Ngeri Gelombang Panas di AS Tewaskan 25 Orang
Washington DC - Gelombang panas ekstrem yang melanda Amerika Serikat dalam sepekan terakhir telah merenggut sedikitnya 25 nyawa. Badan cuaca nasional menyebut sekitar 40 juta penduduk di wilayah pant
Washington DC - Gelombang panas ekstrem yang melanda Amerika Serikat dalam sepekan terakhir telah merenggut sedikitnya 25 nyawa. Badan cuaca nasional menyebut sekitar 40 juta penduduk di wilayah pantai timur, tenggara, dan barat daya masih berada dalam status peringatan suhu tinggi yang membahayakan.
Berdasarkan data yang dihimpun Apaberita.com dari otoritas negara bagian dan daerah, New Jersey menjadi wilayah dengan angka kematian tertinggi. Sedikitnya 22 kasus kematian di negara bagian tersebut diduga kuat berkaitan langsung dengan paparan suhu ekstrem yang terjadi sejak awal Juli 2026. Sementara itu, satu korban jiwa dilaporkan di Illinois, dan dua kematian lainnya tercatat di Mississippi.
"Ini bukan sekadar cuaca panas biasa. Kami melihat suhu yang mencapai level berbahaya, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan mereka yang memiliki kondisi medis tertentu," ujar seorang juru bicara badan penanggulangan bencana setempat dalam keterangannya, Senin (6/7/2026).
Suhu di sejumlah kota besar seperti New York, Philadelphia, dan Washington DC menembus angka 38 hingga 42 derajat Celsius secara berturut-turut. Kelembapan tinggi turut memperparah kondisi, membuat indeks panas terasa jauh di atas suhu aktual. Otoritas kesehatan di berbagai negara bagian telah membuka pusat-pusat pendinginan darurat dan mengimbau warga untuk membatasi aktivitas luar ruangan, menjaga hidrasi, serta memeriksa kondisi tetangga atau kerabat yang tinggal sendirian.
Para ahli meteorologi memperingatkan bahwa gelombang panas ini merupakan bagian dari tren pemanasan global yang kian mengkhawatirkan. Pola cuaca ekstrem seperti ini diprediksi akan semakin sering terjadi di masa mendatang, tidak hanya di Amerika Serikat tetapi juga di berbagai belahan dunia lainnya. Pemerintah federal disebut tengah mengkaji langkah-langkah mitigasi jangka panjang, termasuk perbaikan infrastruktur dan sistem peringatan dini yang lebih efektif.
Hingga berita ini diturunkan, peringatan suhu panas ekstrem masih berlaku di sejumlah wilayah. Tim penyelamat dan tenaga medis terus disiagakan mengantisipasi kemungkinan bertambahnya korban jiwa maupun kasus heatstroke yang memerlukan penanganan darurat.
Comments (0)