Aug 29, 2026
Politik

Paket Santet Raih 45 Ribu Penonton pada Hari Pertama Penayangan

JAKARTA — Film horor Paket Santet produksi BASE Entertainment mencatatkan pencapaian signifikan pada hari pertama penayangannya di bioskop. Lebih dari 45 ribu penonton menyaksikan film tersebut seja...

Paket Santet Raih 45 Ribu Penonton pada Hari Pertama Penayangan

JAKARTA — Film horor Paket Santet produksi BASE Entertainment mencatatkan pencapaian signifikan pada hari pertama penayangannya di bioskop. Lebih dari 45 ribu penonton menyaksikan film tersebut sejak tayang serentak di seluruh Indonesia pada Kamis (27/8).

Dengan capaian tersebut, Paket Santet menjadi film Indonesia dengan jumlah penonton terbanyak pada hari pertama dibandingkan judul-judul nasional lain yang tayang pada waktu yang sama, di antaranya Operasi Pesta Copet dan Rumah Singgah.

Antusiasme publik terhadap film garapan sutradara Dinna Jasanti itu dinilai tidak lepas dari premis yang mengangkat teror dari hal yang akrab dengan kehidupan sehari-hari, yakni paket kiriman. Kedekatan premis dengan keseharian masyarakat menjadi daya tarik tersendiri sekaligus pembeda dari film horor lain yang selama ini banyak mengangkat tema supranatural klasik.

Sejak pengumuman produksinya, Paket Santet menjadi salah satu film horor yang paling dinantikan pada tahun ini. Tim produksi menilai antusiasme tersebut sebagai bentuk kepercayaan publik terhadap kualitas cerita serta deretan pemain yang terlibat di dalamnya.

Kisah Tujuh Mahasiswa

Paket Santet mengisahkan tujuh mahasiswa yang diperankan deretan aktor dan aktris muda, yakni Deva (Fatih Unru), Bela (Yasamin Jasem), Celia (Gabriella Ekaputri), Ale (Fadly Faisal), Firza (Fiki Naki), Glen (Farandika), serta Kiki (Azela Putri). Kehidupan ketujuh tokoh tersebut berubah setelah satu per satu menerima paket misterius tanpa identitas pengirim.

Rasa penasaran mendorong mereka menelusuri siapa pengirim paket dan alasan di balik pemilihan mereka sebagai sasaran. Penelusuran itu kemudian membawa mereka pada persoalan yang bersumber dari masa lalu. Teror yang dialami ketujuh mahasiswa tersebut ternyata berkaitan erat dengan luka lama akibat perundungan yang selama ini dianggap telah selesai.

Sepanjang penelusuran, ketujuh mahasiswa itu menemukan bahwa seluruh paket misterius yang mereka terima saling berkaitan dan mengarah pada satu peristiwa di masa lampau. Kendati upaya mencari jawaban terus dilakukan, teror yang datang justru semakin intensif dan menuntut mereka menghadapi ketakutan yang selama ini berusaha dilupakan.

Bagi pihak yang pernah menjadi korban, pengalaman tersebut ternyata meninggalkan luka yang belum benar-benar sembuh. Konflik batin itulah yang menjadi inti cerita sekaligus pesan yang ingin disampaikan melalui kemasan film horor ini.

Debut Layar Lebar Fiki Naki

Capaian Paket Santet pada hari pertama sekaligus menjadi momen istimewa bagi Fiki Naki. Melalui film ini, ia menjalani debut di layar lebar dengan memerankan tokoh Firza.

Fiki mengaku tidak menyangka film perdananya mendapat sambutan sebesar itu sejak hari pertama penayangan. Rasa syukur disampaikannya atas respons positif penonton tersebut.

"Saya benar-benar tidak menyangka bahwa film ini akan disambut seperti ini di hari pertama. Ini debut saya di layar lebar dan mengetahui bahwa penonton memilih untuk hadir sejak hari pertama membuat saya tidak punya kata-kata selain bersyukur," kata Fiki Naki.

Sebelum terjun ke layar lebar, nama Fiki Naki lebih dulu dikenal luas sebagai kreator konten di platform digital. Kehadirannya dalam film ini sekaligus memperluas jangkauan Paket Santet kepada penonton muda yang selama ini mengikuti perkembangan karyanya.

Para pemeran lain, seperti Fadly Faisal, Gabriella Ekaputri, Yasamin Jasem, dan Fatih Unru, turut terlibat dalam berbagai agenda promosi menjelang dan setelah penayangan. Keterlibatan para pemain muda tersebut dinilai turut mendongkrak antusiasme penonton sejak masa pra-tayang.

Prospek di Bioskop

Pencapaian lebih dari 45 ribu penonton pada hari pertama menjadi indikator awal yang positif bagi perjalanan Paket Santet di bioskop. Angka tersebut sekaligus menegaskan daya tarik genre horor Indonesia yang konsisten mendapat tempat di hati penonton tanah air.

Film yang diproduksi BASE Entertainment ini diputar secara serentak di sejumlah bioskop di berbagai kota di Indonesia. Dengan premis yang dekat dengan kehidupan sehari-hari serta konflik yang menyentuh persoalan sosial seperti perundungan, film ini dinilai memiliki modal kuat untuk menjaga tren positif pada hari-hari berikutnya.

Keberhasilan pada hari pertama diharapkan menjadi awal yang baik bagi perjalanan panjang film ini di industri perfilman nasional. Tim produksi optimistis antusiasme tersebut akan berlanjut seiring dengan meluasnya jangkauan penayangan serta rekomendasi dari para penonton yang telah menyaksikan film tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User