Sep 17, 2026
Politik

NasDem Tunda Pengumuman Dukungan di Pilkada Sumatera Utara

Partai NasDem melalui Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Dewan Pimpinan Pusat menyatakan belum mencapai putusan resmi mengenai calon gubernur yang akan diusung pada Pemilihan Kepala Daerah Sumatera Uta...

NasDem Tunda Pengumuman Dukungan di Pilkada Sumatera Utara

Partai NasDem melalui Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Dewan Pimpinan Pusat menyatakan belum mencapai putusan resmi mengenai calon gubernur yang akan diusung pada Pemilihan Kepala Daerah Sumatera Utara 2024. Kepastian ini disampaikan langsung oleh Prananda Surya Paloh, Ketua Bappilu Partai NasDem, di sela-sela Rapat Koordinasi Nasional di Jakarta, Senin (hari ini). Sikap menunggu ini menempatkan dua nama kuat—Edy Rahmayadi, mantan Gubernur Sumatera Utara, dan Bobby Nasution, Wali Kota Medan—dalam posisi yang sama-sama berpeluang mendapat rekomendasi resmi partai berlambang matahari emas itu.

“Kami belum dapat memastikan ke mana arah dukungan final. Proses penjaringan masih berlangsung dan seluruh potensi kader serta tokoh eksternal terus dikaji secara mendalam,” ujar Prananda kepada jurnalis. Ia menegaskan bahwa keputusan tidak akan diambil secara terburu-buru karena menyangkut kepentingan elektoral jangka panjang partai di salah satu provinsi dengan basis massa signifikan.

Pertimbangan Strategis dan Peta Kekuatan

NasDem disebut tengah memperhitungkan dua dimensi utama: loyalitas kader dan elektabilitas calon. Bobby Nasution, yang merupakan menantu Presiden Joko Widodo, memiliki mesin politik kuat berkat kedekatan dengan simpul-simpul kekuasaan di pusat dan dukungan nyata dari relawan. Di sisi lain, Edy Rahmayadi adalah figur petahana yang mengakar di kalangan militer dan birokrasi Sumut, dengan rekam jejak memimpin provinsi pada periode 2018–2023.

Sejumlah pengurus wilayah juga menyuarakan preferensi berbeda. DPW NasDem Sumatera Utara dalam rapat internal belum menghasilkan suara bulat. Fraksi yang mendukung Bobby menekankan pentingnya sinergi dengan pemerintah pusat, sementara kubu Edy mengunggulkan pengalaman dan jaringan lokal yang solid. “Kami masih mendengarkan aspirasi dari bawah, termasuk hasil komunikasi politik dengan partai-partai lain yang potensial membentuk koalisi,” tambah Prananda.

Dinamika Elektabilitas dan Survei Internal

Sumber di lingkungan Bappilu menyebut bahwa partai tengah mengkaji hasil survei internal terbaru. Data yang diperoleh menunjukkan selisih elektabilitas Edy dan Bobby relatif tipis, dengan variasi bergantung pada segmen pemilih. Di wilayah pesisir timur, Edy masih unggul, sementara di perkotaan seperti Medan, Binjai, dan Deli Serdang, popularitas Bobby lebih dominan. NasDem juga memperhatikan tingkat pengenalan dan penerimaan terhadap calon pendamping yang akan dipasangkan.

“Survei bukan satu-satunya acuan, tetapi menjadi bagian penting dari uji tuntas. Kami ingin memastikan calon yang diusung memiliki daya tawar tinggi dan mampu membangun koalisi efektif,” ujar seorang fungsionaris Bappilu yang enggan disebutkan namanya.

Komunikasi dengan Poros Koalisi

Partai NasDem tidak bisa sendirian mengusung pasangan calon karena perolehan kursi di DPRD Sumut belum mencapai ambang batas. Dengan 13 kursi dari total 100, partai ini harus membentuk poros bersama partai lain. Hingga kini, komunikasi intensif dilakukan dengan Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera, dan Partai Demokrat. Ketiga partai tersebut kabarnya juga masih cair dalam menentukan sikap.

Gerindra, yang memiliki 15 kursi, disebut lebih condong mendukung Edy Rahmayadi, mengingat hubungan historis keduanya di kancah kepartaian. Sementara PKS dan Demokrat masih menanti kepastian dari NasDem agar bisa membangun kesepakatan bersama. “Kami ingin menjadi pengikat koalisi, bukan sekadar pengikut. Karena itu, keputusan arah dukungan harus memberikan keuntungan posisi tawar bagi NasDem,” papar Prananda.

Jadwal dan Tahapan Berikutnya

Sesuai tahapan yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum, pendaftaran pasangan calon kepala daerah akan dibuka pada akhir Agustus 2024. Artinya, Partai NasDem masih memiliki waktu sekitar empat pekan untuk mengunci keputusan. Bappilu berencana menggelar rapat pleno khusus pada pekan ketiga Juli untuk menetapkan rekomendasi resmi berdasarkan masukan dari tim penjaringan, DPW, dan hasil komunikasi lintas partai.

Hingga saat ini, Prananda belum dapat memastikan apakah partainya akan mengumumkan keputusan secara mandiri atau bersamaan dengan deklarasi poros koalisi. “Semua skenario masih terbuka. Yang jelas, kami ingin menjaga soliditas internal dan memastikan langkah ini membawa kemenangan bagi NasDem dan rakyat Sumatera Utara,” tutupnya.

Dengan ketidakpastian yang masih menggantung, publik Sumut terus mencermati setiap pernyataan elite NasDem. Keputusan partai ini diyakini dapat memengaruhi peta koalisi dan mempertegas konstelasi politik di salah satu provinsi terbesar di Indonesia tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User