Pemilik Kedai Piscok Minta Tak Diseret dalam Kasus Mutilasi Mantan Karyawan

Apaberita — Pemilik sebuah kedai pisang cokelat atau piscok akhirnya angkat bicara setelah nama usahanya terseret dalam perbincangan publik terkait kasus mutilasi yang diduga melibatkan mantan karya...

Pemilik Kedai Piscok Minta Tak Diseret dalam Kasus Mutilasi Mantan Karyawan

Apaberita — Pemilik sebuah kedai pisang cokelat atau piscok akhirnya angkat bicara setelah nama usahanya terseret dalam perbincangan publik terkait kasus mutilasi yang diduga melibatkan mantan karyawannya. Melalui video klarifikasi yang beredar luas di media sosial, ia meminta masyarakat tidak mengaitkan kedai miliknya dengan peristiwa pidana tersebut.

Klarifikasi itu disampaikan setelah sejumlah unggahan warganet yang membahas kasus tersebut turut menyebut nama kedai. Dalam hitungan jam, video penjelasan sang pemilik menyebar cepat dan menjadi bahan perbincangan baru di kalangan pengguna media sosial.

Klarifikasi Disampaikan Melalui Video

Dalam tayangan tersebut, pemilik kedai berbicara langsung ke hadapan kamera dengan latar tempat usahanya. Ia memulai penjelasannya dengan menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas peristiwa yang menimpa korban, sekaligus menegaskan dukungannya terhadap proses hukum yang sedang berjalan.

"Kami turut berduka atas kejadian ini. Namun kami mohon dengan sangat, jangan kaitkan usaha kami dengan perbuatan yang berada di luar pengetahuan dan kendali kami," ujar pemilik kedai dalam video klarifikasinya.

Menurutnya, informasi yang beredar di media sosial telah menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Banyak pihak, kata dia, terburu-buru menyimpulkan bahwa kedainya terlibat hanya karena terduga pelaku pernah bekerja di tempat itu.

Tangkapan layar dari video klarifikasi itu kemudian beredar makin luas dan memicu beragam respons. Tidak sedikit pengguna media sosial yang baru mengetahui duduk perkara setelah menyaksikan penjelasan langsung dari pemilik kedai.

Hubungan Kerja Sudah Berakhir Sebelum Kejadian

Pemilik kedai menjelaskan, orang yang diduga terlibat dalam kasus tersebut memang pernah menjadi pekerja di usahanya. Akan tetapi, hubungan kerja itu telah berakhir sebelum peristiwa yang menggegerkan publik terjadi, sehingga segala tindakan yang bersangkutan di luar pekerjaan bukanlah tanggung jawab kedai.

"Yang bersangkutan sudah tidak bekerja di sini. Apa yang dilakukannya setelah keluar dari pekerjaan berada di luar urusan kami," katanya.

Ia menambahkan, selama masa kerja berlangsung, mantan karyawan itu tidak menunjukkan perilaku yang mencurigakan. Oleh sebab itu, ia meminta publik menilai persoalan secara proporsional, menjunjung asas praduga tak bersalah, dan tidak menyamaratakan seluruh pihak yang pernah berinteraksi dengan terduga pelaku.

Pernyataan itu sekaligus menjawab berbagai pertanyaan warganet yang memenuhi kolom komentar akun media sosial kedai. Sebagian pengguna menanyakan kronologi hubungan kerja tersebut, sementara sebagian lain meminta penjelasan bahwa kedai tidak terlibat.

Pemilik kedai juga menyatakan kesiapannya memberikan keterangan apabila sewaktu-waktu diminta oleh aparat penegak hukum. Menurutnya, keterbukaan informasi merupakan bentuk dukungan terhadap pengungkapan kebenaran dalam perkara tersebut.

Usaha Terdampak, Pemilik Imbau Warganet Bijak

Akibat terseretnya nama kedai dalam pusaran kabar itu, pemilik mengaku usahanya terdampak cukup signifikan. Laman media sosial kedai dipenuhi komentar bernada negatif, bahkan muncul ajakan dari sebagian warganet untuk tidak membeli produk yang dijualnya.

"Para karyawan kami yang masih bekerja juga ikut menanggung akibatnya. Mereka tidak mengetahui apa pun, tetapi harus menghadapi tuduhan yang tidak berdasar setiap hari," ucapnya.

Ia berharap klarifikasi tersebut dapat meluruskan informasi yang keliru sehingga roda usahanya kembali berjalan normal. Menurutnya, kedai itu merupakan sumber penghidupan bagi sejumlah pekerja yang sama sekali tidak terkait dengan perkara tersebut.

Sejumlah pelanggan setia turut memberikan dukungan melalui kolom komentar. Mereka menilai tindakan menghubungkan usaha seseorang dengan perbuatan pribadi mantan pekerjanya merupakan langkah yang tidak adil dan berlebihan.

Pada bagian akhir video, pemilik kedai mengimbau masyarakat agar bijak menyaring informasi dan tidak menyebarkan tuduhan tanpa dasar yang dapat merugikan pihak lain. Ia menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada aparat kepolisian serta berharap kebenaran segera terungkap melalui proses hukum yang berlaku di Indonesia.

Hingga berita ini disusun, video klarifikasi itu telah ditonton dan dibagikan berkali-kali oleh pengguna media sosial. Sebagian warganet menyampaikan dukungan moral kepada pemilik kedai dan para karyawannya, sementara sebagian lain memilih menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang sebelum mengambil kesimpulan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User