Menteri PUPR Tinjau Infrastruktur di Gunungkidul

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dody Hanggodo, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Minggu, 5 Oktober 2025. Dalam kunjungan tersebut...

Jul 16, 2026 - 04:19
0 0
Menteri PUPR Tinjau Infrastruktur di Gunungkidul

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dody Hanggodo, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Minggu, 5 Oktober 2025. Dalam kunjungan tersebut, Menteri Dody meninjau sejumlah proyek infrastruktur strategis yang tengah berjalan di wilayah tersebut, termasuk pembangunan jalan daerah dan sistem penyediaan air bersih. Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda pemantauan langsung pemerintah pusat terhadap realisasi program prioritas nasional di daerah.

Fokus Kunjungan: Jalan Daerah dan Air Bersih

Dalam kunjungan yang berlangsung sejak pukul 13.00 WIB tersebut, Menteri Dody didampingi oleh Bupati Gunungkidul, Sunaryanta, serta sejumlah pejabat tinggi madya dari Kementerian PUPR. Mereka menyambangi lokasi proyek peningkatan ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Wonosari dengan Kecamatan Semin. Proyek tersebut memiliki panjang total 12,7 kilometer dengan anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025 sebesar Rp187 miliar. Menurut data yang disampaikan oleh Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) DIY, proyek ini ditargetkan rampung pada akhir Desember 2025.

Selain meninjau proyek jalan, Menteri Dody juga mengunjungi lokasi pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) di Kecamatan Panggang. Wilayah tersebut selama ini kerap mengalami kesulitan air bersih, terutama pada musim kemarau. Proyek SPAM Panggang dirancang untuk melayani 8.200 sambungan rumah (SR) dengan kapasitas produksi 50 liter per detik. Anggaran yang dialokasikan untuk proyek ini mencapai Rp92 miliar, yang berasal dari dana alokasi khusus (DAK) fisik dan APBD Kabupaten Gunungkidul. Menteri Dody menegaskan bahwa proyek air bersih ini menjadi prioritas karena menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

“Pemerintah berkomitmen untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dasar di daerah-daerah yang selama ini tertinggal. Gunungkidul adalah salah satu kabupaten yang mendapat perhatian khusus, terutama dalam hal ketersediaan air bersih dan konektivitas jalan. Saya minta seluruh kontraktor dan tim teknis untuk bekerja sesuai target agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” ujar Menteri Dody dalam sambutannya di lokasi proyek SPAM Panggang.

Proyek Strategis Nasional di Gunungkidul

Kabupaten Gunungkidul dikenal memiliki topografi karst yang menantang, sehingga pembangunan infrastruktur seringkali memerlukan teknologi dan perencanaan khusus. Dalam kunjungan ini, Menteri Dody juga meninjau proyek embung dan bendungan kecil di Kecamatan Ponjong yang berfungsi sebagai penampung air hujan serta irigasi untuk lahan pertanian seluas 350 hektare. Proyek embung tersebut dikerjakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak dengan nilai kontrak Rp45,7 miliar. Menteri Dody menyatakan bahwa embung ini merupakan salah satu dari 10 proyek infrastruktur sumber daya air yang masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pelaksanaan proyek. “Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan tidak ada hambatan di lapangan. Jika ada masalah lahan atau teknis, segera laporkan kepada kami agar bisa ditindaklanjuti,” tegas Menteri Dody dalam rapat koordinasi yang digelar di aula kantor Bappeda Gunungkidul.

Bupati Gunungkidul, Sunaryanta, menyambut positif kunjungan kerja tersebut. Ia berharap dengan adanya perhatian langsung dari Menteri PUPR, seluruh proyek infrastruktur di Gunungkidul dapat berjalan sesuai jadwal. “Kami sangat berterima kasih atas kunjungan Pak Menteri. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mendorong percepatan pembangunan. Beberapa proyek yang sebelumnya terkendala pembebasan lahan kini sudah mulai berjalan berkat dukungan penuh dari pusat,” ujar Sunaryanta.

Komitmen Pemerintah dalam Pembangunan Daerah

Menteri Dody menegaskan bahwa Kementerian PUPR akan terus memantau progres proyek-proyek di daerah melalui sistem informasi berbasis digital yang terintegrasi. Ia juga meminta agar setiap proyek menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas. “Saya tidak ingin ada penyimpangan. Setiap rupiah uang rakyat harus digunakan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Menteri Dody dalam konferensi pers singkat di akhir kunjungan.

Kunjungan kerja Menteri PUPR ini merupakan rangkaian dari agenda monitoring dan evaluasi (monev) yang dilaksanakan secara berkala oleh Kementerian PUPR di seluruh Indonesia. Sepanjang tahun 2025, Menteri Dody telah mengunjungi sedikitnya 15 provinsi untuk meninjau langsung proyek-proyek infrastruktur strategis. Gunungkidul dipilih karena potensi besarnya dalam mendukung ketahanan pangan dan pariwisata di kawasan selatan Jawa.

Di akhir kunjungan, Menteri Dody juga menyempatkan diri berdialog dengan warga sekitar proyek SPAM Panggang. Ia mendengarkan langsung keluhan warga terkait akses air bersih dan memastikan pemerintah akan menyelesaikan persoalan tersebut secepatnya. “Kami akan percepat pembangunan ini. Tahun depan, masyarakat Panggang sudah bisa menikmati air bersih dari SPAM ini,” janji Menteri Dody.

Kunjungan kerja yang berlangsung selama kurang lebih empat jam tersebut diakhiri dengan penandatanganan prasasti proyek embung Ponjong dan peletakan batu pertama perluasan jaringan SPAM Panggang. Seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan tertib dengan pengamanan dari kepolisian setempat. Diharapkan, dengan adanya komitmen dan pengawasan langsung dari tingkat menteri, proyek-proyek di Gunungkidul dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User