hoaks. Masyarakat kami imbau agar tidak mudah percaya dan tidak meneruskan unggahan tersebut kepada orang lain,” demikian bunyi keterangan resmi Pemkab Lumajang.

Rekaman Lama yang Kembali Beredar

Berdasarkan penelusuran awal yang dilakukan pemerintah daerah bersama instansi terkait, video yang viral tersebut merupakan rekaman lama yang diunggah ulang sehingga menimbulkan kesan seolah-olah merupakan peristiwa terbaru. Pemkab Lumajang menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan aktivitas erupsi yang sesuai dengan gambar yang ditampilkan dalam unggahan tersebut. Kanal YouTube @bencanapopuler, yang menjadi titik awal penyebaran, disebut kerap mengunggah konten dokumentasi bencana tanpa keterangan waktu yang jelas.

Menindaklanjuti temuan tersebut, Pemkab Lumajang melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk menelusuri asal-usul unggahan serta memetakan pola penyebarannya. Langkah ini ditempuh agar informasi yang keliru tidak terus meluas dan berpotensi menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat, khususnya warga yang bermukim di lereng dan sekitar Gunung Semeru.

Imbauan agar Masyarakat Tidak Menyebarkan Hoaks

Dalam keterangan yang sama, Pemkab Lumajang mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Masyarakat diminta untuk selalu merujuk pada keterangan resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah dan lembaga berwenang, baik di tingkat kabupaten maupun pusat.

Penyebaran hoaks bertema bencana dinilai dapat menimbulkan dampak luas, mulai dari keresahan, kepanikan, hingga terganggunya aktivitas ekonomi dan sosial warga. Oleh karena itu, pemerintah daerah menegaskan pentingnya verifikasi sebelum membagikan informasi apa pun, terutama yang berkaitan dengan kondisi gunung api. Pemkab Lumajang juga mengingatkan bahwa penyebar konten hoaks dapat berimplikasi hukum sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, termasuk Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Kami mengajak masyarakat untuk bijak dalam bermedia sosial. Pastikan informasi yang diterima bersumber dari kanal resmi sebelum disebarkan kembali,” tegas Pemkab Lumajang dalam keterangan resminya.

Saluran Informasi Resmi Pemantauan Gunung Semeru

Pemkab Lumajang mengingatkan bahwa informasi mengenai aktivitas Gunung Semeru dapat diakses melalui kanal-kanal resmi, antara lain Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang. Seluruh perkembangan status gunung api disampaikan secara berkala melalui kanal tersebut, sehingga masyarakat tidak perlu bergantung pada kabar yang beredar di media sosial.

Hingga kini, Gunung Semeru tercatat masih berada pada status Level III atau Siaga sebagaimana ditetapkan oleh PVMBG. Pada status tersebut, masyarakat dan pendaki diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar puncak, serta mewaspadai potensi awan panas guguran dan banjir lahar di alur sungai yang berhulu di gunung setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut itu.

Kendati demikian, status tersebut tidak berkaitan dengan video yang viral. Pemkab Lumajang menegaskan bahwa unggahan yang beredar tidak dapat dijadikan rujukan karena isinya tidak mencerminkan kejadian terkini di lapangan.

Komitmen Menjaga Ketenangan Masyarakat

Sebagai bentuk tanggung jawab, Pemkab Lumajang menyatakan akan terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Semeru bersama tim gabungan yang terdiri atas PVMBG, BPBD, TNI, Polri, dan relawan kebencanaan. Koordinasi dilakukan secara rutin dalam rapat-rapat evaluasi agar setiap perkembangan dapat direspons dengan cepat dan tepat.

Kepada masyarakat, Pemkab Lumajang meminta agar tetap tenang dan tidak terpancing oleh kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Apabila menemukan unggahan mencurigakan terkait Gunung Semeru, warga diminta melaporkannya kepada pihak berwenang atau membandingkannya terlebih dahulu dengan informasi dari kanal resmi. Dengan demikian, ketenangan dan ketertiban masyarakat dapat tetap terjaga di tengah dinamika aktivitas gunung api tertinggi di Pulau Jawa itu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User