Oct 16, 2026
Politik

Menteri Moh Jumhur Hidayat Hadiri Leader's Plenary

Jakarta — Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat menghadiri forum Leader's Plenary pada pertemuan tingkat pemimpin bidang lingkungan hidup dan iklim, sebagai bagian dari agenda kerja sama kawas...

Menteri Moh Jumhur Hidayat Hadiri Leader's Plenary

Jakarta — Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat menghadiri forum Leader's Plenary pada pertemuan tingkat pemimpin bidang lingkungan hidup dan iklim, sebagai bagian dari agenda kerja sama kawasan. Kehadiran tersebut menindaklanjuti mandat pemerintah untuk memperkuat posisi Indonesia dalam pembahasan isu perubahan iklim, pengelolaan sampah lintas negara, serta konservasi ekosistem pada tingkat multilateral.

Dalam forum yang dihadiri para menteri dan perwakilan negara anggota tersebut, delegasi Indonesia menyampaikan sikap resmi mengenai sejumlah isu strategis. Pernyataan politik disampaikan dalam kapasitas resmi sebagai Wakil Pemerintah Indonesia, sejalan dengan keputusan rapat koordinasi internal yang telah dilakukan sebelum keberangkatan delegasi.

Agenda dan Posisi Indonesia dalam Forum

Leader's Plenary merupakan sesi puncak pertemuan yang dihadiri secara langsung oleh para pemimpin kementerian dan kepala delegasi negara anggota. Dalam sesi tersebut, dibahas sejumlah agenda utama, antara lain penurunan emisi gas rumah kaca, transisi energi berkelanjutan, pengelolaan limbah plastik di kawasan, serta penguatan kapasitas negara berkembang dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat menegaskan bahwa Indonesia menempatkan kepentingan negara berkembang sebagai prioritas dalam setiap pembahasan komitmen iklim. Pernyataan tersebut mengacu pada prinsip tanggung jawab bersama namun berbeda, yang menjadi dasar posisi Indonesia selama ini di forum internasional.

"Indonesia hadir dengan komitmen yang jelas, namun komitmen tersebut harus didukung oleh pendanaan teknologi dan kapasitas yang adil bagi seluruh negara," ujar Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat dalam sesi Leader's Plenary.

Selain isu iklim, agenda pertemuan juga membahas mekanisme kerja sama pengelolaan sampah lintas batas. Delegasi Indonesia menyampaikan pentingnya penerapan prinsip negara asal sampah, seiring dengan upaya pemerintah dalam memperkuat tata kelola sampah domestik melalui Peraturan Presiden tentang Pengurangan Sampah dan Percepatan Pengurangan Sampah.

Rapat Koordinasi Sebelum Delegasi Berangkat

Sebelum mengikuti forum internasional tersebut, pemerintah telah menyelenggarakan Rapat Koordinasi lintas kementerian untuk menyepakati substansi pembicaraan. Rapat membahas posisi Indonesia terhadap draft kesepakatan yang diusulkan beberapa negara, termasuk terkait target penurunan emisi dan mekanisme pemantauan kemajuan.

Dalam rapat tersebut, ditetapkan beberapa arahan kebijakan yang menjadi panduan bagi delegasi. Di antaranya adalah penekanan pada dukungan pendanaan iklim bagi negara berkembang, pengakuan atas upaya pengurangan deforestasi, serta pentingnya transisi energi yang terjangkau dan tidak mengorbankan pertumbuhan ekonomi nasional.

Kepala delegasi Indonesia menyatakan bahwa seluruh materi yang disampaikan dalam forum telah melalui proses koordinasi dan persetujuan internal, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur penandatanganan dan persetujuan instrumen internasional.

Hasil dan Tindak Lanjut

Forum Leader's Plenary ditutup dengan komunikasi bersama yang memuat sejumlah kesepakatan politik. Kesepakatan tersebut bersifat mengikat secara politik dan menjadi dasar bagi kelanjutan pembahasan teknis di tingkat pejabat senior pada pertemuan berikutnya.

Berdasarkan keputusan forum, negara anggota sepakat melanjutkan dialog mengenai mekanisme pendanaan iklim, penguatan sistem pelaporan, serta pemanfaatan teknologi rendah karbon. Indonesia menyambut positif arah pembahasan tersebut dengan catatan bahwa prinsip keadilan transisional tetap harus dijaga.

Sebagai tindak lanjut, Kementerian Lingkungan Hidup akan menyusun rencana aksi domestik untuk menindaklanjuti komitmen yang telah disampaikan. Rencana aksi tersebut mencakup penguatan sistem pemantauian emisi, perluasan program penghijauan, serta penyelarasan kebijakan sektor energi dengan target pengurangan emisi nasional.

Indonesia juga menegaskan kesiapannya memfasilitasi pertemuan lanjutan di tingkat teknis, sekaligus menjadikan forum berikutnya sebagai momentum untuk memperkuat kerja sama kawasan dalam pengelolaan lingkungan hidup secara berkelanjutan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User