Nasdem Bimbang Usung Edy Rahmayadi atau Bobby di Pilgub Sumut

Partai Nasdem tengah menindaklanjuti proses seleksi bakal calon Gubernur Sumatra Utara pada Pemilihan Gubernur serentak tahun 2024 dengan mempertimbangkan dua sosok utama, yakni Gubernur petahana Edy ...

Nasdem Bimbang Usung Edy Rahmayadi atau Bobby di Pilgub Sumut

Partai Nasdem tengah menindaklanjuti proses seleksi bakal calon Gubernur Sumatra Utara pada Pemilihan Gubernur serentak tahun 2024 dengan mempertimbangkan dua sosok utama, yakni Gubernur petahana Edy Rahmayadi dan Wali Kota Medan Bobby Nasution. Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Koordinasi internal partai yang berlangsung di Jakarta pada awal pekan ini untuk menentukan figur terkuat yang akan diusung pada kontestasi di provinsi dengan jumlah pemilih terbesar di luar Pulau Jawa tersebut. Berdasarkan UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Regent, dan Wali Kota, penetapan pasangan calon harus melalui pembahasan matang di tingkat Fraksi dan DPP sebelum ditetapkan sebagai calon resmi.

Rapat Koordinasi dan Pleno Internal

Dalam rapat yang dipimpin langsung oleh jajaran Dewan Pimpinan Pusat Partai Nasdem, para fungsionaris menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan survei elektabilitas mendalam terhadap kedua nama tersebut. Ketua DPD Partai Nasdem Sumatra Utara menegaskan bahwa partainya tidak ingin gegabah dalam mengambil keputusan strategis menjelang pendaftaran calon yang dibuka oleh Komisi Pemilihan Umum.

"Kami sedang menjalankan proses konsultasi dan penilaian terhadap kapasitas kepemimpinan Gubernur Edy Rahmayadi dan Wali Kota Bobby Nasution. Kedua figur memiliki keunggulan masing-masing, sehingga Pleno nantinya akan memutuskan siapa yang paling layak untuk membawa visi partai di Sumatra Utara," ujar Ketua DPD Partai Nasdem Sumatra Utara.

Rapat Koordinasi tersebut juga menghadirkan perwakilan Fraksi Nasdem dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatra Utara untuk memberikan masukan berdasarkan data lapangan terkini. Hasil pembahasan dalam rapat disepakati untuk dibawa ke forum Pleno tingkat DPP dalam waktu dekat guna mendapatkan pengesahan resmi.

Pertimbangan Dukungan terhadap Kedua Figur

Edy Rahmayadi, yang menjabat sebagai Gubernur Sumatra Utara periode 2018-2023 dan kembali menjalani masa jabatan hingga 2024, dinilai memiliki modal pengalaman administratif serta jaringan politik yang telah teruji di kancah provinsi. Sebagai incumbent, ia dianggap memiliki track record pembangunan infrastruktur dan penanganan isu keagamaan yang menjadi perhatian konstituen di daerah tersebut.

Di sisi lain, Bobby Nasution, yang berhasil memenangkan Pemilihan Wali Kota Medan dengan dukungan partai-partai besar sebelumnya, diperhitungkan karena mampu meraih suara signifikan di ibu kota provinsi yang menjadi barometer politik Sumatra Utara. Keberhasilannya mengelola kota metropolitan dengan berbagai tantangan sosial dan ekonomi menjadi salah satu indikator yang dinilai oleh tim seleksi internal Nasdem.

"Bobby Nasution menunjukkan kinerja yang konkret di Medan, sementara Edy Rahmayadi memiliki legitimasi dari hasil pemilihan lima tahun lalu. Kami harus memilih sosok yang tidak hanya bisa menang, tetapi juga mampu memperkuat posisi Partai Nasdem di kancah legislatif dan eksekutif ke depan," tegas Wakil Sekretaris Jenderal Partai Nasdem.

Tim penjaringan internal partai menyatakan bahwa indikator utama dalam pertimbangan tersebut meliputi elektabilitas, rekam jejak pengelolaan pemerintahan, serta kemampuan menggalang koalisi dengan partai-partai lain yang memiliki kursi di DPRD Sumatra Utara. Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur berdasarkan UU wajib didukung oleh partai politik atau gabungan partai politik yang memiliki minimal dua puluh persen kursi di dewan perwakilan daerah.

Dinamika Koalisi dan Target Penetapan Calon

Meski memiliki kursi di parlemen, Partai Nasdem menyadari bahwa untuk mengamankan tiket kemenangan di Pemilihan Gubernur Sumatra Utara, diperlukan kerja sama dengan partai-partai lain. Jajaran DPP telah membuka komunikasi intensif dengan beberapa partai anggota koalisi pemerintah maupun oposisi untuk menyusun peta dukungan yang solid.

Fraksi Nasdem di DPRD Sumatra Utara telah menyiapkan berbagai skenario aliansi, termasuk kemungkinan mengusung pasangan calon tunggal dari internal partai atau membuka peluang bagi kandidat dari luar yang memiliki daya dukung luas. Keputusan akhir mengenai siapa yang akan ditetapkan sebagai calon Gubernur akan diumumkan setelah proses Pleno dan mendapatkan rekomendasi resmi dari Dewan Pimpinan Pusat.

"Kami menindaklanjuti hasil rapat dengan menyusun tim khusus yang akan berkoordinasi dengan tim pemenangan di daerah. Target kami, nama calon akan disahkan dan ditetapkan sebelum batas akhir pendaftaran yang ditetapkan KPU," juru bicara DPP Partai Nasdem menegaskan.

Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sumatra Utara sebelumnya telah menyatakan bahwa tahapan pendaftaran bakal calon akan dimulai sesuai jadwal yang telah ditetapkan untuk seluruh daerah penyelenggara Pemilihan Gubernur serentak. Dengan jumlah pemilih yang mencapai jutaan orang, kontestasi di Sumatra Utara diprediksi akan menjadi salah satu ajang politik yang paling ketat sekaligus menentukan arah koalisi partai di tingkat regional menjelang Pemilu 2029.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User