Pemetaan Ekonomi NTB Melalui SE2026: Sinergi Data untuk Pertumbuhan Inklusif
Apaberita.com, Jakarta — Badan Pusat Statistik (BPS) resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Nusa Tenggara Barat. Wakil Kepala BPS RI hadir langsung untuk mengusung semangat
Apaberita.com, Jakarta — Badan Pusat Statistik (BPS) resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Nusa Tenggara Barat. Wakil Kepala BPS RI hadir langsung untuk mengusung semangat kolaborasi lintas sektor dalam upaya perekaman aktivitas ekonomi secara menyeluruh di provinsi tersebut.
Momentum ini menjadi krusial bagi NTB yang dalam beberapa tahun terakhir bertransformasi menjadi salah satu kutub pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Indonesia Tengah dan Timur. Laporan Apaberita.com menghimpun data bahwa fondasi pertumbuhan ini ditopang oleh dua magnet utama: Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang secara konsisten menggelar perhelatan balap motor internasional MotoGP, serta Gunung Rinjani yang namanya telah mendunia sebagai destinasi wisata unggulan.
Kehadiran dua kawasan unggulan tersebut mendorong berkembangnya berbagai aktivitas usaha di sektor pariwisata, transportasi, akomodasi, perdagangan, hingga ekonomi kreatif.
Tidak hanya sektor jasa dan pariwisata, SE2026 juga akan memotret denyut nadi perekonomian dari sektor pertanian yang menjadi andalan tradisional NTB. Berdasarkan catatan Apaberita.com, produksi padi di provinsi ini pada tahun 2025 berhasil menempati posisi kedua tertinggi di kawasan Indonesia Tengah dan Timur, dengan tingkat pertumbuhan yang melonjak signifikan hingga 14,51 persen.
Sensus yang akan berlangsung pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 ini diharapkan mampu merekam struktur perekonomian NTB secara granular dan akurat. Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi pijakan strategis bagi pemerintah daerah maupun pelaku usaha dalam menyusun kebijakan dan investasi ke depan. Wakil Kepala BPS RI dalam sambutannya menekankan pentingnya keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, asosiasi usaha, hingga masyarakat, guna memastikan tidak ada satu pun unit ekonomi yang luput dari pendataan.
Dengan sinergi yang solid, SE2026 diharapkan dapat melahirkan basis data tunggal yang kredibel untuk mengakselerasi pembangunan ekonomi inklusif di NTB, menjadikannya semakin berdaya saing di tingkat nasional maupun global.
Comments (0)