Momen Hangat di Tengah Tugas: Polisi Riau Ajak Anak Yatim Makan Bersama
Rokan Hulu – Menyambut peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang jatuh pada 1 Juli mendatang, jajaran Kepolisian Resor (Polres) Rokan Hulu, Riau, menggelar berbagai kegiatan sosial. Salah satunya data
Rokan Hulu – Menyambut peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang jatuh pada 1 Juli mendatang, jajaran Kepolisian Resor (Polres) Rokan Hulu, Riau, menggelar berbagai kegiatan sosial. Salah satunya datang dari Ipda Rohim Kusuma Putra, perwira yang bertugas di unit Pamapta 3 Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT). Di sela kesibukannya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Ipda Rohim menyempatkan diri menyambangi rumah seorang janda dan tiga anak yatim di Desa Pematang Berangan, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).
Sosok yang ia datangi adalah Darmini (38), seorang ibu tunggal yang sehari-hari berjuang keras menghidupi ketiga buah hatinya. Sejak sang suami meninggal dunia, beban ekonomi sepenuhnya berada di pundaknya. Kondisi yang serba kekurangan membuat dua dari tiga anak Darmini terpaksa putus sekolah. Keterbatasan biaya menjadi tembok besar yang menghalangi mereka mengenyam pendidikan formal, sementara sang ibu harus memutar otak agar dapur tetap mengepul.
Ipda Rohim yang mendengar kabar tentang keluarga itu dari warga setempat, langsung tergerak hatinya. Tanpa banyak protokoler, ia mengajak Darmini dan ketiga anaknya keluar rumah untuk menikmati hidangan di sebuah rumah makan sederhana. Momen sarapan bersama itu berlangsung penuh kehangatan. Tawa renyah anak-anak yang sudah lama tak merasakan suasana riang kembali terdengar, sejenak menghapus gurat lelah di wajah Darmini.
Seusai makan, Ipda Rohim mengajak keluarga kecil itu berbelanja kebutuhan pokok di pasar terdekat. Ia mempersilakan anak-anak memilih sendiri kebutuhan mereka—mulai dari beras, minyak goreng, telur, hingga perlengkapan sekolah seperti buku tulis dan alat tulis. Dengan sabar, ia menemani mereka berkeliling los pasar, sesekali bercanda untuk mencairkan suasana.
“Ini bukan sekadar bantuan, tapi upaya kami untuk hadir di tengah masyarakat yang sedang berduka dan berjuang. Kami ingin mereka tahu bahwa polisi adalah keluarga yang siap mengulurkan tangan kapan pun dibutuhkan. Semoga sedikit kebahagiaan ini bisa menjadi penyemangat bagi Ibu Darmini dan anak-anaknya,” ujar Ipda Rohim saat ditemui media kami di sela kegiatan, Rabu (28/6).
Berdasarkan laporan yang dihimpun Apaberita.com, kegiatan berbagi ini merupakan bagian dari rangkaian bakti sosial Polres Rokan Hulu dalam rangka Hari Bhayangkara. Tidak hanya memberikan bantuan materi, setiap personel didorong untuk turun langsung dan membangun kedekatan emosional dengan warga yang membutuhkan. Ipda Rohim sendiri mengaku bahwa aksi tersebut ia lakukan atas inisiatif pribadi, didukung penuh oleh pimpinan polres.
Darmini tak kuasa menahan haru ketika mengisahkan perjuangannya. Ia bercerita, sejak kehilangan suami, hidup terasa begitu berat. Pekerjaan serabutan yang ia lakoni sebagai buruh cuci dan membersihkan rumah tetangga hanya cukup untuk makan seadanya. “Anak-anak sering minta jajan, tapi saya hanya bisa diam. Hari ini mereka senang sekali, bisa makan enak dan dibelikan banyak barang. Terima kasih, Pak Polisi,” katanya dengan mata berkaca-kaca.
Ipda Rohim berharap, langkah kecil yang ia lakukan dapat menginspirasi rekan-rekan sejawat dan masyarakat umum untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. “Hari Bhayangkara bukan hanya milik kepolisian, tetapi milik seluruh rakyat Indonesia. Mari kita jadikan momen ini sebagai pengingat untuk terus berbagi dan menguatkan satu sama lain,” pungkasnya.
Kegiatan sosial seperti ini menjadi potret lain dari institusi Polri yang belakangan terus berbenah. Kedekatan emosional antara polisi dan masyarakat yang terbangun di lapangan diharapkan mampu memupuk kepercayaan publik, sekaligus menepis stigma negatif yang kadang masih melekat. Di Desa Pematang Berangan, setidaknya satu keluarga kini memiliki cerita baru tentang seorang polisi yang datang membawa senyuman dan harapan.
Comments (0)