Oct 09, 2026
Politik

Pakar Ingatkan Kebocoran Data Pribadi Ancam Masyarakat Digital

Praktisi keamanan siber Alfons Tanujaya menegaskan bahwa kebocoran data pribadi bukanlah persoalan baru dalam ekosistem digital Indonesia, namun dampaknya kini semakin meluas seiring meningkatnya pene...

Pakar Ingatkan Kebocoran Data Pribadi Ancam Masyarakat Digital

Praktisi keamanan siber Alfons Tanujaya menegaskan bahwa kebocoran data pribadi bukanlah persoalan baru dalam ekosistem digital Indonesia, namun dampaknya kini semakin meluas seiring meningkatnya penetrasi internet dan digitalisasi layanan publik. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul maraknya kasus penipuan daring yang memanfaatkan data pribadi warga yang bocor dan diperjualbelikan di forum gelap.

"Kebocoran data itu bukan hal yang baru. Yang baru adalah skalanya yang semakin besar dan cara penyalahgunaannya yang semakin canggih," ujar Alfons dalam keterangan resminya, menekankan bahwa masyarakat perlu memahami bahwa data pribadi memiliki nilai ekonomi yang tinggi bagi pelaku kejahatan siber.

Ancaman Penipuan Berbasis Data Bocor

Alfons menjelaskan bahwa data yang bocor seperti nomor telepon, nomor induk kependudukan, alamat, hingga riwayat transaksi keuangan dapat disalahgunakan untuk berbagai modus penipuan. Pelaku sering kali menggunakan data tersebut untuk meyakinkan korban bahwa mereka adalah pihak resmi, seperti perbankan atau institusi pemerintah. "Ketika pelaku sudah punya data yang valid, korban lebih mudah percaya. Inilah yang membuat penipuan berbasis data bocor sangat berbahaya," tuturnya.

Menurutnya, verifikasi berlapis menjadi kunci utama dalam mencegah penipuan. Masyarakat diimbau tidak langsung mempercayai panggilan, pesan singkat, atau tautan yang meminta data pribadi, meskipun pengirim mengaku dari lembaga resmi. Alfons menyarankan agar warga selalu memverifikasi melalui kanal komunikasi resmi yang terdaftar sebelum memberikan informasi apa pun.

"Jangan pernah memberikan kode OTP, PIN, atau data rekening kepada siapa pun, termasuk yang mengaku petugas bank. Bank tidak pernah meminta data sensitif melalui telepon atau pesan singkat," tegasnya.

Peran Literasi Digital dan Regulasi

Alfons juga menyoroti pentingnya peningkatan literasi digital di tengah masyarakat. Menurutnya, kewaspadaan individu merupakan benteng pertama dalam melindungi data pribadi, namun upaya tersebut harus didukung oleh penegakan regulasi yang kuat, termasuk Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi. Ia menilai penegakan hukum terhadap pelaku kebocoran dan penyalahgunaan data masih perlu diperkuat agar menimbulkan efek jera.

"Regulasi sudah ada, tetapi tantangannya adalah implementasi dan penegakan di lapangan. Pengendali data harus bertanggung jawab penuh atas keamanan data yang mereka kelola," ujar Alfons. Ia menambahkan bahwa perusahaan dan institusi penyimpan data wajib melakukan audit keamanan secara berkala serta menerapkan enkripsi pada data sensitif.

Selain itu, Alfons mendorong masyarakat untuk rutin mengganti kata sandi, mengaktifkan autentikasi dua faktor pada akun penting, dan tidak menggunakan kata sandi yang sama di berbagai platform. Langkah-langkah sederhana tersebut, menurutnya, dapat mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan siber.

Imbauan Kewaspadaan Menyeluruh

Di akhir keterangannya, Alfons mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak menganggap remeh persoalan kebocoran data. Ia menekankan bahwa pencegahan harus dilakukan secara kolektif, mulai dari individu, pelaku industri, hingga pemerintah. "Waspada itu bukan berarti takut, tetapi sadar bahwa data kita berharga dan harus dilindungi," pungkasnya.

Imbauan tersebut menjadi relevan di tengah meningkatnya laporan kasus penipuan daring di Indonesia. Masyarakat diharapkan tidak hanya mengandalkan perlindungan dari pihak lain, tetapi juga aktif menjaga kerahasiaan data pribadi masing-masing. Dengan demikian, risiko penyalahgunaan data dapat ditekan dan kepercayaan terhadap ekosistem digital nasional tetap terjaga.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User