Pameran Jurnalistik 'Negeri Bola' Dibuka di Galeri Antara

Jakarta — Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara resmi membuka pameran fotografi jurnalistik bertajuk “Negeri Bola” di Galeri Foto Jurnalistik Antara, Pasar Baru, Jakarta Pusat, pada Kamis...

Jul 12, 2026 - 07:07
0 1
Pameran Jurnalistik 'Negeri Bola' Dibuka di Galeri Antara

Jakarta — Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara resmi membuka pameran fotografi jurnalistik bertajuk “Negeri Bola” di Galeri Foto Jurnalistik Antara, Pasar Baru, Jakarta Pusat, pada Kamis (12/6). Pameran ini menjadi wadah apresiasi terhadap karya-karya visual para pewarta yang merekam denyut kehidupan sepak bola di Tanah Air, mulai dari lapangan-lapangan desa hingga hiruk-pikuk stadion-stadion besar.

Ketua Dewan Pengawas LKBN Antara Achmad Munir bersama Direktur Utama Benny Siga Butarbutar hadir langsung dalam pembukaan yang berlangsung khidmat tersebut. Hadir pula para wakil pemimpin redaksi, jajaran redaktur senior, sejumlah mantan pemain dan pelatih tim nasional, serta perwakilan dari federasi sepak bola Indonesia. Achmad Munir dalam sambutannya menegaskan bahwa pameran ini bukan sekadar etalase gambar, melainkan dokumentasi sejarah sosial bangsa yang dituturkan melalui lensa kamera.

“Sepak bola adalah ruang publik paling jujur di negeri ini. Di sana tercermin suka, duka, perjuangan, dan harapan. Foto-foto yang dipamerkan hari ini adalah fragmen-fragmen kecil dari mozaik Indonesia yang sesungguhnya,”

ujar Achmad Munir saat meresmikan pameran.

Panggung Visual dari Lapangan ke Stadion

Sebanyak 52 foto tunggal dan 3 esai foto dipajang di sepanjang lorong galeri. Seluruh karya merupakan hasil liputan jurnalis foto Antara di 18 provinsi selama kurun 2022 hingga 2026. Kurator pameran, yang juga Redaktur Foto Antara, memilih karya-karya yang tidak hanya kuat secara estetika, tetapi juga memiliki bobot naratif yang tajam.

Salah satu foto yang mencuri perhatian adalah jepretan Rony Muharrman yang menangkap momen bocah-bocah di Banda Aceh bermain bola di atas genangan banjir dengan latar belakang masjid tua. Ada pula karya Novrian Arbi yang merekam ekspresi haru seorang ibu di tribun ekonomi saat menyaksikan anak pertamanya masuk ke lapangan sebagai pemain cadangan Persija Jakarta. Setiap karya dilengkapi dengan teks naratif singkat yang menjelaskan konteks peristiwa, lokasi, dan sosok di dalamnya, sehingga pengunjung tidak hanya melihat, tetapi juga membaca kisah di balik gambar.

Direktur Utama LKBN Antara Benny Siga Butarbutar menyatakan bahwa pameran ini menjadi bukti nyata komitmen kantor berita pelat merah itu dalam menjaga mutu jurnalisme visual. “Foto jurnalistik adalah bahasa universal yang mampu menembus batas-batas literasi. Melalui pameran ini, kami ingin mengajak publik menikmati kembali jurnalisme dalam format yang renungan, bukan sekadar komsumsi berita yang serba cepat,” katanya.

Sepak Bola sebagai Perekat Sosial

Tema “Negeri Bola” dipilih bukan tanpa alasan. Di tengah polarisasi sosial yang seringkali mengemuka, sepak bola terbukti menjadi satu dari sedikit arena yang mampu menyatukan pelbagai perbedaan. Dari Sabang sampai Merauke, bahasa sepak bola dipahami oleh hampir semua kalangan. Pameran ini menampilkan potret keberagaman itu: anak-anak di lereng Gunung Merbabu yang bermain dengan bola dari anyaman rotan, komunitas perempuan di Makassar yang membentuk liga futsal sendiri, hingga suporter sepak bola di Lamongan yang menjunjung tinggi solidaritas tanpa memandang suku dan agama.

Wakil Ketua Umum PSSI yang turut hadir dalam pembukaan memberikan apresiasi tinggi kepada Antara. Ia menyebut pameran ini sebagai pengingat bahwa sepak bola Indonesia bukan semata soal kompetisi dan prestasi, melainkan juga tentang nilai-nilai kemanusiaan. “Ini bukan pameran tentang pertandingan, tetapi tentang manusia-manusia di sekitar pertandingan itu,” ujarnya.

Rangkaian Diskusi dan Program Publik

Pameran yang akan berlangsung hingga 12 Juli 2026 ini tidak hanya menyajikan pameran statis. Panitia menyiapkan serangkaian program publik, termasuk diskusi panel bertajuk “Membangun Narasi Bangsa Melalui Foto Olahraga” yang dijadwalkan pada pekan ketiga pameran. Diskusi tersebut akan menghadirkan para fotografer senior, akademisi komunikasi, dan tokoh sepak bola nasional. Selain itu, akan digelar lokakarya menulis narasi foto bagi jurnalis muda serta tur kuratorial bagi pelajar dan mahasiswa.

Salah seorang pengunjung awal, Revina (28), mengaku tersentuh dengan salah satu esai foto yang mengisahkan perjalanan seorang mantan pemain tim nasional yang kini menjadi pelatih di kampung halamannya. “Foto-fotonya tidak hanya indah, tetapi juga membuat kita merenung. Saya jadi sadar bahwa di balik setiap tendangan, ada mimpi yang diperjuangkan,” tuturnya.

Pameran dibuka untuk umum tanpa dipungut biaya. Pengelola galeri menyediakan katalog digital yang dapat diunduh melalui kode QR yang terpasang di setiap sudut ruangan. Dengan penyelenggaraan ini, Antara menegaskan posisinya bukan hanya sebagai lembaga pemberitaan yang mengedepankan kecepatan, tetapi juga sebagai penjaga memori kolektif bangsa melalui karya-karya jurnalistik yang mendalam dan bermakna.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User