JAKARTA — Seorang pedagang kopi keliling berinisial S (42) kehilangan sepeda motornya setelah meminjamkan kendaraan tersebut kepada pria tak dikenal yang berpura-pura kehabisan bensin di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (22/8/2026). Aksi penipuan itu berlangsung sekitar pukul 09.30 WIB ketika korban tengah melayani pembeli di Jalan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading.
Peristiwa bermula ketika seorang pria berjaket hitam mendekati gerobak korban dan mengaku sepeda motornya mogok di dekat lokasi karena kehabisan bahan bakar. Pelaku menyatakan hendak membeli bensin di stasiun pengisian bahan bakar umum yang berjarak sekitar dua kilometer, tetapi tidak membawa kendaraan cadangan. Korban yang berniat menolong kemudian mengizinkan pelaku meminjam sepeda motor miliknya dengan janji akan kembali dalam waktu singkat.
“Dia berbicara santai dan meyakinkan. Korban sempat ragu, tetapi melihat pelaku tampak panik, akhirnya menuruti permintaan tersebut,” ujar seorang petugas Kepolisian Sektor (Polsek) Kelapa Gading kepada wartawan, Minggu (23/8/2026).
Setelah menunggu lebih dari satu jam, korban mulai curiga. Seluruh upaya menghubungi nomor telepon yang ditinggalkan pelaku tidak membuahkan hasil. Korban kemudian menyadari kendaraannya telah dibawa kabur dan langsung melaporkan peristiwa itu ke Polsek Kelapa Gading pada hari yang sama.
Kronologi Penipuan Berkedok Pertolongan
Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lokasi, pelaku tiba dengan berjalan kaki dan sempat mengamati korban beberapa saat sebelum melancarkan aksinya. Pelaku memilih momen ketika gerobak tengah ramai pembeli sehingga perhatian korban terpecah. Modus yang digunakan tergolong klasik namun efektif, yakni memanfaatkan empati korban melalui cerita kehabisan bensin.
Menurut petugas, pola yang digunakan berbeda dari penipuan konvensional yang umumnya berujung pada permintaan transfer uang. Dalam kasus ini, pelaku tidak meminta uang, melainkan langsung meminjam kendaraan dan membawanya kabur. Sepeda motor korban diketahui merupakan merek Honda Vario dengan kerugian ditaksir mencapai Rp17 juta berdasarkan harga pasar kendaraan bekas.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap permintaan meminjam kendaraan dari orang yang baru dikenal. Jika memungkinkan, tawarkan bantuan dalam bentuk lain, seperti mengantarkan yang bersangkutan ke pom bensin atau menghubungi petugas,” tegas petugas Polsek Kelapa Gading.
Penyelidikan Polsek Kelapa Gading
Laporan korban diterima petugas piket pada pukul 11.15 WIB dan langsung ditindaklanjuti dengan pemeriksaan awal serta olah tempat kejadian perkara. Polisi juga telah mengumpulkan keterangan sejumlah saksi dan menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di sepanjang Jalan Pegangsaan Dua.
“Kami telah menerima laporan korban dan melakukan penyelidikan. Identitas pelaku masih dalam pengejaran, dan kami berkoordinasi dengan Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Utara untuk pengembangan perkara ini,” ungkap petugas tersebut.
Hingga Minggu (23/8/2026), polisi belum berhasil mengidentifikasi pelaku. Petugas belum dapat memastikan apakah pelaku merupakan pelaku kejahatan berulang yang beroperasi di wilayah Jakarta Utara dengan modus serupa. Kepastian itu, kata petugas, menunggu hasil penyelidikan dan alat bukti yang cukup sebelum perkara dinaikkan ke tahap penyidikan.
Polisi mengimbau warga yang pernah menjadi korban penipuan serupa agar segera melapor sehingga pola kejahatan dapat dipetakan. Berdasarkan catatan kepolisian, kasus penipuan bermodus meminjam kendaraan di Jakarta Utara tercatat meningkat pada 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kewaspadaan bagi Pedagang Kaki Lima
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa niat baik menolong sesama tetap perlu dibarengi kewaspadaan. Para pedagang kaki lima, termasuk pedagang kopi keliling, dinilai menjadi sasaran empuk karena berinteraksi dengan banyak orang asing setiap hari serta kerap membawa kendaraan bermotor sebagai alat produksi.
Pengamat keamanan perkotaan yang dihubungi wartawan menyatakan bahwa pelaku kejahatan oportunistik biasanya memanfaatkan momen ketika korban sedang sibuk atau terburu-buru. Ia menyarankan pedagang menyimpan kunci kendaraan di tempat terpisah dan tidak mudah menyerahkan kendaraan kepada orang yang baru dikenal.
“Pertolongan tidak harus selalu berupa meminjamkan barang berharga. Bantuan dapat diberikan dalam bentuk lain, misalnya menghubungi petugas atau mengantarkan orang tersebut. Keamanan diri dan aset tetap harus menjadi prioritas,” ujar pengamat tersebut.
Sementara itu, keluarga korban berharap polisi segera menangkap pelaku. Sepeda motor yang hilang merupakan satu-satunya sarana S untuk berjualan dan menopang perekonomian keluarganya sehari-hari. Selama kendaraan belum ditemukan, S terpaksa menghentikan usahanya untuk sementara waktu.
Polsek Kelapa Gading memastikan penyelidikan terus berjalan dan meminta warga yang memiliki informasi terkait keberadaan pelaku agar melapor ke kantor polisi terdekat. Kasus ini sekaligus menjadi peringatan agar aksi serupa tidak kembali terjadi di wilayah DKI Jakarta.
Comments (0)