NasDem Tunda Putusan Dukungan di Pilgub Sumut
Dewan Pimpinan Pusat Partai Nasional Demokrat (NasDem) hingga Rabu (17/7) belum menetapkan pilihan resmi dalam kontestasi Pemilihan Gubernur Sumatera Utara 2024. Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu...
Dewan Pimpinan Pusat Partai Nasional Demokrat (NasDem) hingga Rabu (17/7) belum menetapkan pilihan resmi dalam kontestasi Pemilihan Gubernur Sumatera Utara 2024. Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai NasDem, Prananda Surya Paloh, menegaskan bahwa partainya masih menjalankan serangkaian kajian mendalam terhadap dua figur kunci yang tengah mengemuka, yaitu mantan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan Wali Kota Medan Bobby Nasution. Keputusan akhir, menurut Prananda, akan diambil setelah seluruh pertimbangan matang dianalisis secara kolektif oleh jajaran pengurus pusat.
"Kami belum sampai pada tahap finalisasi. Proses penjajakan masih berlangsung dan kami tidak ingin terburu-buru," ujar Prananda di sela Rapat Koordinasi Nasional Bappilu di Jakarta. Ia menambahkan, dinamika politik di Sumatera Utara memiliki karakteristik yang unik sehingga memerlukan pembacaan yang cermat.
Pernyataan tersebut sekaligus mengonfirmasi bahwa bursa dukungan NasDem untuk Pikada Sumut masih sepenuhnya terbuka. Edy Rahmayadi, yang telah menyatakan siap maju kembali setelah masa jabatannya sebagai Gubernur Sumut, memiliki basis massa yang kuat di kalangan masyarakat akar rumput. Sementara Bobby Nasution, menantu Presiden Joko Widodo, mengusung rekam jejak sebagai kepala daerah muda dengan sejumlah terobosan pembangunan di Kota Medan.
Edy Rahmayadi dan Bobby Nasution dalam Radar NasDem
Kedua nama tersebut telah masuk dalam radar Bappilu sejak awal tahun. Edy Rahmayadi dinilai memiliki pengalaman birokrasi dan militer yang panjang, serta rekam jejak elektoral yang terbukti pada Pilgub 2018. Di sisi lain, Bobby Nasution membawa keunggulan sebagai representasi generasi baru dengan jaringan politik yang luas, terutama melalui konektivitasnya ke lingkaran kekuasaan pusat.
Sekretaris Bappilu Partai NasDem, yang enggan disebutkan namanya, menyebutkan bahwa tim internal telah melakukan pemetaan awal di 33 kabupaten/kota di Sumut. "Data lapangan masih terus kami olah. Selain survei elektabilitas, kami juga mengukur tingkat keselarasan visi calon dengan platform partai," ujarnya.
Faktor Penentu Keputusan Partai
Prananda Surya Paloh menekankan bahwa ideologi dan komitmen kandidat terhadap program kerja partai akan menjadi pertimbangan utama, di atas faktor popularitas semata. "Kami ingin memastikan bahwa siapa pun yang kami dukung benar-benar mengusung semangat restorasi dan pembangunan berkelanjutan, sesuai dengan agenda besar NasDem untuk Indonesia Emas 2045," tegasnya.
Selain aspek visi, faktor komunikasi politik dengan partai-partai dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) juga menjadi variabel penting. Partai NasDem, meskipun resmi bergabung dalam koalisi pendukung pemerintahan Prabowo-Gibran, tetap membuka ruang untuk berkoalisi dengan partai lain di tingkat daerah, termasuk kemungkinan bergabung dengan partai pengusung Edy Rahmayadi yang berasal dari poros berbeda.
Menunggu Momentum Politik
Prananda mengisyaratkan bahwa pengumuman resmi dukungan kemungkinan baru akan dilakukan menjelang batas akhir pendaftaran pasangan calon ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sumut pada Agustus mendatang. Strategi ini, menurutnya, lazim diterapkan untuk menjaga fleksibilitas politik dan membaca pergeseran konstelasi hingga menit terakhir.
"Kami tidak ingin terjebak dalam deklarasi prematur yang justru membatasi ruang negosiasi. Dinamika politik itu cair dan setiap saat bisa berubah. Yang terpenting, keputusan yang kami ambil nanti adalah yang terbaik untuk rakyat Sumatera Utara," ujarnya.
Konsolidasi Internal Masih Berlangsung
Di internal Partai NasDem sendiri, suara untuk mendukung Bobby Nasution cukup kuat mengingat posisi partai di tingkat nasional yang searah dengan pemerintahan baru. Namun, faksi lain menilai Edy Rahmayadi lebih merepresentasikan karakter petarung yang diinginkan untuk memenangkan kontestasi di Sumut, provinsi dengan jumlah pemilih mencapai lebih dari 10 juta jiwa.
"Kami akan menggelar rapat pleno khusus yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum Surya Paloh sebelum keputusan final ditetapkan. Semua pandangan akan didengar, termasuk masukan dari Dewan Pimpinan Wilayah Sumut," tambah Prananda.
Sementara itu, kedua kandidat yang bersangkutan belum memberikan respons resmi terkait perkembangan di Partai NasDem. Hingga berita ini diturunkan, belum ada komunikasi terbuka yang disampaikan oleh tim pemenangan Edy Rahmayadi maupun Bobby Nasution. Namun, langkah Prananda dan jajaran Bappilu menegaskan bahwa poros kekuatan politik di Pilgub Sumut masih berada dalam fase yang sangat dinamis, dengan Partai NasDem berpotensi menjadi penentu arah kemenangan.
Comments (0)