Misbakhun Tinjau Gedung BEI untuk Perkuat Pasar Modal Indonesia

Ketua Komisi XI DPR RI, Misbakhun, melakukan kunjungan kerja ke Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta pada Rabu, 15 Juli 2026. Kunjungan ini dilakuk

Jul 15, 2026 - 19:44
0 0
Misbakhun Tinjau Gedung BEI untuk Perkuat Pasar Modal Indonesia

Ketua Komisi XI DPR RI, Misbakhun, melakukan kunjungan kerja ke Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta pada Rabu, 15 Juli 2026. Kunjungan ini dilakukan di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global yang turut memengaruhi kinerja pasar modal domestik. Kehadiran Misbakhun, yang didampingi oleh beberapa anggota Komisi XI, disambut langsung oleh jajaran direksi BEI, termasuk Direktur Utama BEI Iman Rachman dan Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik. Agenda utama dari kunjungan ini adalah untuk membahas langkah-langkah strategis dalam menjaga stabilitas pasar modal Indonesia serta meningkatkan kepercayaan investor ritel yang kini mendominasi volume perdagangan harian di bursa.

Kedatangan dan Agenda Silaturahmi

Rombongan Komisi XI tiba di Gedung BEI sekitar pukul 09.30 WIB dan langsung menuju ruang pertemuan utama. Sebelum memasuki sesi diskusi, Misbakhun menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPR terhadap institusi keuangan di Tanah Air. "Kami ingin mendengar langsung perkembangan terkini dari BEI, terutama terkait dengan dinamika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat mengalami tekanan cukup dalam pada kuartal kedua tahun ini," ujar Misbakhun di hadapan awak media. Ia menekankan bahwa Komisi XI berkepentingan untuk memastikan pasar modal tetap menjadi sumber pendanaan yang sehat bagi dunia usaha sekaligus sarana investasi yang aman bagi masyarakat.

Pembahasan Stabilitas Pasar dan Arus Modal Asing

Dalam forum tertutup yang berlangsung hampir dua jam, Misbakhun dan direksi BEI membahas secara mendalam isu stabilitas pasar modal. Salah satu topik yang paling menyita perhatian adalah fenomena arus keluar modal asing (capital outflow) yang tercatat mencapai Rp 14,3 triliun sepanjang semester pertama 2026. Iman Rachman memaparkan bahwa tekanan jual asing terjadi akibat normalisasi kebijakan moneter bank sentral global dan eskalasi tensi geopolitik di kawasan Eropa Timur. Angka outflow tersebut, meskipun signifikan, masih lebih rendah dibandingkan gejolak pasar tahun 2025 yang sempat membuat IHSG anjlok hingga level 6.100. Para peserta diskusi sepakat bahwa diperlukan penguatan fundamental melalui penambahan emiten berkualitas dan diversifikasi instrumen investasi.

Perlindungan Investor Ritel Menjadi Prioritas

Isu perlindungan investor ritel mendapat perhatian khusus dalam kunjungan ini. Dengan komposisi investor ritel yang mencapai 62% dari total investor pasar modal, Komisi XI mendorong BEI untuk memperketat pengawasan terhadap praktik perdagangan yang merugikan investor kecil. Misbakhun mengatakan,

"Kita tidak ingin investor ritel menjadi korban dari aksi goreng-menggoreng saham atau praktik manipulasi pasar. Kami akan mendorong revisi Undang-Undang Pasar Modal untuk memperkuat kewenangan OJK dalam menjatuhkan sanksi yang lebih memberikan efek jera."
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya program edukasi dan literasi keuangan yang berkelanjutan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh ajakan investasi ilegal yang marak di media sosial.

Inspeksi Lantai Perdagangan dan Dialog dengan Pialang

Seusai rapat, Misbakhun menyempatkan diri untuk meninjau langsung lantai perdagangan (trading floor) BEI. Dengan menggunakan jas khasnya, ia berkeliling ke area meja perdagangan (trading desk) dan berbincang singkat dengan beberapa perwakilan pialang. Momen ini dimanfaatkan oleh Misbakhun untuk menanyakan langsung hambatan operasional yang kerap dihadapi oleh perusahaan sekuritas, terutama menyangkut infrastruktur teknologi dan konektivitas sistem perdagangan. "Teknologi harus terus dimutakhirkan agar sistem perdagangan kita cepat, andal, dan tahan terhadap serangan siber. Ini penting untuk menjaga integritas pasar," tegasnya di sela-sela inspeksi. Para pialang yang ditemui mengapresiasi perhatian DPR terhadap sektor jasa keuangan dan berharap agar regulasi yang disusun tidak menambah beban biaya yang berlebihan.

Dukungan Regulasi dan Insentif Pajak Penopang Pasar

Diskusi berlanjut pada ranah kebijakan fiskal yang bersentuhan langsung dengan aktivitas pasar modal. Komisi XI menyampaikan komitmennya untuk mengawal pemberian insentif pajak yang dapat menarik lebih banyak investor jangka panjang. Misbakhun mengungkapkan bahwa pihaknya sedang membahas kemungkinan penurunan tarif pajak dividen serta perluasan skema tax holiday untuk perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana (IPO) di sektor-sektor prioritas. Menurutnya,

"Kita harus bersaing dengan bursa regional dalam menarik minat perusahaan untuk listing. Insentif fiskal yang tepat bisa menjadi game changer tanpa mengorbankan penerimaan negara secara signifikan."
Direktur Utama BEI Iman Rachman menambahkan bahwa bursa menargetkan setidaknya 65 pencatatan saham baru sepanjang tahun 2026 dan akan memanfaatkan dukungan DPR untuk merealisasikan target tersebut.

Penutup dan Optimisme di Tengah Tantangan

Mengakhiri kunjungan kerjanya, Misbakhun menyampaikan optimismenya bahwa pasar modal Indonesia memiliki ketahanan yang cukup untuk menghadapi tekanan eksternal, dengan catatan seluruh pemangku kepentingan kompak dalam menjaga stabilitas. Ia menunjuk pada indikator makroekonomi yang masih solid, seperti pertumbuhan ekonomi yang diproyeksikan stabil di atas 5% dan tingkat inflasi yang terkendali. Kunjungan ini diharapkan menjadi titik awal penguatan kolaborasi antara parlemen dan otoritas bursa dalam menyusun kebijakan yang adaptif terhadap perubahan global. Dengan potensi besar dari investor domestik serta dukungan regulasi yang semakin kuat, pasar modal Indonesia dinilai mampu menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional dalam beberapa tahun ke depan.

[SOCIAL_TWEET]: "Ketua Komisi XI DPR Misbakhun bertandang ke BEI, soroti stabilitas pasar di tengah capital outflow & perlindungan investor ritel. Simak poin penting hasil pertemuan tertutup dengan direksi bursa. #PasarModal #BEI #DPRRI"[SOCIAL_TG]: "🏛️ Ketua Komisi XI DPR Misbakhun berkunjung ke BEI hari ini. Isu capital outflow dan perlindungan investor ritel jadi sorotan utama. Baca selengkapnya di sini."

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User