Munas NU 2026 Bahas Kepemimpinan dan Masa Depan Organisasi

Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2026 resmi menjadi forum krusial untuk menentukan arah kepemimpinan dan strategi organisasi ke depan. Sidang Pleno

Jul 08, 2026 - 00:11
0 0
Munas NU 2026 Bahas Kepemimpinan dan Masa Depan Organisasi

Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2026 resmi menjadi forum krusial untuk menentukan arah kepemimpinan dan strategi organisasi ke depan. Sidang Pleno II yang berlangsung di Pondok Pesantren Al Falah, Ploso, Kediri, hari ini, menghadirkan pandangan dari dua tokoh senior Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Wakil Rais Aam KH Afifuddin Muhajir dan KH Anwar Iskandar. Keduanya mengupas tantangan struktural dan ideologis yang dihadapi NU dalam menjaga relevansinya di tengah perubahan zaman.

Membedah Hal Permanen dan Adaptif di Tubuh NU

Dalam pemaparannya, Kiai Afif—sapaan akrab KH Afifuddin Muhajir—menekankan bahwa keberlangsungan NU bergantung pada kemampuan organisasi membedakan antara elemen yang bersifat permanen (harga mati) dan elemen yang dapat beradaptasi. Menurutnya, pemilahan ini mendasar karena akan menentukan kebijakan strategis, pola kaderisasi, hingga respons NU terhadap isu-isu kontemporer. Kiai Afif menyampaikan analisis tersebut melalui keterangan tertulis yang diterima Apaberita.com pada Minggu (21/6/2026).

"Persoalannya hal-hal apa saja di dalam NU ini yang harga mati dan hal-hal apa saja di dalam NU yang bisa beradaptasi," ujar Kiai Afif.

Penegasan ini merefleksikan upaya menjaga fondasi ideologis seperti akidah Ahlussunnah wal Jamaah, tradisi pesantren, dan khittah organisasi sebagai pilar yang tak bisa ditawar. Sementara itu, aspek-aspek yang adaptif mencakup manajemen kelembagaan, pendekatan dakwah digital, serta peran dalam merespons dinamika sosial dan politik kebangsaan. Dengan pisau analisis tersebut, Kiai Afif mengajak seluruh peserta munas untuk melakukan inventarisasi nilai dan praktik yang harus dipertahankan tanpa kompromi, sekaligus membuka ruang inovasi untuk menjawab kebutuhan zaman.

Pandangan Strategis dari KH Anwar Iskandar

Di sisi lain, KH Anwar Iskandar turut memberikan perspektifnya mengenai regenerasi kepemimpinan. Ia menyoroti pentingnya membangun sistem kaderisasi yang kokoh agar estafet kepemimpinan NU tidak terputus dan tetap mencerminkan aspirasi nahdliyin. Meski tidak mengeluarkan pernyataan tertulis yang rinci, kehadiran dan pandangannya dalam sidang ini memperkuat benang merah diskusi: bahwa masa depan NU memerlukan keseimbangan antara mempertahankan jati diri dan melakukan transformasi yang terukur. Munas dan Konbes 2026 di Kediri ini menjadi momentum penting bagi NU untuk merumuskan kembali peta jalan organisasi di era baru, dengan harapan tetap menjadi penjaga moral bangsa sekaligus motor perubahan yang sejuk dan inklusif.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dimas-permana

Editor Olahraga. Editor sepak bola, MotoGP, dan timnas.

Comments (0)

User