Pemkab Lumajang Pastikan Video Viral Erupsi Semeru Hoaks

LUMAJANG — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur, memastikan bahwa video erupsi Gunung Semeru yang beredar viral di media sosial merupakan hoaks. Video yang diunggah melalui kanal YouTu...

Pemkab Lumajang Pastikan Video Viral Erupsi Semeru Hoaks

LUMAJANG — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur, memastikan bahwa video erupsi Gunung Semeru yang beredar viral di media sosial merupakan hoaks. Video yang diunggah melalui kanal YouTube @bencanapopuler pada 3 Juli itu dinilai tidak menggambarkan kondisi aktual di lapangan dan tidak bersumber dari kanal resmi pemerintah maupun lembaga pemantau vulkanik. Keterangan tersebut disampaikan Pemkab Lumajang sebagai respons atas meluasnya peredaran video yang memicu kekhawatiran warga di kawasan lereng Semeru dan sekitarnya.

Dalam keterangan resminya, Pemkab Lumajang menegaskan bahwa tayangan dalam video yang beredar tidak sesuai dengan fakta kejadian yang terekam petugas pengamat gunung api. Pihaknya memastikan tidak ada peristiwa erupsi besar sebagaimana ditampilkan dalam video tersebut pada rentang waktu yang diklaim. Masyarakat diminta tidak mudah percaya dan tidak menyebarluaskan konten yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Penegasan Pemkab Lumajang

Penegasan ini menindaklanjuti maraknya unggahan di berbagai platform media sosial yang menampilkan klaim erupsi Gunung Semeru dengan narasi yang mengarah pada kekhawatiran publik. Menurut Pemkab Lumajang, konten tersebut tidak menggambarkan kondisi terkini gunung api yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang itu. Masyarakat diminta menjadikan informasi dari kanal resmi sebagai satu-satunya rujukan.

"Pemkab Lumajang menegaskan bahwa video yang viral tersebut tidak benar dan tidak menggambarkan kondisi aktual Gunung Semeru. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi," demikian keterangan resmi Pemkab Lumajang.

Peristiwa serupa bukan kali pertama terjadi. Video erupsi gunung berapi yang diunggah ulang dengan narasi berbeda kerap menjadi pemicu kepanikan di tengah masyarakat. Pemkab Lumajang menilai literasi digital warga menjadi faktor penting agar hoaks semacam ini tidak terus berulang.

Aktivitas Gunung Semeru Tetap Dipantau

Gunung Semeru, yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, memiliki status aktivitas yang ditetapkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Aktivitas gunung api tertinggi di Pulau Jawa itu terus dipantau melalui pos pengamatan gunung api, dan setiap perkembangan disampaikan secara berkala melalui kanal resmi, antara lain laman Magma Indonesia serta akun media sosial PVMBG dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Pemkab Lumajang meminta warga yang beraktivitas di sekitar kawasan rawan bencana tetap mengikuti rekomendasi resmi, termasuk ketentuan radius aman yang ditetapkan PVMBG. BPBD Lumajang juga terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna memastikan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana. Masyarakat diminta tidak terpancing informasi yang beredar di media sosial dan senantiasa mengutamakan data dari instansi resmi.

Warga yang tinggal di desa-desa sekitar lereng Semeru diimbau tetap tenang dan menjalani aktivitas seperti biasa, sembari mematuhi arahan petugas. Informasi terkait status gunung api dapat diakses secara terbuka oleh masyarakat, sehingga tidak ada alasan untuk bergantung pada unggahan yang belum jelas sumbernya.

Waspada Hoaks dan Konsekuensi Hukum

Penyebaran hoaks di tengah situasi kebencanaan dinilai berpotensi menimbulkan kepanikan yang justru menghambat upaya mitigasi dan evakuasi. Pemkab Lumajang mengingatkan bahwa penyebar informasi palsu dapat dikenakan sanksi berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana telah diubah, serta ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya.

Masyarakat diimbau melakukan langkah verifikasi sebelum membagikan konten, antara lain dengan membandingkan informasi dari kanal resmi pemerintah, lembaga pemantau gunung api, dan pemberitaan media terverifikasi. Warga juga dapat melaporkan konten yang diduga hoaks melalui kanal pengaduan yang disediakan pemerintah maupun Kementerian Komunikasi dan Digital.

Kecepatan penyebaran konten di media sosial kerap tidak diimbangi akurasi, sehingga hoaks mudah meluas dalam hitungan jam. Karena itu, kewaspadaan masyarakat menjadi kunci utama dalam menekan peredaran informasi palsu. Pemkab Lumajang berharap penegasan ini menjadi pengingat agar publik semakin bijak menyikapi informasi kebencanaan.

Dengan adanya klarifikasi ini, Pemkab Lumajang menegaskan komitmennya untuk terus menyampaikan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Warga diminta tidak ragu mengonfirmasi kepada instansi terkait apabila menemukan informasi yang meragukan, serta terus memantau perkembangan resmi terkait kondisi Gunung Semeru.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User