MUI Luncurkan Buku Kumpulan Doa Penguat Hati
Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat meluncurkan buku “Kumpulan Doa Penguat Hati: Arab, Latin dan Arti” dalam sebuah acara di Kantor MUI, Jakarta, Selasa (17/6/2025). Peluncuran ini men...
Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat meluncurkan buku “Kumpulan Doa Penguat Hati: Arab, Latin dan Arti” dalam sebuah acara di Kantor MUI, Jakarta, Selasa (17/6/2025). Peluncuran ini menjadi respons terhadap meningkatnya kebutuhan umat akan pegangan spiritual di tengah tekanan kehidupan modern yang memicu gelisah dan rasa takut.
“Doa merupakan senjata utama seorang mukmin. Buku ini hadir agar umat dapat lebih mudah mengakses doa-doa yang meneguhkan hati, menghilangkan rasa takut, dan mengusir kegelisahan,” ujar KH. Ahmad Zuhri, Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah MUI.
Latar Belakang dan Data Kesehatan Mental
Penyusunan buku dilatarbelakangi oleh temuan terbaru Kementerian Kesehatan yang menunjukkan prevalensi gangguan kecemasan umum pada penduduk usia 15–64 tahun mencapai 9,8 persen pada 2024. Menurut KH. Ahmad Zuhri, angka tersebut menjadi peringatan bagi seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, untuk memperkuat pendekatan spiritual dalam menjaga kesehatan mental.
Riset internal MUI yang dilakukan di 10 kota besar pada awal 2025 juga mengungkap bahwa 67% responden muslim merasa lebih tenang setelah mengamalkan doa harian secara rutin. “Ini bukti bahwa doa bukan sekadar ritual, melainkan terapi jiwa yang efektif,” lanjutnya.
Isi Buku Kumpulan Doa
Buku setebal 120 halaman ini memuat 40 doa pilihan yang disusun berdasarkan tema: menghadapi musibah, mengatasi rasa takut, melawan putus asa, dan memperoleh ketabahan. Setiap doa dilengkapi teks Arab, transliterasi Latin, dan terjemahan bahasa Indonesia agar mudah dipelajari oleh semua kalangan.
Salah satu doa yang menjadi sorotan adalah doa Nabi Yunus saat dalam kegelapan perut ikan, lā ilāha illā anta subḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn. Anggota tim penyusun, Ustazah Siti Nurhaliza, menjelaskan bahwa doa ini sangat relevan untuk menenangkan hati saat seseorang merasa terhimpit masalah.
“Bacaan ini mengajarkan pengakuan kesalahan dan kepasrahan total kepada Allah. Dalam konteks psikologis, pengakuan seperti ini melepaskan beban batin yang sering menjadi sumber kecemasan,” paparnya.
Respon dan Harapan
Anggota Komisi VIII DPR RI, Mardani Ali Sera, yang hadir dalam peluncuran, menyatakan apresiasinya. “Di tengah krisis multidimensi, umat memerlukan panduan spiritual yang praktis. Buku ini diharapkan menjadi amal jariyah dan sumber ketenangan bagi jutaan muslim Indonesia,” ujarnya.
Dari sisi kesehatan, psikolog klinis RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, dr. Andini Pratiwi, M.Psi., menambahkan bahwa dzikir dan doa yang dilakukan dengan khusyuk dapat memicu gelombang alfa di otak yang menurunkan produksi hormon kortisol. “Ketika seseorang berdoa, sistem saraf parasimpatis aktif, sehingga detak jantung melambat dan pikiran menjadi lebih jernih. Ini mekanisme alami yang mendukung penyembuhan psikosomatis,” jelasnya dalam sesi dialog.
Ketua Umum MUI, KH. Anwar Iskandar, dalam sambutan tertulisnya menegaskan bahwa buku ini bukan sekadar kumpulan teks, tetapi juga ikhtiar untuk menghidupkan sunnah. “Kami ingin umat Islam menjadikan doa sebagai napas kehidupan. Bukan hanya ketika susah, tetapi sebagai rutinitas yang mengikat hati kepada Allah,” tulisnya.
Rencana Distribusi dan Akses Digital
Untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat, MUI akan mendistribusikan 100.000 eksemplar cetak secara gratis ke masjid-masjid besar melalui jaringan MUI daerah. Selain itu, versi digital dalam bentuk aplikasi seluler akan diluncurkan bersamaan, menargetkan 500.000 unduhan dalam enam bulan pertama. Sekretaris Bidang Dakwah, Irfan Hakim, menyatakan bahwa aplikasi tersebut akan dilengkapi fitur audio untuk membantu muslim dengan keterbatasan penglihatan.
Buku ini dapat diakses pula melalui situs resmi MUI mulai 20 Juni 2025. Dengan peluncuran ini, MUI berharap mampu menurunkan tingkat kecemasan umat dan memperkuat fondasi spiritual bangsa.
Baca juga:
Comments (0)