Murid TK di Sumenep Ikuti Edutrip Membatik di Rutan

SUMENEP — Sebanyak puluhan murid Taman Kanak-kanak (TK) Al-Manah Campor Barat, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mengikuti kegiatan edukasi bertajuk edutrip dengan belajar membatik di lingkungan Rumah ...

Oct 10, 2026 - 19:18
0 0
Murid TK di Sumenep Ikuti Edutrip Membatik di Rutan

SUMENEP — Sebanyak puluhan murid Taman Kanak-kanak (TK) Al-Manah Campor Barat, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mengikuti kegiatan edukasi bertajuk edutrip dengan belajar membatik di lingkungan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sumenep. Kegiatan yang digelar pada Jumat (10/10/2026) tersebut menjadi bagian dari program unggulan rutan setempat dalam memperkenalkan proses membatik kepada masyarakat sejak usia dini.

Kepala Rutan Sumenep, Aditya, menegaskan bahwa pihaknya membuka ruang bagi publik, termasuk kalangan pelajar dan anak usia dini, untuk mengenal lebih dekat aktivitas pembinaan keterampilan yang selama ini dijalankan di dalam rutan. Menurutnya, membatik dipilih sebagai salah satu materi edutrip karena merupakan program pembinaan unggulan yang dinilai memiliki nilai ekonomi sekaligus nilai budaya.

"Kami menawarkan program membatik kepada publik karena kegiatan ini merupakan salah satu unggulan yang kami miliki di Rutan Sumenep," ujar Aditya dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (10/10/2026).

Aditya menyatakan bahwa program edutrip tersebut dirancang sebagai sarana pembelajaran luar kelas bagi para murid. Melalui kegiatan itu, anak-anak tidak hanya dikenalkan pada teknik dasar membatik, tetapi juga diajak memahami bahwa keterampilan tersebut dapat menjadi bekal produktif bagi siapa pun, termasuk warga binaan yang menjalani masa pembinaan di rutan.

Tujuan Kegiatan Edutrip

Berdasarkan penjelasan pihak rutan, kegiatan edutrip ini merupakan bagian dari pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada pengamanan, tetapi juga pada pembinaan dan pemberdayaan. Rutan Sumenep menetapkan pembinaan keterampilan membatik sebagai salah satu program yang terus dikembangkan, dengan melibatkan warga binaan sebagai pelaksana sekaligus pengajar dalam beberapa sesi pelatihan.

Dalam kegiatan tersebut, para murid TK Al-Manah Campor Barat tampak antusias mengikuti arahan dari pendamping. Mereka diperkenalkan pada alat dan bahan membatik, mulai dari canting, malam atau lilin batik, hingga kain sebagai media. Pendamping dari pihak rutan membimbing anak-anak secara bertahap agar tetap nyaman dan aman selama proses pembelajaran berlangsung.

"Kami ingin anak-anak mengenal budaya membatik sejak dini. Sekaligus mereka melihat langsung bahwa di rutan ada kegiatan yang produktif dan bermanfaat," kata Aditya menambahkan.

Aditya menambahkan bahwa kegiatan semacam ini juga menjadi sarana memperkuat hubungan antara rutan dengan masyarakat sekitar. Menurutnya, keterbukaan informasi mengenai apa yang dilakukan di dalam rutan penting agar publik tidak memiliki pandangan yang sempit terhadap lembaga pemasyarakatan.

Antusiasme Murid dan Pendamping

Guru pendamping dari TK Al-Manah Campor Barat menyatakan bahwa kegiatan edutrip ini memberikan pengalaman berbeda bagi murid-murid. Selain belajar membatik, anak-anak juga dilatih untuk berinteraksi dengan lingkungan baru serta mengenal institusi negara yang memiliki fungsi pelayanan kepada masyarakat.

Pihak sekolah menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan oleh Rutan Sumenep. Kegiatan ini dinilai sejalan dengan tema pembelajaran pengenalan profesi dan budaya lokal yang tengah berjalan di sekolah tersebut. Para guru berharap kegiatan serupa dapat digelar secara berkala dengan cakupan peserta yang lebih luas.

Di sisi lain, Rutan Sumenep menegaskan bahwa seluruh kegiatan edutrip dilaksanakan dengan memperhatikan aspek keamanan dan ketertiban. Protokol kunjungan bagi anak usia dini diterapkan secara ketat, mulai dari pendataan peserta, pembatasan area yang boleh diakses, hingga pendampingan petugas selama kegiatan berlangsung.

Program Pembinaan Berkelanjutan

Aditya menjelaskan bahwa program pembinaan keterampilan di Rutan Sumenep tidak berhenti pada kegiatan edutrip. Pihaknya terus mengembangkan pelatihan bagi warga binaan agar memiliki keahlian yang dapat dimanfaatkan setelah menyelesaikan masa pidana. Hasil karya warga binaan, termasuk produk batik, disebut telah beberapa kali dipamerkan dalam kegiatan pameran tingkat daerah.

Menurutnya, keberhasilan pembinaan tidak hanya diukur dari aspek kepatuhan selama menjalani masa pidana, tetapi juga dari kesiapan warga binaan kembali ke tengah masyarakat. Keterampilan membatik dinilai memiliki nilai tambah karena berbasis kearifan lokal dan memiliki pasar yang cukup luas, khususnya di wilayah Madura dan Jawa Timur pada umumnya.

"Pembinaan ini kami arahkan agar warga binaan memiliki bekal keterampilan. Harapannya, ketika kembali ke masyarakat mereka bisa mandiri," tegas Aditya.

Rutan Sumenep menargetkan program edutrip dapat menjadi agenda rutin yang melibatkan sekolah-sekolah dari berbagai jenjang. Pihak rutan juga membuka peluang kerja sama dengan instansi lain, termasuk dinas pendidikan dan pelaku usaha kerajinan, untuk memperkuat ekosistem pembinaan berbasis keterampilan tersebut.

Kegiatan edutrip membatik yang diikuti murid TK Al-Manah Campor Barat ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan hasil karya sederhana yang dibuat para peserta. Pihak rutan menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan program pembinaan yang berdampak, baik bagi warga binaan maupun bagi masyarakat yang ingin belajar dari lingkungan pemasyarakatan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User