Sep 18, 2026
Hukum

PARIS — Korea Selatan dan Prancis Sepakati Kerja Sama Keamanan dan Ekonomi

PARIS — Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung melakukan kunjungan kenegaraan resmi ke Prancis untuk menggelar pertemuan puncak dengan Presiden Prancis Emman

PARIS — Korea Selatan dan Prancis Sepakati Kerja Sama Keamanan dan Ekonomi

PARIS — Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung melakukan kunjungan kenegaraan resmi ke Prancis untuk menggelar pertemuan puncak dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris. Pertemuan tingkat tinggi ini menjadi momentum krusial bagi kedua negara dalam mempererat hubungan bilateral yang mencakup kerja sama keamanan kawasan, penguatan rantai pasok ekonomi global, serta kolaborasi di bidang teknologi maju. Kunjungan ini sekaligus mempertegas komitmen kedua negara untuk merespons berbagai tantangan geopolitik global yang kian dinamis.

Kronologi Agenda Pertemuan KTT di Paris

Agenda diplomasi maraton ini diawali dengan penyambutan militer resmi di Hotel des Invalides sebelum kedua pemimpin melanjutkan pembicaraan tertutup di Istana Élysée. Rangkaian acara berlangsung secara ketat sesuai dengan protokol diplomatik internasional:

  1. Pukul 10.00 WS: Upacara penyambutan resmi kenegaraan digelar dengan penghormatan militer dan pengumandangan lagu kebangsaan kedua negara.
  2. Pukul 11.30 WS: Presiden Lee dan Presiden Macron menggelar pertemuan dwipihak secara tertutup untuk membahas isu-isu sensitif terkait keamanan global dan kerja sama intelijen.
  3. Pukul 13.00 WS: Pertemuan bilateral diperluas bersama delegasi menteri utama yang membidangi sektor ekonomi, pertahanan, dan luar negeri.
  4. Pukul 15.00 WS: Kedua kepala negara menyampaikan pernyataan pers bersama di Istana Élysée dan menyaksikan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (MoU).
  5. Pukul 19.30 WS: Jamuan makan malam kenegaraan diselenggarakan sebagai penutup rangkaian kegiatan hari pertama.

Penguatan Kerja Sama Ekonomi dan Rantai Pasok Teknologi

Pertemuan puncak ini menghasilkan beberapa kesepakatan strategis di bidang ekonomi. Korea Selatan dan Prancis sepakat untuk membangun kemitraan tangguh dalam menjaga keandalan rantai pasok industri masa depan. Fokus utama difokuskan pada sektor semikonduktor, baterai kendaraan listrik, dan kecerdasan buatan (AI). Kedua pemimpin menegaskan pentingnya mengurangi ketergantungan pada satu wilayah dominan guna meminimalkan risiko gangguan ekonomi global.

"Hubungan antara Korea Selatan dan Prancis telah berkembang pesat dari sekadar kemitraan tradisional menjadi aliansi strategis berbasis teknologi tinggi dan keamanan masa depan. Kami sepakat bahwa ketahanan rantai pasok adalah kunci utama kestabilan ekonomi global saat ini," tegas Presiden Lee Jae Myung dalam konferensi pers bersama.

Selain sektor manufaktur canggih, isu energi bersih juga menjadi perhatian utama. Prancis yang unggul dalam energi nuklir dan Korea Selatan yang agresif dalam pengembangan teknologi energi terbarukan sepakat untuk meluncurkan proyek riset bersama. Investasi bilateral diperkirakan bernilai lebih dari 5 miliar dolar AS yang akan dikucurkan dalam kurun waktu lima tahun ke depan untuk mendukung percepatan transisi energi hijau di kedua negara.

Sinergi Keamanan Kawasan dan Geopolitik Global

Di sektor keamanan, pembahasan memanas seputar dinamika geopolitik di Semenanjung Korea dan kawasan Indo-Pasifik. Presiden Macron menegaskan dukungan penuh Prancis terhadap upaya denuklirisasi Semenanjung Korea dan mengutuk keras program uji coba rudal balistik yang melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB. Sebaliknya, Korea Selatan juga menyampaikan komitmennya dalam mendukung stabilitas dan perdamaian di Eropa.

  • Penguatan Intelijen: Meningkatkan pertukaran informasi intelijen pertahanan maritim di kawasan Indo-Pasifik.
  • Industri Pertahanan: Membuka peluang kerja sama pengadaan dan riset bersama alutsista generasi baru.
  • Keamanan Siber: Membentuk satgas khusus untuk menanggulangi ancaman serangan siber lintas negara.

Kunjungan diplomatik ini ditutup dengan penandatanganan kesepakatan di bidang pertukaran budaya dan pendidikan. Kedua negara bertekad memperluas program pertukaran pemuda dan akademisi demi mempererat hubungan antarmasyarakat yang telah terjalin lebih dari satu abad. Kerja sama multidimensi ini diharapkan menjadi pijakan kokoh bagi hubungan Korea Selatan dan Prancis di masa mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User