Palembang — Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) menggelar khataman Al-Qur’an bersama 80 hafiz sebagai
Menurut laporan Apaberita.com, acara digelar di Masjid Al-Aman, Kompleks Paakri Palembang, pada Selasa malam (30/6) hingga Rabu dini hari (1/7/2026). Pembacaan 30 juz Al-Qur’an dimulai setelah Sala
Menurut laporan Apaberita.com, acara digelar di Masjid Al-Aman, Kompleks Paakri Palembang, pada Selasa malam (30/6) hingga Rabu dini hari (1/7/2026). Pembacaan 30 juz Al-Qur’an dimulai setelah Salat Isya dan terus bergulir tanpa henti hingga selepas Salat Subuh.
Khataman Bersama 80 Hafiz
Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol. Sandi Nugroho, menjadi inisiator langsung kegiatan religi ini. Beliau mengundang 80 penghafal Al-Qur’an dari berbagai pesantren dan komunitas di Sumsel untuk bersama-sama menamatkan bacaan kitab suci dalam satu malam.
Kehadiran para hafiz ini tidak hanya menambah kekhusyukan, tetapi juga menjadi simbol sinergi antara institusi kepolisian dan elemen keagamaan. Polda Sumsel ingin menegaskan bahwa peringatan Hari Bhayangkara bukan sekadar seremoni, namun juga momen untuk memperkuat nilai-nilai spiritual.
“Ini adalah ikhtiar kami untuk mengetuk pintu langit, memohon agar keamanan dan ketertiban di Sumatera Selatan senantiasa terjaga. Kami ingin Hari Bhayangkara menjadi lebih bermakna dengan memperbanyak amal ibadah bersama masyarakat,” ujar Irjen Sandi Nugroho dalam keterangan resmi yang diterima Apaberita.com.
Lantunan Ayat Suci Sepanjang Malam
Suasana Masjid Al-Aman berubah menjadi sangat sakral. Gemuruh suara tilawah silih berganti mengisi malam, menciptakan harmoni yang menyentuh hati para jemaah dan personel kepolisian yang hadir. Petugas Polda Sumsel, keluarga besar, serta warga sekitar turut mengikuti prosesi dengan penuh hikmat.
Kegiatan khataman ini juga dirangkai dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan keberkahan bagi institusi Bhayangkara. Setelah khataman, seluruh peserta memanjatkan doa khusus agar Polda Sumsel terus dipercaya masyarakat dalam menjaga keamanan.
Melalui khataman Al-Qur’an ini, Polda Sumsel berharap peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya tercatat sebagai peristiwa seremonial, tetapi juga meninggalkan kesan spiritual yang mendalam. Semangat pengayoman dan perlindungan masyarakat dipadukan dengan nilai-nilai ketuhanan sebagai landasan pengabdian.
Laporan Apaberita.com mencatat, kegiatan religius ini mendapat apresiasi dari berbagai tokoh agama setempat. Mereka menilai langkah Polda Sumsel menjadi contoh konkret polisi yang dekat dengan umat dan selalu menjunjung tinggi nilai kebersamaan dalam bingkai kebhinekaan.
Comments (0)