PDIP: PSI Hanya Pansos Elektoral, Sibuk Bawa-bawa Nama Partai Lain

Jakarta, Apaberita.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kembali melontarkan kritik pedas terhadap Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Kali ini, Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus menilai PS

Jul 08, 2026 - 04:52
0 1
PDIP: PSI Hanya Pansos Elektoral, Sibuk Bawa-bawa Nama Partai Lain

Jakarta, Apaberita.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kembali melontarkan kritik pedas terhadap Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Kali ini, Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus menilai PSI tidak memiliki substansi politik yang jelas dan hanya gemar melakukan pansos atau panjat sosial elektoral dengan terus menyeret nama partai berlambang banteng tersebut ke dalam wacana publik.

Pernyataan ini muncul sebagai respons atas komentar Ketua DPP PSI Bestari Barus yang sebelumnya mengaku heran mengapa PDIP masih gemar mengomentari Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi), meskipun hubungan keanggotaan antara Jokowi dan partai itu telah berakhir.

Deddy Sitorus dengan tegas membantah bahwa PDIP terobsesi dengan Jokowi. Menurutnya, psikolah yang sebenarnya justru ada di kubu PSI yang dinilainya tidak pernah menyuarakan isu-isu kerakyatan secara substansial.

"Perasaan nggak pernah kedengaran tuh suara PSI kritisi isu rakyat. Mereka sibuk nyeret-nyeret PDI Perjuangan saja. Rakyat sudah bosan dengan gimmick PSI," ujar Deddy kepada awak media, Minggu (5/7/2026).

Deddy menambahkan bahwa sikap PSI yang kerap melontarkan pernyataan-pernyataan yang menyentil partai lain justru menunjukkan ketidakmampuan partai tersebut dalam membangun narasi politik yang mandiri dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Ia menantang PSI untuk lebih fokus pada kerja-kerja politik yang nyata.

PSI Dinilai Minim Kontribusi Substansial

Serangan PDIP terhadap PSI bukanlah kali pertama terjadi. Dalam beberapa kesempatan, kader-kader PDIP kerap melontarkan kritik terhadap gaya politik PSI yang dianggap lebih mementingkan pencitraan ketimbang perjuangan ideologis. Deddy menyebut, publik sudah cukup cerdas untuk membedakan mana partai yang serius bekerja dan mana yang hanya mengandalkan sensasi.

Di sisi lain, hubungan antara PDIP dan Jokowi memang menjadi sorotan sejak sang presiden menyelesaikan masa jabatannya. Meski sudah tidak lagi menjadi kader, Jokowi masih sering menjadi bahan pembicaraan dari para elit PDIP. Hal inilah yang kemudian ditanggapi oleh PSI sebagai keanehan politik.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PSI belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan terbaru Deddy Sitorus tersebut. Namun konflik verbal antara kedua partai ini diperkirakan akan terus berlanjut mengingat tensi politik yang masih tinggi pasca-pergantian kepemimpinan nasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dimas-permana

Editor Olahraga. Editor sepak bola, MotoGP, dan timnas.

Comments (0)

User